
Saat telapak tangannya hanya tinggal berjarak beberapa jengkal dari pelindung tenaga dalam api milik Lemang Kupa, Ki Jagalang tiba tiba menarik serangannya dan melompat mundur ke belakang. Lemang Kupa tampak terkejut atas tindakan Ki Jagalang itu.
"Ada apa tetua?" Tanya Lemang Kupa. Dia menarik kembali pelindung tenaga dalam apinya namun tetap memasang sikap waspada.
"Kau sudah kalah untuk apa aku menyerangmu lagi aku juga punya belas kasihan." Jawab Ki Jagalang santai.
"Kau meremehkanku?!" Suara Lemang Kupa mulai meninggi karena merasa telah direndahkan.
"Bukankah ini hanya pertarungan perkenalan, sudahlah aku ingin mengajari Walangka dulu janji tetaplah janji." Ki Jagalang melangkah masuk kembali ke gubuk miliknya seolah tak terjadi apa apa.
Wajah Lemang Kupa mengeras melihat tingkah Ki Jagalang yang seolah tak memandang dirinya. Dia berniat mengejar Ki Jagalang dan melanjutkan pertarungan namun Kuyung Batar segera menahannya.
"Sudahlah kakang tak usah dipikirkan." Ucap Kuyung Batar berusaha menenangkan Lemang Kupa.
"Lain kali jika dia mencari masalah lagi aku akan menghajar tua bangka itu." Ucap Lemang Kupa sebelum mengatur napasnya yang tidak beraturan karena marah.
"Tetua, apakah anda sudah selesai bertarung dengan paman Kupa?" Tanya Walangka begitu melihat Ki Jagalang masuk.
"Ya, sekarang apakah kau sudah siap untuk belajar pernapasan ikan terbang?"
"Pernapasan ikan terbang apa itu, apakah itu adalah cara pernapasan tetua gunakan?"
"Benar, sebaikanya aku langsung memberitahumu cara menggunakannya ya."
"Baik tetua." Walangka memasang wajah bersungguh sungguh. Dia sangat beraharap semoga teknik pernapasan yang akan diajarkan oleh Ki Jagalang ini dapat membantunya untuk menghancurkan sekte Hyena Abu Abu.
"Pertama aliri tenaga dalammu ke seluruh tubuhmu dengan lembut, makin lembut makin baik, kedua gunakan auramu ke arah atas layaknya panas yang bergerak ke atas, jika kau dapat menggunakan pernapasan ini secara sempurna maka kau dapat naik ke tingkat selanjutnya dimana kau dapat menggunakan es atau disebut juga pernapasan paus es."
"Jika kau ingin menggunakan jurusmu kau harus menggerakkan tenaga dalam yang berada di anggota tubuh yang akan digunakan ke atas, dengan begitu kau dapat menggunakan jurusmu bahkan meningkatkan kekuatannya tanpa harus menggunakan banyak tenaga dalam."
"Jika kau dapat menggunakan jurusmu menggunakan pernapasan ikan terbang secara sempurna lawanmu akan terpental sangat jauh bahkan jika kau hanya menggunakan pukulan biasa."
"Baiklah tetua, akan kucoba untuk menggunakannya." Walangka berniat memejamkan matanya tetapi Ki Jagalang tiba tiba menghentikannya.
"Kau belum memanggilku guru."
__ADS_1
"Oh iya, maaf guru terimakasih atas bimbingannya." Walangka menundukkan kepalanya memberi hormat.
"Tapi guru apa hubungannya pergerakan aura ke atas dengan jumlah tenaga dalam yang harus digunakan juga jarak terpentalnya musuh?"
"Ketika seranganmu mengenai tubuh musuhmu maka auramu akan menekan musuhmu dan mementalkannya, namun jika digunakan tidak benar maka auramu bisa saja berpindah ke tubuh musuhmu dan menambah kekuatannya, kalau yang tentang jumlah tenaga dalam yang harus digunakan aku juga tidak tahu mengapa bisa seperti itu, hanya guruku yamg mengetahuinya."
"Cih pendekar macam apa yang tak mengetahui cara kerja jurusnya sendiri." Lemang Kupa yang mendengarkan penjelasan Ki Jagalang tersenyum mengejek.
"Ini jurus milikku, tanpa aku tahu cara kerja lengkapnya pun jurusku ini bisa membunuhmu." Balas Ki Jagalang tanpa mengalihkan pandangannya ke Lemang Kupa.
"Terserah kau saja." Lemang Kupa tersenyum kecut.
"O iya Walangka apakah kau bisa menggunakan ajian hati naga?" Tanya Lemang Kupa pelan.
"Dia sedang berlatih menggunakan pernapasan ikan terbang, jangan mengganggunya."
"Baiklah, kalau begitu suruh cucuku ini untuk menemui kakeknya di luar air terjun setelah dia selesai." Lemang Kupa melangkah keluar gubuk dan air terjun. Kuyung Sentan yang ingin menyampaikan sesuatu padanya langsung mengikutinya dari belakang.
. . .
"Cucu kakang, Walangka dia...." Kuyung Sentan tampak ragu untuk melanjutkan ucapannya.
"Dia kenapa?"
"Ada energi hitam di dalam tubuhnya." Ucap Kuyung Sentan pelan.
"Apa, bagaimana bisa?!" Lemang Kupa tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.
"Kuyung Lingga, dia pasti telah belajar ilmu hitam."
"Lalu bagaimana bisa energinya berada di dalam tubuh anaknya?!" Lemang Kupa masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
"Sepertinya Kuyung Lingga tidak sengaja memberikannya kepada anaknya, ada banyak kemungkinan bagaimana dia memberinya kepada Walangka."
"Kalau memang ada energi hitam di tubuh Walangka kenapa tak ada yang memberitahuku?"
__ADS_1
"Energi hitam itu masih lemah dan bersembunyi di alam bawah sadar paling dalam Walangka, aku saja hanya bisa merasakan sedikit dan itupun masih samar samar."
"Lalu bagaimana cara kita mengatasinya?"
"Hanya ada satu cara, yaitu membuat Walangka belajar ilmu hitam dan membuat energi ilmu hitam itu semakin besar."
"Apa?!"
"Kita harus mengambil resiko, sebagaimana yang kita tahu Naga Bintang memiliki fungsi utama yaitu memurnikan ilmu ataupun energi hitam, energi hitam yang ada di tubuh Walangka masih kecil dan bersembunyi, dengan kekuatan memurnikan ilmu hitam Walangka saat ini akan sangat susah untuk memusnahkan energi jahat itu."
"Maka dari itu kita harus membuat energi hitam itu membesar dan menguat agar memudahkan Walangka dan Naga Bintang memurnikannya, lagipula energi Naga Bintang pun akan secara otomatis menolak energi hitam itu."
"Bagaimana kalau energi hitam itu mengambil alih tubuh dan kesadaran Walangka sebelum dia sempat dimurnikan?"
"Hanya ini satu satunya cara untuk memusnahkan energi hitam itu kakang." Kuyung Sentan menundukkan kepalanya tak berani menatap kakangnya itu.
Lemang Kupa terdiam, dia benar benar tidak menyangka saat pertama kali dia bertemu dengan cucunya adalah saat terungkapnya masalah baru pada cucunya itu. Dengan berat hati dia menyetujui rencana beresiko tinggi milik Kuyung Sentan itu.
Setelah beberapa saat berbincang tentang teknik ilmu hitam yang tepat untuk dipelajari oleh Walangka, Lemang Kupa dan Kuyung Sentan kembali masuk ke dalam air terjun. Tepat pada saat itu juga Walangka juga telah selesai mencoba pernapasan ikan terbang.
"Walangka kakek pulang dulu ya, ada banyak hal yang harus dikerjakan." Ucap Lemang Kupa pamit.
"Guru bilang paman ingin berbicara sesuatu denganku, apa benar?"
"Tidak, tidak jadi."
"Oh baiklah paman." Walangka sambil tersenyum kecil.
"Senyuman itu..." Lemang Kupa tiba tiba teringat dengan wajah Putri Gelona. Senyuman miliknya sangat mirip dengan milik Walangka. "Aku selalu berharap bisa menebus kesalahanku Gelona, maafkan aku."
Lemang Kupa kemudian melangkah keluar dari air terjun itu bersama Kuyung Batar dan Kuyung Sentan. Masih terngiang ngiang di pikiran Lemang Kupa dengan senyuman Walangka. Mereka bertiga lalu turun gunung sebelum melesat kembali ke padepokan sekte Singa Bara Api.
. . .
mohon maaf yang sebesar besarnya untuk kalian semua karena PNB baru bisa up hari iniπππ, seminggu ini saya sedang kebanjiran tugas kuliah, udah gitu ortu slalu ngasin lewat vc lagiπππ
__ADS_1
so, selamat membaca dan terimakasih telah bersedia membaca novel iniππππππ