Pendekar Naga Bintang

Pendekar Naga Bintang
Pernapasan ikan terbang tahap sempurna


__ADS_3

"Sentan, kau yakin tidak usah mengejar Kuyung Lingga?" Tanya Kuyung Batar agak heran.


"Ya biarkan saja dia melarikan diri lagipula aku memang mau melihat gerakannya selanjutnya, lebih baik kita urusi dulu sekte kita." Jawab Kuyung Sentan tenang.


"Aku tahu pelarian itu menimbulkan kerusakan di padepokan tetapi itu tidak terlalu parah, aku yakin kau sudah tahu rencana pelarian ini dari beberapa hari yang lalu mengapa kau tak membuat pencegahan?"


"Sudah kubilang aku ingin melihat gerakan Kuyung Lingga selanjutnya, lalu kau salah paham makaudku bukan mengurusi kerusakan yang ditimbulkan oleh pelarian itu namun maksudku adalah membereskan sisa sisa pengkhianat di sekte kita."


"Yang kau maksud itu Kuyung Garaga kan?"


"Bukan, yang lain."


. . .


"Pedang bambu tingkat 1." Walangka menebaskan pedangnya sekuat tenaga. Dia tidak ingin lagi ditipu oleh kata kata manis Mpu Durga.


"Anak bodoh, kalau begitu aku akan membawamu mati bersama denganku." Mpu Durga mengalirkan energi Ragata ke seluruh tubuhnya. Dia tahu apa resikonya tetapi dia tidak ingin mati di tangan anak kecil. Aura kuat itu mampu membuat tubuh Walangka melambat dan kaku beberapa saat.


"Coba saja!" Aura jurus pedang bambu keluar dari tubuh Walangka dan melepaskan sedikit kekangan dari aura Mpu Durga. Walangka melompat mundur kebelakang karena auranya tak kuat menahan kekuatan aura Mpu Durga lama lama. Dia memutar pedangnya lalu melanjutkan serangan dengan cara memegang pedang terbalik.


"Tebasan energi penghancur tulang." Walangka menebaskan pedang ke arah dada Mpu Durga. Serangan itu berhasil menyayat tubuh Mpu Durga dan membuat celah pertahanannya sedikit terbuka.


"Apa?!" Mpu Durga terbelalak melihat jurusnya digunakan oleh Walangka. Dia hampir tak percaya dengan matanya sendiri. "Bakat anak ini terlalu besar aku harus membunuhnya, harus!!!" Pikir Mpu Durga. Dia merasa Walangka hanya akan menjadi ancaman baginya. Auranya meluap luap menandakan dia sudah benar benar serius.


"Aura ini, seperti waktu itu..." tekanan aura Mpu Durga mengingatkannya saat perang antara sekte Kelinci Bambu dan sekte Hyena Abu Abu. Tepatnya saat Rendita mulai mengamuk di medan pertempuran, tekanan yang dirasakannya dari aura Rendita tidak akan pernah dia lupakan.


"Ajian.." belum selesai Walangka merapal jurusnya, tinju penuh energi Ragata menghantam tubuhnya. Dia terpental mundur beberapa langkah tetapi serangan Mpu Durga selanjutnya langsung menghantamnya lagi. Dia terpental lagi dan kejadian yang sama terus terulang lagi beberapa kali.


"Walangka!" Naga Bintang mengalirkan tenaga dalamnya untuk membantu Walangka tetapi tidak bisa karena ada sebuah energi yang mencoba melawannya.


"Tenaga dalam Walangka, anak ini dia tidak mau menggunakan kekuatanku." Naga Bintang menggeleng gelengkan kepalanya. Dia tak habis pikir dengan Walangka yang bersikeras tak mau dibantu energi Naga Bintang.


Di sisi lain, Walangka rubuh ke tanah dengan darah membasahi seluruh tubuhnya. Dia berusaha untuk bangkit tetapi tubuhnya seolah olah tak mau menuruti perintahnya.

__ADS_1


Kondisi Mpu Durga tak jauh lebih baik darinya. Tubuhnya memutih dan mengeluarkan bau bangkai. Darah yang dikeluarkannya setiap kali batuk darah berwarna ungu dan mengeluarkan bau pekat.


Mpu Durga terduduk di tanah dengan posisi berlutut tepat setelah berhasil menghajar lawannya. Energi Ragata tak berhenti melahap tenaga dalam, tenaga, organ dalam serta pikirannya.


"Pernapasan ikan terbang, aku bisa mengalahkannya jika berhasil menggunakan pernapasan ikan terbang." Gumam Walangka dalam hati. Dia masih tidak mau kalah oleh Mpu Durga.


"Apa sebenarnya yang guru tidak tahu, apa?!" Walangka mulai mengingat ngingat apa saja yang pernah dikatakan gurunya. "Aliri tenaga dalammu ke seluruh tubuhmu dengan lembut, makin lembut makin baik." Kata kata Ki Jagalang itu tiba tiba terngiang di pikiran Walangka.


"Makin lembut makin baik?" Walangka berusaha mencerna perkataan tersebut dan membandingkannya dengan caranya menggunakan pernapasan ikan terbang.


"Lembut lembut lembut.....o iya, benar itu dia." Walangka yang sudah mengerti cara pernapasan ikan terbang yang benar langsung mencoba menggunakannya.


"Berhasil, akhirnya!"


Meski tidak menyembuhkan luka lukanya tetapi pernapasan ikan terbang berhasil meringankan berat tubuhnya. Dia kemudian mencoba untuk bangkit berdiri.


"Anak ini masih bisa berdiri?!" Mpu Durga tak bisa berkutik saat Walangka yang dia yakin sudah mati berhasil berdiri dan melesat ke arahnya.


Walangka langsung mengernyitkan keningnya begitu menoleh ke arah Ki Jagalang yang sudah duduk semedi dengan wajah kaget dan sehatnya.


"Guru kau bangun, kau tidak mati."


"Aku bukan gurumu jika aku bahkan dikalahkan orang yang berhasil dikalahkan oleh muridku, aku tidak akan punya muka lagi jika aku tadi benar benar mati." Ki Jagalang tersenyum penuh makna.


"Lalu bagaimana guru bisa...." ucapan Walangka terhenti. Dia lalu jatuh ke tanah.


"Lukanya sangat parah, ya sudahlah padahal aku sudah memikirkan kata kata keren tadi tapi dia terlanjur jatuh." Ki Jagalang menghembuskan napasnya kecewa.


. . .


Kuyung Batar tampak berjalan menuju ruangan Lemang Kupa tepat setelah dia selesai berbicara dengan Kuyung Sentan.


"Ah, kakang mengapa kau memanggilku." Ucap Kuyung Batar setelah membuka pintu ruangan.

__ADS_1


"Duduklah Batar, apakah semua murid dan para tetua yang lain telah tidur?" Tanya Lemang Kupa. Dari wajahnya terlihat dia sedang sangat waspada.


"Sepertinya sudah Kakang, ada apa?" Jawab Kuyung Batar setelah duduk. Walau tahu ada yang tidak beres dengan kakangnya itu namun dia memilih untuk tidak menanyakannya.


"Apa kau merasa ada yang aneh dengan Kuyung Sentan?"


Kuyung Batar sontak kaget mendengar pertanyaan itu. Dia berusaha menyembunyikan keterkejutannya namun Lemang Kupa tetap dapat menyadarinya.


"Aku tahu pertanyaanku ini aneh tetapi ini sangat penting." Ucap Lemang Kupa sembari menatap serius Kuyung Batar.


"Se..seingatku tidak ada kakang." Ucap Kuyung Batar sedikit terbata bata.


Lemang Kupa menghembuskan napasnya. "Lalu apa pendapatmu tentang Kuyung Sentan yang bahkan tak bisa menemukan tempat anak pemilik energi Naga Bintang selama 12 tahun?"


"I..itu." Kuyung Batar tidak bisa menjawab pertanyaan Lemang Kupa. Memang benar bagaimana mungkin orang yang dijuluki Ksatria Dua Dunia tidak dapat menyadari hal dengan petunjuk yang cukup jelas.


Jika waktu itu Lemang Kupa tidak terlalu larut dengan kesedihannya, diapun bisa saja menemukan tempat Walangka berada dan dapat mengetahui alasan mengapa Kuyung Lingga menjebak Putri Gelona dengan hanya hitungan hari.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan Kuyung Sentan tetapi kita tetap harus menyelidikinya, dan yang terpenting jangan lengah dan berhati hati."


"Baiklah kakang, o iya apa kakang yakin ingin membatalkan rencana membawa dan melatih Walangka disini?"


"Kondisi sekte kita sedang tidak stabil sementara sepertinya hubungan antara Walangka dan sekte Hyena Abu Abu kurang baik, ditambah banyak sekali sekte sekte aliran hitam yang mengincar kita lebih baik membiarkan Ki Jagalang untuk menjaganya di tempat terpencil seperti gunung Karacak."


"Baiklah kakang, kalau begitu saya izin keluar dulu." Kuyung Batar membungkuk memberi hormat lalu keluar ruangan Lemang Kupa. Sesampainya dia di ruangannya, dia langsung berpikir keras dengan yang baru saja dibicarakannya dengan Lemang Kupa.


Beberapa saat kemudian dia tiba tiba teringat kejadian saat dia menjemput Kuyung Sentan yang berada di kerajaan Kertayuba. Sebuah kalimat dan reaksi aneh yang ditunjukkan Kuyung Garaga 12 tahun yang lalu terngiang kembali di kepalanya. (Chapter 2\=Rencana tersembunyi Kuyung Lingga)


"Apa jangan jangan yang dimaksud oleh Kuyung Garaga waktu itu adalah..." Kuyung Batar segera bangkit lalu buru buru melangkah keluar ruangannya. Dia ingin cepat cepat mengetahui maksud perkataan Kuyung Garaga waktu itu dengan bertanya sendiri kepada orangnya.


---------------------


maaf karena baru update, sebenarnya naskah sudah selesai 2 hari yg lalu tapi anehnya reviewnya gk selesai selesai. setelah itu saya apus mangatoon dan saya ganti noveltoon baru lancar lagi. haduuh y sudah selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2