Pendekar Naga Bintang

Pendekar Naga Bintang
Sekte kelinci bambu


__ADS_3

Pagi itu, suasana padepokan sekte singa bara api terlihat lebih ramai dari biasanya.


Beberapa murid berkumpul di gerbang padepokan untuk melihat kepergian putri gelona.


Suara berisik tanpa jeda terdengar di seluruh penjuru padepokan.


Lemang kupa tampak keluar dari padepokan dengan putri gelona di belakangnya.


"hormat pada ketua".mereka membungkuk serentak melihat kedatangan lemang kupa.


Lemang kupa mengangguk pelan sebelum melihat ke arah matahari yang baru menampakkan sinarnya.


Suasana redup dan dingin seolah menggambarkan suasana hati lemang kupa yang sedang kacau.


Dia menoleh kebelakang dan menemukan putri gelona yang sedang menunduk tak berani melihat semua orang disana termasuk lemang kupa.


"Semoga kau berhasil mengantarnya sampai di sana dengan selamat sagalu".gumam lemang kupa pelan.


Suara berisik kembali bergemuruh ketika karayan dan salah satu temannya mendorong putri gelona keluar gerbang dengan cukup kasar.


Mereka menghentikan dorongannya ketika putri gelona mulai berjalan perlahan meninggalkan padepokan.


Lemang kupa menatap kepergian putri gelona dengan wajah cemas dan menyesal.dia masih menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian ini.


Sangat berbeda dengan kuyung lingga yang menatap putri gelona dengan senyum penuh kemenangan.


Putri gelona terus berusaha untuk melangkahkan kakinya.entah kenapa ia merasa sangat berat untuk sekedar menggerakkan tubuhnya.


Langkahnya tiba tiba terhenti saat sesosok bayang melesat menghampirinya.


Putri gelona yang curiga akhirnya menghunuskan pedangnya dan mempersiapkan kuda kudanya.


"Sagalu apa yang kau lakukan di sini".


Putri gelona menyarungkan kembali pedangnya ketika melihat salah satu muridnya berdiri di hadapannya.


"Hormat pada guru".ucap sagalu pelan sambil menundukkan kepalanya.


"Murid diperintahkan oleh ketua untuk menemani perjalanan anda ".

__ADS_1


"Maksudmu?".


"Ketua kupa meminta murid untuk mengantar anda ke sekte kelinci bambu dan memastikan anda selamat sampai di sana".


Putri gelona mengelus elus dagunya sebelum menatap tajam sagalu.


"Apa yang diperintahkan kakang lingga padamu".tanya putri gelona curiga.


"Maksud guru".balas sagalu sambil mengernyitkan dahinya.


"Jangan berbohong padaku jika tak ingin kepalamu lepas dari tubuhmu".balas putri gelona dingin dibalas gelengan cepat sagalu.


"Murid tidak tahu apa apa guru".jawab sagalu pelan.tubuhnya tiba tiba bergetar ketika sebuah aura panas meluap dari tubuh putri gelona.


"Jangan bermain main denganku sagalu".ucap putri gelona mengancam.


Sagalu segera mengangguk cepat.dia tidak ingin mencari masalah dengan salah satu murid paling berbakat yang dimiliki singa bara api.


Dia bahkan menggunakan hampir separuh tenaga dalamnya untuk menahan aura yang dilepaskan putri gelona.


Putri gelona kembali melangkah setelah menarik kembali auranya diikuti sagalu di belakangnya.


. . .


Sudah sehari perjalanan, dia dan sagalu tidak menemukan apapun kecuali semak belukar dan pepohonan sehingga dia memutuskan untuk bermalam di tengah hutan.


"Setengah hari perjalanan lagi guru".jawab sagalu pelan.dia masih teringat kejadian tadi pagi ketika putri gelona mencurigainya sebagai mata mata kuyung lingga dan hampir membunuhnya.


"Ada apa denganmu.selama perjalanan kau selalu diam dan hanya bicara ketika aku bertanya padamu,apa ada masalah".


Sagalu menggeleng pelan sebelum menunduk untuk menyembunyikan wajah takutnya.


Selama perjalanan bersama putri gelona, sagalu memang lebih banyak diam karena takut menyinggung putri gelona yang menurutnya masih marah dengan dirinya.


"Maafkan aku jika aku tadi sempat bersikap kasar padamu.apa kau takut padaku?".ucap putri gelona lembut sambil memasang wajah bersalah.


"Tidak ada, tidak ada masalah sama sekali guru.mohon jangan menghawatirkanku".jawab sagalu pelan.


"Kalau begitu tolong carikan aku buruan untuk dimakan, sementara aku akan mencari kayu bakar".ucap putri gelona sebelum beranjak pergi.

__ADS_1


Putri gelona terus berjalan sambil sesekali berhenti untuk mengambil ranting kering yang berserakan di tanah.


Ketika dia sedang asik memungut ranting,tiba tiba dia menemukan tubuh seorang pemuda terbaring kaku diantara tumpukan daun.


Putri gelona mendekati pemuda itu perlahan dan memeriksa denyit nadinya.


"Gawat ia sedang sekarat".gumam putri gelona panik.dia juga menyadari bahwa pemuda itu sudah terkena gigitan ular berbisa setelah melihat bekas gigitan di pergelangan kakinya.


Putri gelona mencoba mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh pemuda itu untuk menekan penyebaran racun di dalamnya.


Sementara putri gelona sedang sibuk mengobati pemuda itu,sagalu terlihat sedang sibuk menggerutu sambil memasang wajah cemberut.


"Memangnya apa yang kulakukan sampai guru berbuat begitu".


. . .


Lemang kupa tampak mematung dengan wajah gelisah di ruangan miliknya.suara ketukan pintu tiba tiba terdengar dan seseorang masuk ke dalam ruangan itu.


"Hormat pada kakang".kuyung sentan membungkuk hormat.


"Akhirnya kau tiba juga kuyung sentan aku sudah menunggumu".ucap lemang kupa sebelum mempersilahkan kuyung sentan duduk.


"Maaf kakang apakah...".kuyung sentan tampak ragu sebelum melanjutkan ucapannya.


"Putri gelona,benar benar sudah dibuang?".tanya kuyung sentan dibalas anggukan pelan lemang kupa.


"Maaf jika aku membicarakan soal ini kakang tapi apakah aku boleh tahu siapa saja yang terlibat dalam kejadian kali ini".tanya kuyung sentan.


Lemang kupa menatap kosong kuyung


sentan sebelum menjawab."kuyung lingga,karayan dan beberapa murid kuyung lingga dan juga gelona".ujarnya pelan.


Kuyung sentan terdiam sejenak.dia mencoba menganalisis kejadian dari beberapa petunjuk yang telah ia dapatkan.


"Kuyung lingga.....".gumam kuyung sentan dalam hati.dia mulai mencurigai kuyung lingga sebagai dalang dari semua ini.


"Maaf kakang bisa tolong panggilkan karayan kesini?".pinta kuyung sentan.


"Apakah Kau telah mengetahui siapa yang melakukannya".balas lemang kupa penasaran.

__ADS_1


"Aku belum bisa memastikannya.tetapi jawaban karayan nanti mungkin dapat memperjelas semuanya".ucap kuyung sentan sambil tersenyum kecil.


__ADS_2