Pendekar Naga Bintang

Pendekar Naga Bintang
Kitab pedang bambu


__ADS_3

Walangka terus menerus dipaksa oleh Ki karsa untuk berlatih dan selalu dibalas teriakan 'tidak mau' dari Walangka.


Setelah sekitar hampir setengah hari, Walangka akhirnya menyerah dan mulai mengikuti kemauan Ki karsa.


"Kitab pedang bambu adalah jurus untuk melapisi pedang dengan tenaga dalam secara perlahan.jika kau melapisi pedangmu secara seketika maka pedang kau akan hancur tanpa kau sempat menyerang lawanmu."ucap Ki karsa menjelaskan sambil mengalirkan tenaga dalamnya ke pedangnya.


Walangka yang berada di sampingnya terlihat berusaha meperhatikan gerakan Ki karsa.Arkasari yang mengamati dari kejauhan tampak sedang memandang sinis Walangka.


"Apa yang bisa si bodoh itu lakukan, sepertinya...tidak ada."ucapnya sambil terkekeh.


"Peragakan gerakan yang barusan kakek tunjukkan padamu."Ki karsa mengatur napasnya setelah duduk di sebuah kursi.


Walangka mengangguk pelan.dia mulai mengingat ingat gerakan yang tadi dilakukan Ki karsa.


"Merepotkan sekali."gumam walangka dalam hati.


Walangka terlihat mulai mengalirkan tenaga dalamnya ke pedangnya sebelum kemudian melakukan beberapa gerakan yang baru saja ia lihat.


Ki karsa terbelalak melihat permainan pedang yang ditunjukkan oleh Walangka.walaupun masih kasar, tetapi ia yakin sekali itu adalah kitab pedang bambu.


"Apa dia pernah berlatih sebelumnya, atau memang bakatnya yang besar."gumam Ki karsa takjub.


Arkasari pun tak kalah kaget dengan Walangka.dia yakin sekali bahwa Walangka tidak pernah berlatih apalagi berolahraga.


Walangka yang sudah menyudahi gerakannya menoleh ke arah Arkasari dan Ki karsa yang melongo melihatnya.


"Kalian sebenarnya kenapa."ujar Walangka sambil mendengus kesal.dia meletakkan pedangnya di lantai dekat Ki karsa.


"Aku sudah berlatih, sekarang aku mau pergi dulu."Walangka beranjak pergi dari tempat itu tetapi dihentikan Arkasari.


"Kau ini benar benar malas ya."bentak Arkasari dibalas tatapan tajam Walangka.


"Tidak apa apa Arkasari, biarkan dia pergi."Ucap Ki karsa pelan.Arkasari menatap bingung Ki karsa sebelum membiarkan Walangka yang masih menatapnya tajam pergi.


"Kenapa sih kek."Arkasari menatap Ki karsa kesal.


"Tidak, tidak apa apa."


"Tapi kan k..."ucapan Arkasari terhenti saat seorang murid kelinci bambu tiba tiba datang dan memanggil manggil Ki karsa.


"Guru, guru."

__ADS_1


"Ada apa."


"Sekte singa bara api mengundang guru untuk datang ke tempat mereka."ucap murid itu dengan napas terengah engah.


"Singa bara api?."


"Benar guru, mereka juga mengundang ketua dari beberapa sekte aliran putih yang lain."


Ki karsa mengelus elus jenggotnya.ia melirik Arkasari yang sedang melipatkan tangannya di atas perutnya.


"Kenapa!."ucap Arkasari ketus setelah menyadari lirikan Ki karsa.


"Kau bisa bantu Walangka berlatih?."


Arkasari mengernyitkan dahinya.dia sangat tidak suka jika harus mengurusi walangka yang menurutnya sangat kekanak kanakan.


Dia berusaha beralasan tetapi Ki karsa dapat membalas semua alasan dan membuat Arkasari tak berdaya.


"Kakek menyebalkan sekali."gumam Arkasari lemas sambil melangkah keluar untuk mengikuti Walangka.


"Mari guru, saya akan antar ke padepokan harimau beku."murid itu menundukkan kepalanya hormat.


"Baiklah."ucap Ki karsa mengikuti murid itu.


Ketuanya,nirsatya adalah orang yang


bijaksana tetapi cenderung galak dan menganggap bahwa semua anggota sektenya adalah bagian dari keluarganya.


Ki karsa dan lemang kupa termasuk orang yang paling menghormati dan mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan Nirsatya.


"Semoga masalah kali ini bukan tentang sekte itu."gumam Ki karsa pelan.


. . .


Walangka tampak sedang duduk di sekitar danau dengan tatapan kosong di matanya.sinar bulan bersinar redup menerangi malam yang sunyi dan dingin.


Dia menghela napas sebelum membaringkan tubuhnya di tanah.


"Apa enaknya dunia persilatan.penuh pertempuran dan penuh pertumpahan darah.apa enaknya dunia seperti itu?."batinnya.


Walangka memang sangat tidak menyukai dunia persilatan sedari ia kecil.menurutnya,dunia persilatan adalah dunia gagal yang seharusnya tidak pernah ada dan tercipta.

__ADS_1


"Lagi lagi kau ada disini."sebuah suara perempuan membuyarkan lamunan Walangka.


"Kenapa kau tahu aku ada disini."Walangka bangkit dan duduk di sebuah batu.


"Dasar pikun, aku sudah berkali kali menemukanmu di tempat ini dan kau sudah berkali kali menanyakan 'kenapa kau tahu aku ada disini" kepadaku.kau ini memang benar benar bodoh ya."ucap Arkasari sambil menolakkan pinggangnya kesal.


"Kapan."


Walangka menggaruk kepalanya yang tidak gatal.dia berusaha mengingat tetapi yang muncul justru wajah galak Arkasari yang membuatnya sekuat tenaga melupakannya.


"Aku tidak tahu."ucap Walangka datar dibalas pukulan kencang Arkasari di kepalanya.


"Lalu buat apa kau menemuiku."tanya Walangka sambil mengusap usap kepalanya.


"Kakek menyuruhku untuk menjadi gurumu berlatih selama kakek pergi."


"Oh begitu."balas Walangka datar sambil kembali membaringkan tubuhnya.


"Kau tahu bodoh, dibawah pengawasanku kau akan berlatih selama sehari penuh tanpa istirahat dan aturan itu diberlakukan mulai sekarang."Arkasari berteriak lantang lalu menarik paksa Walangka.


"Dasar cewek iblis."gumam Walangka dalam hati.


. . .


Saat matahari belum menunjukkan sinarnya, seorang pemuda terlihat sedang memimpin kerumunan pendekar berbaju hitam menyusuri hutan.


Wajahnya yang tampak dingin membuat siapapun tak berani melihatnya.


"Maaf senior rendita, sebenarnya kemana tujuan kita."tanya salah satu pendekar dibelakangnya terbata bata.


Rendita menoleh ke belakang menatap pendekar yang tadi memanggilnya.


"Sekte kelinci bambu."jawab Rendita singkat sebelum kembali melangkah.


Pendekar itu mengangguk mengerti sebelum kembali ke barisannya.


Rendita tampak menghitung dengan jarinya sebelum bepikir sejenak


"Masih dua hari lagi untuk sampai ke sana."


Semangat bertarung tiba tiba berkobar dalam pikiran Rendita dan membuatnya mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Akan kuhabisi tua bangka itu dengan tanganku sendiri."batin Rendita berapi api.


Dia sudah tidak sabar ingin menghabisi sekte kelinci bambu yang termasuk dari daftar sekte aliran putih yang ingin dihancurkannya.


__ADS_2