Pendekar Naga Bintang

Pendekar Naga Bintang
Pertarungan dua sahabat


__ADS_3

Siapa kau?." Tanya Kuyung Garaga dingin begitu melihat seorang pemuda berbaju merah tua muncul dari dalam kegelapan.


"Kasihan sekali nasib kau ya." Balas orang itu sebelum tersenyum mengejek.


"Kuyung Garaga, apa yang kau lakukan disini, ingin menginterogasiku juga seperti yang lainnya?."


"Heh, untuk apa aku ikut ikutan menginterogasimu, aku ke sini hanya ingin bertanya dimana pemilik energi naga bintang berada."


"Apa maksudmu?."


"Kita sekarang berada di pihak yang sama, dia memerintahkanku untuk mencari pemilik energi naga bintang itu untuk memusnahkan semua ilmu dan kekuatannya."


"Sejak kapan kau bergabung dengannya?."

__ADS_1


"Entahlah, satu satunya yang kuingat hanyalah saat aku sedang berada di padepokan sekte setan maut yang sudah tak terurus lalu aku bertemu dengan seseorang yang sangat aneh, seketika itu juga perasaan kecewa terhadap sekte singa bara api muncul memenuhi dadaku lalu orang aneh itu menawarkanku bantuan untuk menguasai sekte singa bara api dengan syarat harus menuruti semua perintahnya lalu akupun menyetujuinya." Ucap Kuyung Garaga panjang lebar.


"Oh, jadi itulah sebabnya kau bertingkah aneh akhir akhir ini." Sebuah suara terdengar dari dalam kegelapan di salah satu sudut penjara bawah tanah.


"Oh, tak kusangka ada yang berani mengikutiku." Kuyung Garaga mengalihkan pandangannya ke belakang.


"Kau..." Kuyung Garaga tersentak kaget ketika melihat sahabat terdekatnya berjalan ke arahnya dengan pedang terhunus.


"Maaf Kuyung Garaga, aku terpaksa melakukan ini." Ucap Kuyung Sentan sambil mengarahkan pedangnya ke arah Kuyung Garaga.


Kuyung Garaga ikut mencabut pedangnya. "Jangan sungkan sungkan padaku, jika aku yang salah tolong sadarkan aku ya, kakang." Kuyung Garaga menyunggingkan senyuman kecil.


"Ka..kakang." Kuyung Sentan berusaha menahan air matanya. Hubungannya dengan Kuyung Garaga sudah seperti kakak beradik dan tak pernah terpikirkan bahwa mereka akan berhadapan dalam pertarungan hidup dan mati seperti ini.

__ADS_1


"Baiklah." Kuyung Sentan mempersiapkan kuda kudanya. "Ajian hati naga tingkat 5." Kuyung Sentan mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar ke seluruh tubuhnya. Dia lalu melesat melepaskan serangan serangan pedangnya yang diselimuti kobaran api itu.


Kuyung Garaga segera menyambut serangan itu dengan jurus yang sama. Pertarungan dua sahabat itupun dimulai. Suara pedang beradu terdengar sangatlah nyaring.


Hanya dalam sekejap, mereka sudah bertukar puluhan serangan. Kuyung Garaga lebih terlihat dalam posisi


bertahan jika dibandingkan dengan Kuyung Sentan yang semakin lama semakin cepat.


"Tinju api pembakar raga." Kuyung Garaga berusaha mendaratkan pukulan berapinya di tubuh Kuyung Sentan namun Kuyung Sentan terlebih dulu menghindar dengan cara melompat kebelakang.


"Ajian hati naga tingkat 6." Api yang berkobar di pedang Kuyung Garaga berubah warna menjadi biru dengan suhu yang semakin naik. Kuyung Garaga mengubah gerakannya sebelum tiba tiba menghilang dan muncul kembali di belakang Kuyung Sentan.


Merasa tidak dapat menghindar lagi, Kuyung Sentan akhirnya terpaksa menyambut serangan itu hingga membuatnya terpental mundur beberapa langkah.

__ADS_1


"Sudah mulai menggunakan api biru ya." Kuyung Sentan mengalirkan lebih banyak tenaga dalamnya ke pedangnya. Dia sudah menyadari bahwa pertarungan selanjutnya tidak akan mudah sebab Kuyung Garaga sudah mulai menggunakan api biru yang notabanenya lebih panas daripada api biasa.


"Tebasan api pembakar raga." Kuyung Sentan lalu menebaskan pedangnya ke udara. Seketika, sebuah energi tebasan api muncul dari pedang Kuyung Sentan dan melesat menuju Kuyung Garaga.


__ADS_2