Pendekar Naga Bintang

Pendekar Naga Bintang
Sekte kelinci bambu 2


__ADS_3

Putri gelona terlihat sedang memapah seseorang berjalan.wajah orang itu terlihat sangat pucat akibat racun yang masih bersemayan dan menggerogoti tubunya dari dalam.


Putri gelona membaringkan pemuda tersebut di tanah sebelum membuat perapian.


"Terimakasih banyak telah menyelamatkanku nyonya."ucap pemuda itu pelan.


"Tak perlu dipikirkan.istirahatlah agar kau cepat pulih."balas putri gelona pelan.


Dia mulai mengamati pakaian yang dikenakan oleh pemuda itu.


"Kau berasal dari sekte apa."tanya putri gelona.


"Saya berasal dari sekte kelinci bambu nyonya."


Putri gelona yang merasa tidak nyaman dengan panggilan nyonya akhirnya memasang wajah cemberut.


"Jangan panggil aku nyonya panggil saja aku gelona."ucap putri gelona sambil memonyongkan bibirnya.


"Baiklah nyonya...eh maksudku gelona."balas pemuda itu meralat ucapannya.


Putri gelona terkekeh melihat reaksi pemuda itu.dia sebenarnya masih ingin bertanya pada pemuda itu tetapi pemuda itu lebih dulu terlelap tidur.


"Aku harus menceritakannya pada sagalu."gumam putri gelona dalam hati.


Dia sempat berkeliling sebentar untuk mencari sagalu namun tak kunjung menemukannya.


"Dimana si bodoh itu."umpat putri gelona kesal.ia kemudian duduk di sebuah batu besar tak jauh dari situ.


Putri gelona memandang sedih perutnya yang sedang mengandyng anaknya.dia mengelus elus perutnya sebelum mengangkat kepalanya dan menatap kosong langit malam.


Tak lama kemudian,sagalu tiba di tempat itu dengan membawa 2 ekor kelinci di punggungnya.


"Hormat guru,murid sudah kembali dengan membawa hasil buruan seperti yang diperintahkan oleh guru."ucap sagalu sambil menundukkan kepalanya.


"Dari mana saja kau,mengapa lama sekali?."bentak putri gelona marah.


"Murid mohon maaf guru."jawab sagalu singkat sambil terus menundukkan kepalanya.


"Ya sudah letakkan kelinci itu didekat perapian,ada yang mau kubicarakan denganmu."ucap putri gelona sesaat sebelum mulai bermeditasi.


Sagalu mengangguk pelan sebelum mengikuti instruksi yang diberikan oleh putri gelona.dia menatap bingung pemuda yang berada didekat perapian tanpa berani bertanya pada putri gelona.


"Tadi saat aku sedang mencari kayu bakar, aku menemukan pemuda itu sedang terbaring lemas di antara dedaunan.aku memeriksa kondisinya dan menyadari ia sedang sekarat karena tergigit ular berbisa. aku mencoba menyembuhkannya tetapi tenaga dalamku hanya cukup untuk menahan racun itu sebentar."putri gelona menghela napas sebelum melanjutkan ucapannya.


"saat aku sedang berbincang bincang dengannya, ia mengatakan bahwa ia berasal dari sekte kelinci bambu.saat aku ingin bertanya lebih lanjut dia lebih dulu tertidur sebelum aku sempat menanyakannya."ucap putri gelona menjelaskan.


"Sekte kelinci bambu.apakah guru tidak salah mendengar."


"Tidak sama sekali."jawab putri gelona yakin.dia terdiam sejenak untuk menunggu reaksi dari sagalu.


"Itu berati dugaanku benar guru.butuh setengah hari perjalanan lagi agar kita sampai di sana,orang yang guru temukan juga bisa kita gunakan sebagai penunjuk jalan dan juga tiket untuk memudahkan perjalanan kita."ucap sagalu kegirangan.


Dia membayangkan sedang mengucapkan salam perpisahan dengan putri gelona yang merupakan sumber penderitaan baginya.

__ADS_1


"Mengapa kau senang sekali sagalu."


"Ah, tidak ada apa apa kok guru."


. . .


Putri gelona tampak berlari dengan napas tersenggal senggal serta beberapa luka di tubuhnya.sagalu yang mengikuti putri gelona dibelakangnya juga terlihat dengan kondisi yang lebih mengenaskan.


Sekelompok pendekar tingkat menengah terlihat mengejar putri gelona dan sagalu dengan pedang terhunus di tangannya.


"Dasar tengkorak hitam sialan, mereka bahkan mengetahui tentang pengusiran guru secepat ini.semoga saja padepokan kelinci bambu sudah dekat dari sini."gumam sagalu dalam hati.


Dia mengingat ingat kejadian sebelum para pendekar tengkorak hitam mengejar mereka.


"Kau bukan dari kelinci bambu!."teriak sagalu dan putri gelona kaget mendengar pengakuan dari pemuda yang tadi malam ditemukan oleh putri gelona.


Pemuda itu mengangguk pelan sebelum menunduk takut.


"Siapa yang menyuruhmu."tanya putri gelona dingin.


"Tengkorak hitam gelona."jawab pemuda itu terbata bata.dia kemudian menjelaskan semua yang ia ketahui.


Mendengar nama tengkorak hitam,putri gelona mengepalkan tangannya.


"Pergilah dari sini dan jangan pernah kembali atau kau akan pergi dari dunia ini selamanya.dan satu lagi jangan panggil aku gelona lagi."ucap putri gelona ketus.


Pemuda itu mengangguk cepat sebelum kemudian berlari ketakutan.


"Guru."


Mereka terus menekan sagalu dan putri gelona sampai akhirnya bernasib begini


"Guru lanjutkan perjalananmu dan jaga bayimu, aku akan menahan mereka."sagalu menghentikan langkahnya dan melesat menyerang para pendekar tengkorak hitam.


"Ajian hati naga tingkat 2,energi api merah."sagalu mengayunkan pedang miliknya dan membuat beberapa pendekar meregang nyawa.


Sementara itu, Putri gelona terus berlari tanpa mempedulikan pertarungan di belakangnya.dia sangat menghawatirkan keselamatan bayinya yang sepertinya akan segera lahir.


Dia terus berlari sekuat tenaga sampai akhirnya senyuman lega mulai merekah di bibirnya ketika melihat sebuah padepokan dengan papan nama kelinci bambu didepannya.


"Lihat itu, ada seorang wanita berlari ke arah sini."seru seorang murid kelinci bambu pada temannya.


Para murid kelinci bambu itu pun bergegas menghampiri putri gelona yang berhenti karena sudah mencapai batasnya.


"Apakah kau tidak apa apa."tanya salah satu murid khawatir.


Putri gelona tidak menjawab dan hanya meringis kesakitan.


"Sepertinya kau akan melahirkan sekarang nona."ucap murid yang lainnya sopan sebelum mengangkat putri gelona kedalam padepokan.


"Mari kita beritahu guru."


Sagalu terlihat mulai menyerang asal asalan.yang ada dipikirannya saat ini hanyalah menahan semua musuhnya selama mungkin tanpa memedulikan tubuhnya yang sudah dipenuhi oleh darahnya dan juga darah musuhnya.

__ADS_1


"Ajian hati naga tingkat 4".sagalu meningkatkan kecepatannya dan menyerang tanpa henti.


Dia sudah benar benar tak peduli akan kematiannya.


"Tapak pendekar tulang hitam tingkat 2."salah satu pendekar tiba tiba muncul di belakang sagalu dan melepaskan serangannya.


Sagalu terdorong mundur.hidung dan mulutnya mulai mengalirkan darah segar.tubuhnya perlahan jatuh dalam posisi terduduk.Para pendekar yang melihat kesempatan itu segera mengeroyok sagalu.


"Inikah akhir hidupku."


Seorang kakek tua tiba tiba melesat dari kejauhan dan menangkis semua serangan para pendekar tengkorak hitam.


Beberapa saat kemudian beberapa murid kelinci bambu juga datang dan membantu kakek itu.


"Pedang bambu tingkat 2,tenaga bambu hijau."para murid kelinci bambu melepaskan jurusnya bersamaan dan membuat semua pendekar tengkorak hitam meregang nyawa seketika.


Kakek tua itu menoleh ke sagalu dan mengulurkan tangannya.


"Kau tidak apa apa."ucap kakek itu khawatir


Sagalu mengangguk pelan sebelum meraih tangan kakek itu dan bangkit dari duduknya.


"Namaku ki karsa, ketua dari sekte kelinci bambu."ucap kakek itu memperkenalkan diri.


"Terimakasih atas kebaikan anda tetua."balas sagalu sambil menundukkan kepalanya.


"Apakah guru gelona sudah selamat."


Ki karsa tersenyum melihat kesetiaan yang ditunjukkan oleh sagalu.


"Dia sedang dirawat dan akan segera melahirkan."


"Syukurlah kalau begitu."ucap sagalu lega.dia mulai memperbaiki napasnya yang tak beraturan akibat pertarungan tadi.


"Mari ikut aku."ajak ki karsa sebelum melangkah kembali ke padepokan diikuti sagalu dan beberapa murid kelinci bambu di belakangnya.


 


Sedikit pemberitahuan tentang tingkatan pendekar di pendekar naga bintang\=


1.pendekar tingkat pemula\=level 1-5


2.pendekar tingkat awal\=level 1-5


3.pendekar tingkat menengah\=level 1-7


4.pendekar tingkat tinggi\=level 1-4


5.pendekar pilih tanding\=level 1-3


6.pendekar tanpa tanding\=level 1-3


7.pendekar tingkat legenda\=level 1-3

__ADS_1


Terimakasih karena tetap setia membaca pnb


Jangan lupa like ,vote dan komennya🙏


__ADS_2