Penghuni Kosan?

Penghuni Kosan?
PPL (Part 1)


__ADS_3

Halo teman-teman Bebee 😍


Di beberapa episode ke depan, aku ingin menceritakan pengalamanku selama PPL (Program Pengalaman Lapangan) dulu yaa. Nanti aku akan membaginya menjadi beberapa part. Soalnya masa PPL lumayan lama, kurang lebih 3 bulan. Otomatis banyak kisah-kisah di dalamnya. Ini masih masuk dalam bab KOSAN. Pokoknya cerita-cerita yang aku tulis disini adalah cerita selama aku menjadi anak kosan dan semua bagian di dalamnya.


Jika ada yang bertanya, "Thor ini kisahnya fiktif atau nyata?"


Ku jawab, ini 100% nyata yaa. Kisah yang benar-benar aku alami sendiri.


Silakan ambil pelajaran sebanyak mungkin jika ada. Namun jika tidak, anggap saja ini bacaan di waktu senggang kalian.


Jangan lupa jejak LIKE, KOMEN, dan VOTE nyaa yaa.


Oh iya, kritik dan sarannya juga aku tunggu yaa 🤗


Enjoy 😘


-------------------------------------


KUPU-KUPU.


Kalian tahu apa itu?


Itu adalah istilah untuk aku dan teman-temanku, kami adalah mahasiswa kupu-kupu_kuliah pulang, kuliah pulang, hehe.


Tak terasa aku sudah memasuki semester 6 saat itu. Dan untuk mahasiswa semester 6, saatnya kami menikmati masa PPL (Program Pengalaman Lapangan).


Berhubung aku adalah mahasiswa keguruan, maka tempat PPL ku tak lain adalah sekolahan. Dan aku mendapatkan tugas untuk melatih kemampuan mengajarku di salah satu SMK di kota A, sebut saja SMK Mandiri.


Hari itu aku dan kesepuluh temanku datang ke SMK Mandiri bersama untuk observasi pengenalan lingkungan sekolah. Di sana kami juga baru saling berkenalan. Walau sama-sama mahasiswa keguruan, tapi kami tidak saling mengenal. Karena masing-masing dari kami berbeda jurusan. Ada dari jurusan pendidikan Ekonomi, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.


Ya, kami semua dijadikan satu dalam satu sekolahan, yaitu SMK Mandiri dan mengajar di kelas XI.

__ADS_1


Aku senang mengajar di sana karena teman-teman seperjuanganku semuanya baik, solid, dan menyenangkan. Kami saling bantu. Murid-murid yang kami ajar pun menyenangkan, Alhamdulillah.


Tapi di balik semua kisah menyenangkan itu, selalu ada saja kisah tenteng 'mereka'. Terlebih sekolah yang aku dapatkan memang sudah menyeramkan dari dulunya, katanya.


"Kata siapa?"


Kata guru senior yang mengajar di SMK itu.


Kami para mahasiswa PPL di SMK Mandiri sudah di sediakan satu ruangan khusus, anggap saja kantor khusus guru PPL. SMK Mandiri terletak di tengah kota dengan berjejer pohon beringin besar di depannya.


Dan kalian tahu?


Rumornya, pohon beringin itu TIDAK BOLEH DITEBANG, entah karena alasan apa, aku pun tidak tahu. Tapi marilah kita berpikir positif, anggap saja pohon itu dilarang ditebang agar udara tetap sejuk, dan juga untuk menaungi murid-murid yang sedang menunggu angkot.


Oke yaa?


SMK Mandiri sangat luas. Sepertinya 3 kali luasnya dari sekolahku dulu jaman SMA. Guru di SMK Mandiri ada lebih dari 100. Ruangannya banyak sekali. Aku lupa jumlahnya.


Di SMK mandiri banyak sekali ruangan praktiknya. Ada ruang praktik tata boga, isinya jelas lemari besar dan kompor-kompor. Ruang praktik perhotelan, isinya seperti ruangan hotel pada umumnya. Kasur-kasur berjejer dengan sprei warna putih. Kalian bisa bayangkan bagaimana seramnya ruangan itu kalau malam?


Sekolah biasa saja sudah seram kalau malam, apalagi ini ada ruangan serba putihnya. Ew ....


Selanjutnya ada ruangan jahit. Disana banyak sekali manekin-manekin berdiri di pojokan untuk menaruh pakaian hasil jahit siswa-siswa. Dan ya, silakan dibayangkan juga bagaimana keadaan di ruangan itu kalau malam. Apa manekin yang memakai gaun pengantin dengan rambut wig terurai itu akan hidup? Yaa entahlah.


Belum lagi ruangan praktik IPA yang berisi berbagai macam contoh kerangka manusia, organ dalam manusia, dan segala macam bentuk tengkorak.


Ruang kesenian juga, yang isinya seperangkat alat gamelan. Aku tidak tau mengapa ya, alat gamelan selalu terlihat seram. Padahal itu adalah alat musik yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang. Gamelan di kampusku dulu, kalau malam suka berbunyi sendiri, katanya.


SMK yang aku tempati ini memang benar-benar luas. Sekolah ini memiliki 36 kelas dengan tiga lapangan luas. Dua lapangan di bagian depan_yaitu di tengan-tengah kelas utama, dan lapangan satunya yaitu lapangan voli, yang terletak di area belakang.


Dan,lagi-lagi, ada satu rahasia di sana yang kami tidak tahu apa itu. Salah satu guru senior memperingatkan kami, agar kami TIDAK PERNAH memasuki wilayah belakang sekolah, yaitu wilayah lapangan voli jika waktu sudah lebih dari jam 4 sore.

__ADS_1


Ada apakah di sana?


Ya, kami sebagai tamu hanya bisa mematuhi aturan yang sudah dibuat.


Selain itu, entah apa penyebabnya juga, siswa SMK Mandiri yang berjumlah lebih dari 1.500 siswa itu, setiap harinya ada saja yang kesurupan. Dan menurut guru-guru di sana, itu adalah hal biasa.


Biasa?? Aneh kan?


Yaa dan pada akhirnya, aku pun kena juga menjadi sasaran kejahilan 'mereka', dan beberapa temanku yang lainnya juga.


Saat itu aku hendak ke toilet. Letaknya yaitu di seberang ruang PPL, hanya terbatasi oleh lapangan basket. Aku pergi ke toilet sendirian saat itu. Di sana ada tiga ruangan toilet berjejer. Dan aku masuk ke toilet nomor 1.


Karena ke toilet sendirian, ponsel yang aku bawa aku gantungkan pada paku yang ada di dalam sana. Kebetulan ponselku ada tali gantungnya.


Setelah aku gantungkan ponselku, aku bergegas melaksanakan hajatku. Aku dalam posisi diam saat itu, sampai saat aku melihat ke arah ponsel ...


Ponselku bergerak 😑


Kalian bisa bayangkan ponsel yang tergantung pada paku tembok? Kalian bisa bayangkan kan posisinya bagaimana?


Nah, ponselku bergerak sendiri ke kanan dan kiri 😑


Ponsel itu benda berat, yaa Allah, tolong.


Dan dia dengan asiknya bergerak sendiri?


Aku panik?


Jelas.


Segera aku selesaikan hajatku dan berjalan cepat keluar dari toilet.

__ADS_1


__ADS_2