
"Grmmmm Grmmmmmmm." Yani menggeram di kamarnya.
Matanya sudah melotot. Kesadarannya akan hilang. Namun kepalanya menggeleng tanda bahwa Yani tidak mau, dia bisa melawan sesuatu yang ingin masuk dalam tubuhnya, entah apa atau siapa pun itu.
Kami semua berkumpul memutari Yani. Tiga orang diantara kami memeganginya. Yang lainnya membaca Alquran dan surat-surat pendek sebisa kami.
Ya, Yani akan kesurupan. Namun dia masih setengah sadar. Yani sedang berjuang melepaskan diri dari 'makhluk' yang entah apa itu. Kami hanya bisa membantunya dengan sama-sama meneriakkan, memanggil nama Yani agar lekas sadar.
"Yan, istighfar, Yan. Astaghfirullahaladziim."
Mawar, teman sekamar Yani tak henti-hentinya meneriakkan kalimat itu pada telinga temannya. Yani terus menggeram. Badannya mulai kaku. Tangannya yang dipegangi teman-teman mulai berontak. 'Makhluk' itu semakin dalam memasuki tubuh Yani.
"Yan sadar, Yan!!"
Kami semua masih berusaha. Bacaan alquran kami tetap berjalan. Riuh sekali di kosan malam itu.
Mawar selaku teman sekamar Yani, yang juga teman akrabnya sedari SMA, sudah hapal betul bahwa temannya itu sudah 'bolong'.
'Bolong' adalah istilah yang digunakan untuk mereka yang tubuhnya pernah dirasuki makhluk lain. Ibarat kata, pertahanan dirinya sudah jebol. Bagi mereka yang sudah pernah "bolong" walau sekali, katanya akan rawan untuk bisa dimasuki lagi oleh 'mereka'. Dan itulah keadaan yang sedang terjadi pada Yani.
__ADS_1
Malam itu, pertama kalinya di kosan kami ada kasus kesurupan. Selama ini 'mereka' memang rajin sekali menyapa kami, baik hanya lewat suara-suara bahkan sampai menampakkan diri. Namun mungkin 'mereka' ingin mencoba hal lain, yaitu dengan memasuki tubuh salah satu diantara kami. Entah apa tujuan 'mereka'.
Yani masih menggeram. Namun kesadarannya masih ada. Sepersekian persen diri Yani masihlah dirinya. Sementara sebagian banyaknya sudah dimasuki oleh 'dia'.
Kami terus berusaha agar Yani sadar. Semua dari kami malam itu berkumpul di kamar Yani. Dan kami semua perempuan. Kalian bisa bayangkan bagaimana kami berusaha menahan lengan Yani yang mulai berontak?
Namun kami tak menyerah. Kami terus berusaha membuat teman kami itu sadar. Sampai pada akhirnya Yani seperti ingin muntah.
"Hooooggg."
Mulut Yani terbuka. Seolah ada sesuatu yang telah keluar dari sana.
Kami diam memperhatikan. Dan Alhamdulillah Yani sadar. Matanya menangis. Namun Yani sudah benar-benar dirinya sekarang.
Katanya, dia dan Yani sedang mengerjakan tugas bersama. Namun saat Mawar sedang fokus dengan pekerjaannya, Yani tiba-tiba menangis.
"Huuu huuu huu." Suara tangisan Yani tak biasa.
Mawar langsung menghentikan pekerjaanya. Dia sudah hapal kelanjutan apa yang akan terjadi terhadap temannya itu.
__ADS_1
"Yan, Yan, sadar Yan!!"
Mawar mengguncang-guncang tubuh Yani yang saat itu kepalanya sudah menunduk.
"Huuuuu, Huuuuu." Yani masih menangis.
"Yan. Astaghfirullah. Sadar Yan!!!"
Mawar terus mengguncang-guncang tubuh Yani. Namun tak lama,
"Fuuuuuh."
Akhirnya Yani menghelas napas. Ia kembali sadar. Mawar bersyukur, temannya itu tidak jadi dirasuki. Namun tak selang lama dari itu, Yani malah menggeram. Dan saat itulah Mawar memanggil kami semua.
***
Aku tidak tahu pasti apa penyebab seseorang bisa kerasukan/kesurupan. Karena aku pribadi tidak pernah merasakannya, dan semoga jangan sampai. Ini tubuhku. Maka hanya akulah yang berkuasa atas tubuhku, bukan 'mereka'.
Bagaimana pun juga, 'mereka' memang ada. Dan mereka selalu ingin menunjukkan eksistensinya agar kita tahu bahwa mereka ada. Tapi semenakutkannya mereka, kita punya Allah yang lebih wajib kita takuti.
__ADS_1
Halau 'mereka' dengan pendekatan kita yang lebih terhadap Allah. Karena tugas utama mereka adalah membuat manusia takut terhadap mereka, melebihi takutnya kita terhadap Allah.
Naudzubillah.