
Putri gelona terpental mundur dengan beberapa luka sayatan di tubuhnya."ada apa ini.kakanda seperti menahan kekuatannya,apa yang sebernanya dia rencanakan".gumam putri gelona dalam hati.
Kuyung lingga kembali bergerak menyerang dengan jurus pedang singa apinya.putri gelona mencoba menghindar tetapi pedang kuyung lingga terus mengenainya.
Dia terus mencoba mendesak putri gelona, namun ada yang berbeda dengan gerakan kuyung lingga.dia lebih terlihat berusaha menyakiti putri gelona daripada membunuhnya.
"Sudah kuduga.kakanda tidak mencoba membunuhku tetapi dia mencoba untuk menyakitiku".gumam putri gelona kembali.
Dia sedikit memutar tubuhnya sebelum melepaskan jurusnya.
"Tinju api pembakar raga".sebuah pukulan diselimuti api panas menghantam tubuh kuyung lingga.
"tak kusangka lemang kupa juga mengajarimu jurus itu".kuyung lingg terpental mundur dengan luka bakar di lengannya.
"Ajian hati naga tingkat 3".putri gelona menghilang dari pandangan dan muncul kembali di belakang kuyung lingga.
Dia mengayunkan pedangnya dengan cepat tetapi kuyung lingga berhasil menangkisnya.
"Ajian hati naga tingkat 4".gerakan putri gelona semakin cepat dan sulit ditebak.
kuyung lingga bahkan mengalirkan tenaga dalamnya ke matanya untuk membantunya mengantisipasi setiap serangan putri gelona.
"Istriku memang hebat".teriak kuyung lingga sambil tertawa keras.dia seolah olah sedang menikmati pertarungannya kali ini.
"Tinju api pembakar raga".
putri gelona kembali melepaskan tinjunya tapi kali ini berhasil dihindari oleh kuyung lingga yang tampak lebih siap dari sebelumnya.
Beberapa kilometer dari pertarungan sengit itu,beberapa murid singa bara api terlihat sedang berjalan menuju ruang latihan.
Wajah mereka semua terlihat sangat bingung terutama karayan.ia masih belum mengerti alasan kuyung lingga memanggilnya saat malam hari.
Langkah mereka tiba tiba berhenti saat mendengar suara pertarungan.mereka mengendap endap sampai ke kamar putri gelona.
Kamar putri gelona memang berada tepat di samping ruang latihan para murid sekte singa bara api.
Salah satu dari mereka menempelkan telinganya di pintu kamar.
suara dentuman pedang terdengar begitu keras sesaat sebelum murid itu tidak sengaja mendorong pintu kamar tersebut.
"Guru".ucap mereka serempak.
__ADS_1
Kuyung lingga yang menyadari kehadiran mereka sengaja mengendurkan pertahanannya untuk memancing putri gelona.
Putri gelona yang masih sibuk bertarung dengan kuyung lingga mendaratkan tinju api pembakar raganya di tubuh suaminya itu.
Kuyung lingga tersenyum licik sesaat setelah tubuhnya membentur dinding ruangan.
"Apa yang telah guru putri lakukan dengan guru lingga".teriak karayan marah.
menyadari telah terjebak oleh rencana kuyung lingga, putri gelona mencoba membela diri namun sayangnya ucapannya tidak didengarkan oleh karayan dan teman temannya.
"Tidak usah berkelit guru.kami telah melihat semuanya".
Putri gelona hanya bisa pasrah ketika dirinya dibawa oleh beberapa murid menuju ruangan lemang kupa untuk diadili.
Lemang kupa menarik napas panjang sesaat setelah rapat yang dihadiri oleh kuyung lingga,karayan,putri gelona dan beberapa tetua yang lain dimulai.
"Karayan,apakah kau benar benar melihat putri gelona menyerang kuyung lingga".tanya lemang kupa pelan.
"Ya ketua. Aku dan beberapa murid yang lain melihat sendiri guru putri yang sedang menyerang guru lingga sekuat tenaga di kamarnya".jawab karayan
"Apakah ada bukti lain mengenai penyerangan ini karayan".
Lemang kupa terdiam sesaat sebelum menoleh ke putri gelona.dia menatap iba murid kesayangannya tersebut.
"Maaf kakang. Apakah tidak sebaiknya kakang mengesampingkan posisi putri gelona sebagai murid kesayangan untuk kepentingan bersama sekte kita".ucap kuyung lingga sambil menatap dingin tetua yang lainnya.
"Benar apa yang dikatakan oleh tetua lingga ketua".ucap salah satu tetua terbata bata dibalas anggukan para tetua yang
lain.
Lemang kupa terlihat berpikir sesaat sebelum memegang keris miliknya.
"Bagaimana menurutmu garuda penjaga langit".tanya lemang kupa di dalam pikirannya.
"Apakah menurutmu aku akan peduli dengan urusanmu".jawab garuda penjaga langit sambil tersenyum sinis.
"Aku akan mencarikan benda itu untukmu tapi kali ini kumohon berikan pendapatmu".ucap lemang kupa memelas.
"Tak biasanya kau memohon padaku.Baiklah asalkan kau bersumpah mencarikannya akan kubantu kau".balas garuda penjaga langit setuju
"Jangan pernah percaya pada kuyung lingga.dia penuh akan ambisi yang sangat besar.sejak pertama kali kau menerimanya menjadi tetua di sektemu aku sudah tidak setuju dengan keputusanmu.hanya itu pendapat yang bisa kuberikan padamu dasar bodoh".ucap garuda penjaga langit datar.
__ADS_1
"Itu saja.kau tidak bisa memberiku bantuan hanya dengan ucapan keras kepalamu itu".lemang kupa meninggikan suaranya.
"Apa itu urusanku,kau hanya memintaku untuk memberikan pendapatku dan sudah kuberikan sekarang pergilah dan jangan ganggu aku".ucap garuda penjaga langit kesal.
Lemang kupa melepaskan tangannya dari kerisnya dan meletakkan kedua tangannya di atas meja.
Beberapa tetua terlihat berbisik bisik kecuali kuyung lingga.pandangan licik khasnya tertuju pada keris milik lemang kupa.
"Suatu hari akan kudapatkan keris langit merah milikmu kakang".gumam kuyung lingga dalam hati.
Suasana kembali hening ketika lemang kupa mulai kembali berbicara.
"aku memutuskan untuk membuang putri gelona dari sekte singa bara api".teriak lemang kupa lantang.
Para tetua terlihat saling memandang satu sama lain sebelum mengangguk setuju.
"Terima kasih atas keputusannya ketua".jawab para tetua serentak.
"Terima kasih atas waktu yang telah kalian berikan.silahkan meninggalkan ruangan ini".balas lemang kupa menyudahi pertemuan.
Satu persatu tetua perlahan meninggalkan ruangan setelah memberi hormat pada lemang kupa.
"Semoga keputusanku kali ini tidak salah,putri gelona tolong maafkan guru bodohmu ini yang tidak dapat melindungimu".ucap lemang kupa lirih.Matanya mulai menitikkan air mata tanpa ia sendiri sadari.
Lemang kupa memang sangat menyayangi putri gelona.ia bahkan sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri.
Sejak ia menyelamatkan putri gelona dari seekor serigala,ia selalu bermain dan melatih putri gelona.ia selalu menyempatkan waktunya di sela sela kesibukannya.
Lemang kupa bahkan pernah bersumpah untuk membunuh siapapun yang berani mengusik putri gelona.
Tapi situasi kali ini sangatlah berbeda dari biasanya.ia ditekan oleh para murid murid dan juga para tetua singa bara api terutama kuyung lingga.
Setiap ketua sekte singa bara api memiliki sumpah setia untuk selalu mematuhi aturan dan kuyung lingga memanfaatkan hal itu untuk menjebak putri gelona
"Maafkan aku putri gelona".
Mata lemang kupa kembali mengeluarkan air mata.sesuatu yang merupakan sisi paling lemah dari seorang pendekar terkuat sekalipun.
-‐----------------------
Terimakasih atas dukungannya untuk seluruh pembaca pnb. Dukung terus dengan cara memberi like and vote untuk pnb.mohon maaf karena tulisan saya yang masih berantakan,bagi yang ingin memperbaiki silahkan serbu komentarnya.terima kasih kembali🙏
__ADS_1