Pengganti Yang Tidak Diinginkan

Pengganti Yang Tidak Diinginkan
Bab 10 Bersihkan badan


__ADS_3

Menonton di rumah orang asing dan di apit dua pemuda kacak bukanlah sesuatu hal yang pernah berlaku dalam hidup Hana. Apa lagi ini sudah malam dan di rumah lelaki pula.


"Kenapalah mama izinkan saya ikut bos. Isssss... sebenarnya apa saja isi dari kontrek kerja saya ya? Saya pun boodoohh. Terus saja tandatangan surat kontrek tanpa baca." Hana memukul kepalanya.


Kedua pemuda itu menoleh ke arah Hana hairan.


"Kamu kenapa?"


Mereka berdua serentak bertanya memperhatikan perempuan yang memukul kepalanya sendiri.


"Ah tidak apa-apa."


Trit tit tut tit


Tiba-tiba telepon Sebas berbunyi. Muka Sebas berubah bagaikan mentari pagi yang ceria. Dia cepat-cepat berdiri menjauhi mereka menyambut panggilan telephone.


"Sayang, kamu call tepat waktunya. Rinduuuuuu sangat."


Bla bla bla bla


Entah apa lagi kata-kata romantis yang diucapkan pasangan kekasih itu. Saat ini dunia bagaikan milik mereka berdua saja.


Bring mengangkat bahunya tanda tidak kisah dengan best friendnya yang sibuk memadu kasih.


Hana juga hanya mengangkat satu alis matanya tinggi.


"Movie ini kamu pernah tonton? Movie seram lawak."


Hana menggelengkan kepala.


"Sebenarnya saya pun belum pernah lihat movie yang ini. Kamu takut movie seramkah?'


Sekali lagi Hana menggelengkan.


"Ahhhh..." Teriak Hana ketakutaan lalu menyembunyikan wajahnya di belakang Bring.


Suara teriakan Hana mengejutkan Bring juga Sebas. Mata sebas melilau dari balcony melihat ke dalam ruang tamu sambil telinganya mendengar suara manja di hujung sana.


Mirna mengubah video call mereka tadi ke suara biasa saja. Kerana beralasan entah apa-apa yang tidak didengar dengan betul oleh Sebas.


Saat Sebas bermadu kasih dengan kekasihnya lewat telephone, matanya tetap mengawasi pergerakan di dalam memperhatikan kedua orang di sana.

__ADS_1


Movie yang menayangkan adegan sebentar lucu kemudian sebentar seram, membawa adegan yang berubah-ubah juga di hati Sebas.


Fokus Sebas mulai hilang dibalik kaca dinding pembatas balcony dan ruang tamu yang ditempati dua orang itu


Hana yang terkejut dengan suasana seram movie itu sudah berkali-kali menarik dan bersembunyi di belakang Bring. Saat movie itu luvu lawak begitu, Hana dengan santai tertawa lepas tanpa ada yang menganggunya.


Fokus Bring menghilang apabila gadis di sampingnya selalu meraih tangannya malah kadang memeluk tangan itu sebagai tempat menyembunyikan wajah takutnya saat cerita menjadi seram.


Ada kenyamanan terbit di hati Bring. Itu dapat dilihat oleh Sebas. Hati Sebas tidak suka. Saat Bring ingin merangkul bahu Hana, dia menepis tangan itu lalu duduk lagi di samping Hana.


"Ahhh Bas, suka-suka saja tepis tangan orang," kesal Bring yang tidak disedari Hana yang fokus menonton.


Sesaat kemudian dengan takutnya dia terpekik menarik kakinya naik ke atas sofa dan berputar ke sisi di mana Sebas duduk lalu membenamkan mukanya ke dada Sebas.


Deggg


Ada sedikit cemburu di hati Bring apabila Hana beralih ke arah Sebas.


Setelah beberapa saat begitu, Hana menonton melihat layar telivision lagi. Sedangkan kedua pemuda itu sudah hanyut dengan perasaan sendiri.


Tiba-tiba Hana ketawa terdekeh-dekeh memukul paha para pemuda itu tanpa sedar.


"Kamu lihat yang itu...hahaha... Hantunya masuk di bawah gaun baju wanita itu terus hahaha... dia keluar dengan cepat haha.. apa kata temannya? Hantu itu lari kerana di dalam sana penuh semak hahahaha."


"Hei assistant, dengarkah?" Hana hanya menoleh ke arak kedua pemuda yang duduk tidak tenang itu dalam keadaanmasih ketawa dengan tangan di atas paha kedua orang itu.


Tanpa tanda akan ada slot seseram itu di tayangkan Hana kembali berpaling dan memembenamkan wajahnya ke dada Bring.


Degggg


Degggg


"Ahhhh perempuan ini benar-benar menganggu hati dan perasaan."


"Ingin ku peluk dia selalu."


Ada dua hati di landa ombak mengetarkan jiwa. Keduanya saling membantah. Ah entahlah kenapa mereka begitu.


Keduanya sudah berteman. Sudah punya kekasih. Tapi kenapa gadis disisi mereka ini membuat hati mereka nyeri?


Di akhir movie itu kejutan yang benar-benar menakutkan bagi Hana terjadi. Dia bergetar ketakutan. Dia menarik tangan keduanya ke pelukannya menyembamkan muka pada tangan-tangan itu.

__ADS_1


Tubuh Hana yang bergetar dapat dirasai kedua pemuda itu. Dibalik tangan mereka yang sudah ditarik seeratnya menempel ke dada Hana dapat merasakan nikmat lainnya yang mengasyikkan.


Dada lembut itu menempel di lengan mereka. Hangat. Sangat hangat walaupun yang empunya dada bergetar ketakutan.


Hana menarik kedua lengan yang tegap itu lebih rapat ke dadanya. Dia memeluk tangan-tangan itu dan merasakan kehangatan yang menenangkan.


Entah berapa lama kedua lelaki itu membiarkan Hana merasakan hangat tangan mereka. Pada masa sama para pemuda itu juga sebenarnya menikmati ada benda lembut yang menempel di tangan bertuah itu.


"Eiiii tangan.." Hana melemparkan tangan-tangan yang dia peluk setelah sedar dari takutnya.


"Berterima kasihlah kerna ada tangan kami tempat kamu hilangkan takut," marah Sebas tidak terima perlakuan Hana membuang tangan gagahnya.


Bring berdiri menuju ke toilet kerana mahu pipis yang hampir keluar.


"Ahhhh Hana .. kamu ini ada-ada saja. Nasib baik saya setia dengan cinta ku," gumam Bring di dalam toilet. Dia mencuci muka lalu keluar.


"Jam berapa bola sepak mula main?'


"Mmm jam 2 pagi Bas," jawab Bring setelah duduk lagi di sofa sama.


Hana yang pergi ke dapur mengambil air menyerahkan dua botol air kepada para atasannya.


Hana berdiri menyandar di ambang pintu dapur menguap. Tidak hairan kalau gadis itu menunjukkan tanda-tanda ngantuknya kerana ini sudah jam tidurnya di rumah.


"Assistant kamu ke mana? Sini kamu kita akan menonton bola sepak nanti jam dua pagi." Sebas si tuan ceo berpaling melambai Hana.


"Saya tidak selesa tuan. Kalau boleh saya mahu mandi sekarang," ucap Hana polos menggaru tangannya


"Hmmm.." Sebas berganjak menuju kamarnya. Tidak lama dari itu dia membalingkan sesuatu kepada Hana.


"Bersihkan badan. Cari sja baju di dalam. Habis itu duduk disini." Tegas dan dingin suara Sebas mendengung di telinga Hana.


Di kamar mandi, Hana bernyanyi sambil mandi sepuas hati membersihkan tubuhnya yang sudah melekit.


"Ehh saya pakai aja sabun tuan Sebas yang ini. Hihi tuan suka haruman bunga mawar, macam perempuan pula. Nasib juga dia ada sabun lain yg ini." gumam Hana meratakan sabun itu ke seluruh badannya.


Sebenarnya dia juga guna sabun sama di rumah.


Selesai mandi Hana mengambil tuala yang diberikan tuan Sebas untuk badannya lalu digunakan juga mengeringkan rambutnya.


Ceklek.. pintu kamar dibuka. Gadis itu keluar dengan balutan tuala di kepalanya menampakkan lehernya yang halus dan lembut.

__ADS_1


Gluppp


Awas ada yang telan salivanya.


__ADS_2