Penghuni Kosan?

Penghuni Kosan?
Sesuatu pada Jemuran


__ADS_3

Sebelum baca, LIKE, KOMEN, dan VOTE nya jangan lupa ya teman-teman. Terimakasih 😍


🍃


Hari itu aku tidak ada bimbingan skripsi. Jadi aku hanya berdiam diri di kosan menunggu temanku datang. Katanya dia akan berkunjung ke kosan baruku. Sekitar pukul 9 pagi, temanku sudah datang. Kami berbincang sebentar sebelum kami kemudian pergi keluar.


"Aku mau siap-siap dulu," pintaku padanya untuk keluar kamar dulu karena aku akan bersiap-siap dandan.


"Oke," jawabnya sambil keluar kamar.


Aku segera menutup pintu dan jendela lalu bersiap dandan. Tak lama, aku sudah selesai.


"Dari mana?" Tanyaku pada temanku yang terlihat mondar-mandir.


"Lihat-lihat kosan. Di atas jemuran ya?" Tanyanya.


Kebetulan kamarku ada dipaling belakang. Setelah kamarku ada dapur. Dan setah dapur ada tangga menuju atas. Di sanlah tempat kami para anak kosan menjemur pakaian.


"Di sini yang ngekost ada anak cowoknya juga?" Tanyanya lagi sambil duduk di tepian pintu kamarku.


"Tidak ada. Perempuan semua di sini sih. Kenapa memangnya?" Aku penasaran.


"Di jemuran ada celana dalam cowok," ucap temanku setengah berbisik.


"Hah? Serius???"

__ADS_1


Dia mengangguk. Aku longokkan kepalaku pada kamar nomor 1 yang letaknya dekat dengan gerbang. Aku pikir celana dalam itu milik pacar kamar nomor 1. Karena dari sore kemarin aku lihat si pacar kamar nomor 1 sudah nangkring di kamar itu sampai malam. Dan setelahnya aku tidak tahu karena malam tadi jam 9 aku sudah mengunci diriku dalam kamar.


Apakah lelaki itu menginap?


Kosan baruku ini memang berbeda dengan kosan lamaku. Di kosan baruku tidak ada ibu kostnya. Sehingga itu membuat anak-anak kost berbuat sesukanya. Bahkan sampai memasukkan pacarnya dalam kamar hingga pagi.


"Ckckck," aku berdecak heran.


"Kenapa?" Tanya temanku.


"Sepertinya celana dalam itu milik kamar nomor 1. Kemarin pacarnya datang. Tapi untuk apa coba itu celana sampai dicuci segala?" Aku menyelidik penasaran.


Temanku langsung mengerti arah pembicaraanku.


"Lagipula itu ceweknya mau gitu yaa nyuci celana dalam orang?" Aku merinding ngeri membayangkan kalau-kalau aku harus mencuci celana dalam pacar. Hiiiiyaaaaa.


Akibat penemuan celana dalam di jemuran kosan, otakku dan otak temanku akhirnya berpikiran yang tidak-tidak. Bagaimana tidak? Celana dalam dicuci tandanya apa? Kotor kan? Dan penyebab celana dalam kotor itulah yang membuat otak kami seketika angker 😅


Jangan ditiru ya!


***


Seperti biasa malam itu aku sendiri. Sendiri dalam artian karena tidak ada orang di kosan baru yang bisa aku ajak berbincang. Sungguh aku sudah tidak kuat di sana. Bosan. Padahal penghuni kamar lain semuanya ada di dalam kamarnya masing-masing. Tapi aku merasa sepi.


Sunyi dalam keramaian.

__ADS_1


Aku rebahkan tubuhku pada kasur hendak terpejam, hingga ....


PET!!


Lampu mati. Kamarku langsung gelap gulita. Aku kaget sekaligus takut bukan main. Pasalnya kamar kosanku sekarang tidak selengkap kosanku yang dulu. Dulu, semua barang-barang darurat ada di kamarku. Senter, lilin lengkap dengan korek, segala snack, sampai segala obat-obatan pun ada.



(Ini foto real obat-obatan yang aku sediakan saat jadi anak kosan yaa. Tadi langsung ngoprek instagram. Dari obat deman sampai obat mencret pun ada 😅 Sedia payung sebelum hujan.)


Namun di kosan baru aku belum membawa apa-apa. Aku panik bukan kepalang. Aku harus minta tolong pada siapa? Aku berdiri dan meraba-raba kesana kemari. Untuk mencari ponsel yang aku letakkan di atas lemari pun aku kesusahan. Aku takut salah pegang 😅 Aku takut aku menyentuh apaaaaa begitu yang sekiranya mencurigakan. Bayanganku sudah mengada-ada. Dalam kondisi yang gelap gulita, aku takut di pojokan ada makhluk lain.


Aku sudah meraih ponselku. Segera aku nyalakan ponsel untuk mendapatkan sedikit penerangan. Aku buka pintu kamarku dan melongok keluar. Semuanya gelap. Malam itu memang mati lampu.


Aku berjalan perlahan menuju depan kosan. Karena penghuni kamar nomor 1 juga sedang melongokkan kepalanya keluar. Dari lorong kamar, aku lihat di depan ada beberapa orang berlalu lalang.


"Di depan ada apa ya, Mbak?" Tanyaku pada penghuni kamar 1.


"Ada orang meninggal," jawabnya singkat.


Ada orang meninggal di saat mati lampu begini? Yaa Allah, kasihan sekali.


Aku teruskan jalanku sampai di gerbang depan. Aku longokkan kepalaku ke arah kanan. Dan benar saja, di sana ada beberapa orang yang berlalu lalang memakai sarung dan peci. Dua rumah dari kosanku, sudah terpasang bendera kuning di sana.


Innalillahi, semoga si almarhum/almarhumah husnul khotimah.

__ADS_1


__ADS_2