
Kuyung Sentan tampak berjalan menuju ruangan pelatihan para murid. Dia ingin mengecek kondisi pelatihan murid muridnya terlebih dahulu sebelum berlatih ajian hati naga tingkat delapan kepada Lemang Kupa.
Dia menyimpan kitab hati naga ke dalam saku bajunya lalu menggunakan tenaga dalamnya untuk menyembunyikan aura khas milik kitab hati naga.
Setelah sampai disana, dia menyapa murid muridnya lalu membantu mereka berlatih ajian hati naga serta memberikan beberapa latihan kecil tambahan juga sedikit nasehat dan penjelasan lanjutan dari ajian hati naga.
Umumnya, murid murid di sekte singa bara api dibagi bagi tingkatan pelatihannya berdasarkan usianya yaitu,
7-10\=berlatih ajian hati naga tingkat 1
\=untuk pendekar tingkat pemula
11-14\=berlatih ajian hati naga tingkat 2
\=untuk pendekar tingkat awal
15-18\=berlatih ajian hati naga tingkat 3
\=untuk pendekar tingkat menengah
19-22\=berlatih ajian hati naga tingkat 4
\=untuk pendekar tingkat menengah
23-26\=berlatih ajian hati naga tingkat 5
\=untuk pendekar tingkat tinggi
__ADS_1
27-30\=berlatih ajian hati naga tingkat 6
\=untuk pendekar tingkat pilih tanding
31-34\=berlatih ajian hati naga tingkat 7
\=untuk pendekar tingkat pilih tanding
Untuk ajian hati naga tingkat delapan dan tingkat sembilan, karena membutuhkan tenaga dalam yang sangat besar maka hanya dapat digunakan oleh seseorang yang telah mencapai tingkat tanpa tanding dan legenda.
Setelah memberikan penjelasan, Kuyung Sentan segera pergi ke tempat Lemang kupa. Dia sedang mengejar waktu sebab langit telah menunjukkan bahwa malam tak lama lagi datang.
Tok!
Tok!
Tok!
"Ada apa Sentan?." Tanya Lemang kupa.
"Aku membutuhkan bantuan kakang untuk mengajariku ajian hati naga tingkat delapan."
"Tingkat delapan?, berati kau sudah berhasil menerobos ke tingkat tanpa tanding?."
"Benar kakang."
"Bagus bagus, begitulah tetua singa bara api." Lemang kupa menepuk nepuk punggung kiri Kuyung Sentan.
__ADS_1
"O iya kakang, ada yang ingin kulaporkan."
"Masalah Kuyung Garaga?." Ucap Lemang Kupa berusaha menebak apa yang akan dilaporkan Kuyung Sentan.
"Benar kakang, nanti malam dia akan mulai bergerak."
"Oh, itu sebabnya kau ingin berlatih ajian hati naga tingkat delapan?."
"Ya kakang, ngomong ngomong apakah ada kabar terbaru dari guru besar?."
"Tidak ada, terakhir kali guru menghubungiku dia hanya memberitahuku tentang kelahiran pemilik energi naga bintang, namun dia tidak serta merta memberitahuku dimana pemilik energi naga bintang itu lahir ataupun siapa dia, itu sebabnya aku menyuruh Kuyung Batar untuk mencari informasi tentang anak itu." Lemang Kupa mengelus elus dagunya.
"Baiklah, mari kita mulai latihannya." Ajak Lemang kupa sebelum melangkah keluar ruangannya diikuti oleh Kuyung Sentan di belakangnya.
. . .
Matahari perlahan tenggelam di ufuk barat digantikan oleh bulan yang ditemani cahaya putih kebiru biruan miliknya. Angin malam bertiup lembut membuat siapapun yang terkena menggigil dengan perasaan dingin yang menusuk tulang.
Di salah satu sudut padepokan sekte singa bara api, tepatnya di sebuah ruangan milik salah satu tetua sekte singa bara api, seorang pemuda setengah baya tampak sedang berjalan mengendap endap keluar dari ruangan itu.
Dia terus berjalan mengendap endap sambil sesekali berhenti untuk memeriksa sekitar. Setelah dirasa sudah cukup dekat dari tempat yang ingin didatanginya, dia yang tadinya menyembunyikan tenaga dalamnya sekarang menggunakannya lalu melesat menuju tempat itu.
Pemuda itu akhirnya berhenti melesat setelah sampai di sebuah pintu kecil yang terbuat dari batu di ujung padepokan. Dia lalu membuka pintu itu kemudian melangkah masuk ke dalam sambil tetap mengendap endap.
Beberapa saat kemudian, saat dia telah tiba di dasar tempat itu, puluhan ruangan kecil yang dilengkapi dengan jeruji besi di depannya terlihat berjejer di tempat itu.
"Semoga saja Kuyung Sentan tidak menganggap serius perkataanku tadi." Gumam pemuda itu sebelum mulai berjalan menyusuri tempat itu.
__ADS_1