
Maghrib datang. Para tentara bersiap untuk melaksanakan sholat berjamaah. Setelah sholat, mereka punya waktu kosong untuk beristirahat. Banyak diantara mereka yang memanfaatkan waktu untuk makan. Sampai suatu ketika ...
"Bambang kemana lagi?" Tanya salah satu anggota regunya.
"Lah?? Memang di dalam tenda tidak ada?" Tanya yang lainnya.
"Tidak ada."
Dan, ternyata malam itu Bambang hilang lagi. Dari lepas maghrib hingga lepas isya, Bambang belum juga terlihat batang hidungnya. Seluruh anggota akhirnya kembali berpencar mencari Bambang di tengah gelap. Mereka menyisir area sawah hanya dengan bermodal senter.
Kabar hilangnya Bambang malam itu merebak ke telinga warga. Karena bagaimana pun ada saja warga yang berkunjung ke area perkemahan hanya sekedar penasaran melihat aktivitas para tentara itu. Namun yang terjadi adalah salah satu anggota mereka ada yang hilang, entah kemana.
Satu persatu warga mendengar kabar hilangnya satu tentara itu, hingga sampailah kabar itu ke telingaku yang malam itu sedang nongkrong di warung depan bersama para tetangga.
"Eh itu benar ada tentara hilang?" Tanya salah satu tetangga memulai pembicaraan.
Jika para tetangga sudah berkumpul, yang dilakukan tak lain dan tak bukan adalah gibah 😅
"Iya katanya. Dari sore hilang," jawab salah satu lainnya.
Aku hanya diam mendengarkan sambil memakan kwaci yang aku beli dari warung.
__ADS_1
"Itu kenapa bisa hilang sih? Nyasar mungkin dia," ucap yang lainnya.
"Dengar-dengar sih katanya pas siang dia ini nebang ranting dari pohon besar yang ada di kuburan. Nah katanya pohon besar itu kan terlarang."
Para tetangga saling menimpali. Mereka semua sudah ibu-ibu dan bapak-bapak usia di atas 40 tahunan, bahkan ada yang 70 tahunan. Tentang seluk beluk makam Keramat dan wilayah di sekitarnya, tentulah mereka tahu. Sementara aku? Aku hanya menikmati cerita mereka.
Walau aku tidak tahu banyak tentang makam Keramat, namun setidaknya aku tahu kalau makam Keramat ini memang terkenal angker.
Bukankah semua pemakaman juga begitu??
Makam Keramat berbeda. Dari kecil aku sudah mendengar bahwa makam di desaku itu angker. Bahkan sampai ada youtuber entah siapa aku lupa, dia sampai meliput makam di desaku itu dengan konten penulusuran makam Keramat malam-malam. Hiy, ngeri kali bah!!
Malam itu pun aku langsung dibanjiri oleh pesan masuk dari teman-teman yang satu kota denganku namun yang berbeda desa.
📩 Eh kabar itu benar tidak sih?
📩 Lokasinya dekat rumahmu tidak?
📩 Gimana cerita tentang tentara yang hilang?
Woaaah, intinya malam itu ramai. Di dunia maya dan dunia nyata, semua membahas tentara yang hilang.
__ADS_1
Aku masih duduk mendengarkan cerita para tetangga.
"Benar ramai di Keramat??" Tanya si pemilik warung, mang Rudi.
"Iya benar. Sampai berjejer itu motor sudah kayak parkiran saja. Kalau kamu jaga parkir di sana bayar seribu-seribu, dapat banyak itu!" Jawab salah satu diantaranya sambil tertawa.
"Hahaha, iya iya. Ya sudah coba ah saya kesana."
Mang Rudi lalu menyalakan motornya dan berlalu menuju Keramat. Hanya selang beberapa menit, mang Rudi kembali.
"Gila! Benar-benar penuh sudah macam pasar malam saja," ucap mang Rudi tertawa yang masih duduk di motornya yang terparkir dekat dengan kami duduk.
"Terus bagaimana itu tentaranya ketemu belum?" Tanya yang lainnya.
"Belum. Malah katanya ada yang lapor pada kepala desa untuk minta bantuan. Dan katanya kepala desa mengusulkan agar warga nanti berkumpul bawa alat-alat dapur, lalu semuanya bunyikan alat dapur itu mengelilingi area perkemahan bersama-sama."
Aku merinding mendengar penjelasan mang Rudi. Membunyikan alat-alat dapur? Sudah macam mencari anak kecil yang hilang digondol kolong wewe saja.
Suasana malam itu jadi mencekam. Beberapa tetangga ikut berangkat ke makam Keramat sambil membawa alat-alat dapur mereka. Saat itu sudah pukul 10 malam, dan belum ada tanda-tanda Bambang kembali.
Kemanakah dia sebenarnya?
__ADS_1