
Di aula sekte kelinci bambu, Sagalu sedang berlatih ajian hati naga dengan pedang kebanggaannya.gerakan halus dan lincah membuat siapapun yang melihatnya terpana.
"Ajian hati naga tingkat 2, energi api merah."
pedang Sagalu seketika diselimuti api selagi Sagalu melakukan beberapa gerakan dan dengan cepat menghancurkan beberapa pohon di depannya.
"Payah, aku masih belum dapat menyempurnakannya."ucap Sagalu kesal sambil mengatur napasnya.
"Kau masih berusaha menyempurnakan ajian hati naga ya."Ki karsa datang dan mendekati Sagalu perlahan dengan seorang muridnya dibelakangnya.
"Hormat pada tetua."ucap Sagalu sambil menunduk memberi hormat.
"Ajian hati naga adalah salah satu ajian terkuat di dunia persilatan.tidak akan mudah untuk menyempurnakannya walaupun hanya tingkat 2."ucap Ki karsa sembari tersenyum hangat.
"Ya tetua terima kasih atas nasihatnya.apakah maksud tetua ingin menemuiku?."
"Aku ingin menitipkan Walangka padamu."
"Walangka... memangnya tetua hendak pergi kemana?."Sagalu mengernyitkan dahinya bingung.
"Aku ingin pergi ke sekte harimau beku untuk menghadiri pertemuan antar sekte aliran putih."
"Baik tetua percayakan saja Walangka padaku."balas Sagalu cepat sebelum kembali menundukkan kepalanya.
"Aku juga percayakan sekte ini padamu, tolong jaga dan lindungi sekte ini dengan nyawamu."ucap Ki karsa dengan wajah serius.
"Ya tetua."jawab Sagalu singkat.dia kemudian mengantarkan Ki karsa sampai ke gerbang padepokan.
"Semoga tidak terjadi apa apa selama tetua pergi."gumam Sagalu pelan setelah Ki karsa perlahan menghilang dari kejauhan.Dia kembali masuk ke padepokan untuk beristirahat .
Sagalu kemudian duduk di sebuah batu tepat setelah tiba kembali di aula padepokan.angin sepoi sepoi terus berhembus dan membuat rambutnya menjadi tak beraturan.
Sudah puluhan kali dia berusaha untuk menyempurnakan ajian hati naga sejak dia gagal menyelamatkan hidup Putri gelona.rasa bersalah dan kecewa atas diri sendiri membuatnya tidak mau kembali kehilangan sesorang yang berati dalam hidupnya.
Baru beberapa hari lalu ia akhirnya berhasil menyempurnakan tingkat 1 dan melanjutkan ke tingkat 2.
Ketika Sagalu masih larut dalam pikirannya, Walangka masih terus menerus berlatih dengan diawasi oleh Arkasari.
Walaupun dalam keadaan terpaksa, Walangka terlihat menguasai kitab pedang bambu dengan cukup mudah dan cepat.Arkasari yang sedang mengawasinya terus dibuat terpukau oleh bakat besar yang ditunjukkan oleh Walangka.
Mulai dari kelenturan, kekuatan dan kelincahan setiap gerakannya tampak sangat baik dan hampir mendekati kata sempurna.
"Sepertinya kau memang akan melebihi guru."Arkasari bergumam dalam hati.
Tanpa sadar, ia membayangkan dirinya yang sedang melaksanakan upacara pernikahan bersama Walangka.
"Ayo Arkasari."Walangka tersenyum lembut sambil mengulurkan tangannya kepada Arkasari.
__ADS_1
"Ayo kakang."balas Arkasari sambil menyambut uluran tangan Walangka.
Arkasari tiba tiba menggeleng cepat dengan wajah merah merona.rasa kagumnya terhadap Walangka membuatnya tanpa sadar ingin menikahinya.Arkasari sebenarnya menyembunyikan perasaannya terhadap Walangkakarena gengsi dan malu.karena itu juga ia berpura pura galak agar tidak adaa siapapun yang menyadari perasaan terpendamnya.
"Bodoh dasar bodoh."Arkasari memukul mukul kepalanya.
"Kau ini sebenarnya kenapa."tanya Walangka kosong.
"Tidak apa apa, lanjutkan saja latihanmu."Arkasari terlihat mencoba memasang wajah tenang.dia lalu mulai memperagakan beberapa gerakan sambil sesekali melompat beberapa jengkal.
"Ini adalah kitab pedang bambu tingkat 1, yang tadi dan kemarin kau pelajari adalah dasar kitab pedang bambu.aku cukup terkejut kau bisa melakukan dasar kitab pedang bambu hanya dalam waktu sehari.tetapi kupastikan kali ini akan jauh lebih sulit."
"Ya ya terserah kau saja."ucap Walangka datar sebelum membuang wajahnya.
"Apa maksudmu."wajah Arkasari kembali memerah tetapi kali ini karena marah.
"Dimana paman sagalu, aku tidak melihatnya hari ini."ucap Walangka mengalihkan pembicaraan seolah tak mempedulikan ucapan Arkasari.
"Lupakan saja untuk menjadi istrinya."batin Arkasari kesal.
"Dia ada di aula, sepertinya dia masih berusaha menyempurnakan ajian hati naga."Arkasari berkata pelan.
"Oh, begitu Apakah aku boleh istirahat?."
"Bermain kecapi dan makan kue juga enak."ucap Walangka dengan air liur menetes dari mulutnya.
"Lupakan saja.kau tidak akan bisa menjadi pendekar hebat."ketus Arkasari.dia segera beranjak pergi dari tempat itu.
"Akhirnya istirahat."Walangka tertawa lepas sebelum membaringkan tubuhnya di tanah.
. . .
Ratusan kilometer dari padepokan kelinci bambu, setelah berjalan selama lima hari lamanya Ki karsa akhirnya tiba di sebuah penginapan di tengah hutan.
Dia memutuskan untuk menginap dan mengisi perutnya sebelum melanjutkan perjalanannya.
Saat sedang makan bersama muridnya, Ki karsa tidak sengaja mendengar percakapan dua orang pedagang yang juga sedang makan di penginapan itu.
"Apa kau sudah mendengar kabar terbaru hari ini?."
"Tidak."
"Sekte singa bara api mengundang seluruh sekte aliran putih untuk bertemu di sekte harimau beku tetapi mereka membatalkannya."
"Membatalkan?."
__ADS_1
Ki karsa menajamkan pendengarannya begitu mendengar nama singa bara api.
"Berita yang kudengar sih, mereka menunda pertemuan ini karena ingin menginterogasi kembali Kuyung lingga.ya...mirip mirip kasus dua belas tahun lalu sih."
"Kuyung lingga lagi?."Ki karsa mengernyitkan dahinya penasaran.
"Muridku, sepertinya kita harus kembali."Ki karsa berkata pelan.
"Mengapa guru."
"Tidak apa apa, firasatku tentang sekte kita hanya sedang tidak bagus."
"Murid menerima perintah guru."
Murid itu lalu memanggil seorang pelayan dan memberikan sekantung perak untuk membayar makanan yang telah mereka pesan.
Setelah menyelesaikan pembayaran, murid itu menoleh ke Ki karsa yang sedang terdiam tanpa ekspresi seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Guru."
"Ya."
"Mari."
"Eeenggg iya iya mari."
Mereka berdua pun keluar dari penginapan dan kembali melangkah ke arah padepokan kelinci bambu.
. . .
"Kau sebenarnya menggunakan ajian apa."kuyung sentan tampak berdiri di depan ruang tahanan Kuyung lingga.sudah hampir 2 jam ia menanyakan hal yang sama tanpa diberi jawaban sama sekali.
"Sebenarnya Apa maksudmu."suara Kuyung lingga terdengar lebih parau setelah dimasukkan ke tahanan.puluhan rantai tenaga dalam terlihat melilit tubuhnya.
Rambut berantakan dan baju yang kusam menunjukkan bahwa dirinya sama sekali tak terawat.
"Akhirnya kau menjawab juga, Sepekan lalu aku melakukan tes terhadap Karayan dan hasilnya menunjukkan bahwa ada yang tidak biasa dengan perasaan miliknya."Kuyung sentan menatap tajam Kuyung lingga.
"Dan itu berati ada seseorang yang mengubah kepribadiannya menggunakan ajian tertentu.iya kan, Kuyung lingga."
"Ajian macam apa yang sebenarnya kau bicarakan."
"Ajian terlarang milik sekte setan maut.ajian taman jiwa."
----‐-------------------------
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas yang sudah setia membaca PNB.jika menurut kalian ada yang kurang atau alur cerita yang kurang menarik silahkan komen saja.selalu baca,like dan tambahkan PNB ke daftar favorit kalian.
__ADS_1
TERIMAKASIH