
"Thor, kisah Atin lanjutkan dong!"
Kisah Atin, hanya sampai situ yaa teman-teman. Karena memang ceritanya hanya segitu. Atin sendiri pun sampai sekarang belum paham betul tentang apa yang tengah dialaminya dulu. Dia tidak mengerti kenapa dia bisa berada di daerah B*t*ng yang biasanya ramai 24 jam namun tiba-tiba sepi di malam itu. Namun dari pengakuan Atin, dia merasa dia telah di "sirep" oleh mereka, entah apa tujuannya. Namun apa pun itu, yang terpenting adalah Alhamdulillah dia selamat dari kejadian itu yaa 🙏
"Jadi sekarang mau cerita apa dong Thor?"
Sekarang aku akan menceritakan tentang Maya yaa. Tema SMA ku yang mempunyai 'teman' seperti Elisa.
🌼
--Di sekolah, sekitar tahun 2009.
"Heh, si Maya kesurupan lagi!"
Salah satu teman kelasku memberitahu saat jam istirahat beberapa menit lagi akan usai.
"Di mana?" Tanyaku.
"Itu di UKS, ramai," jawabnya.
UKS (Unit Kesehatan Sekolah). Kebetulan Maya adalah salah satu anggota pengurusnya. Dia adalah anak PMR (Palang Merah Remaja).
Aku bergegas lari menuju UKS ingin melihat keadaan Maya. Sudah beberapa kali ini dia jadi sering kesurupan semenjak acara pengukuhan minggu-minggu kemarin. Padahal sebelumnya tidak, dia aman-aman saja. Belum juga sampai di UKS, langkahku terhenti. Di sana sudah banyak sekali anak-anak yang berkerumun mengitari ruang UKS melihat keadaan Maya. Ya aku tahu, mereka hanya penasaran, mungkin termasuk aku juga. Akhirnya aku putuskan untuk kembali ke kelas.
Bel tanda masuk berbunyi. Seluruh siswa masuk ke kelasnya masing-masing. Namun saat itu pelajaran kelasku tidak langsung di mulai karena guru pengampu belum datang. Mungkin karena mengurus Maya dulu, pikirku. Akhirnya kelasku ramai. Satu-satu saling bersahutan membahas perihal Maya.
"Dia ngesot tahu memutari ruang UKS," ucap salah satu diantara kami.
Aku yang awalnya tidak tahu apa-apa hanya ikut mendengarkan.
__ADS_1
"Hah? Itu kenapa bisa ngesot sih?" Tanya yang lainnya.
"Ih, yang nempel di dia kan memang suster ngesot."
HAH?? Suster Ngesot??
Aku hampir tidak percaya. Karena yang ku tahu 'Suster Ngesot' hanya ada di film-film. Namun kali ini makhluk yang dimaksud teman-teman 'nempel' pada Maya. Apa pun itu aku tidak tahu. Namun yang pasti, benar kata teman-temanku, setiap kesurupan Maya akan ngesot kesana kemari sambil menatap orang yang melihatnya satu per satu. Mata Maya yang memang dari lahir sudah besar bulat, menjadi lebih menakutkan saat dia melotot. Ngeri.
Dari cerita teman-teman yang juga anak PMR, (aku anak Pramuka ya, jadi aku tidak tahu secara langsung kejadiannya), akhirnya aku tahu asal-usul kenapa Maya sering berubah menjadi makhluk ngesot.
Begini ceritanya ....
Sekolahku hari itu mengadakan acara pengukuhan ekstrakulikuler. Aku yang anak Pramuka hanya diberi tugas saat siang saja (seingatku ini juga yaa). Kami anak Pramuka hanya mengadakan long hiking. Berjalan jauuuuuh sekali memutari jalanan di tengah sawah-sawah warga. Kebetulan sekolahku memang berada di tengah-tengah pesawahan.
Jalanan yang jauh tak kami rasa. Karena salama perjalanan kami berhaha-hihi ria bersama kawan dalam satu regu. Ekskul Pramuka alhamdulillah berjalan aman terkendali sampai acara selesai di sore harinya.
Dan dari sinilah kasus Maya di mulai.
Malam itu Maya sebenarnya sedang haid. Namun Maya sama sekali tidak berpikiran macam-macam bahwa akan ada sesuatu yang menimpa dirinya malam itu.
Dia bersama regunya mulai menapak jalan. Start dari gerbang sekolah menuju titik-titik pos yang sudah di tentukan. Mereka berjalan di malam hari menyusuri jalanan sawah hanya bermodal senter yang penerangannya jelas minim sekali. Sudah lebih dari setengah jalan mereka lewati. Semua misi dari masing-masing pos juga sudah mereka selesaikan. Mereka kini berjalan santai hendak kembali ke sekolah.
Namun kesantaian mereka terhenti saat tiba-tiba Maya terjatuh ke rumput-rumput tepian jalan.
"Hah? May!!" Salah satu anggota regu berteriak.
Maya memang sering pinsan. Saat upacara pun dia pernah beberapa kali diangkat ke ruang UKS karena pinsan. Untuk itu teman-teman dalam regu sama sekali tidak menyangka bahwa kejadian malam itu akan lebih darurat melebihi Maya yang pinsan.
Semua anggota regu akhirnya berhenti. Mereka berjongkok memapah tubuh Maya yang tak sadarkan diri. Namun,
__ADS_1
BLAK.
Mata Maya tiba-tiba terbuka dengan wajahnya yang tanpa ekspresi. Ditatapnya satu-satu teman regunya, masih tanpa ekspresi. Hal itu jelas membuat teman-teman lainnya merasa ngeri.
Dan benar saja, Maya mulai berontak. Teman-teman yang lain akhirnya sadar bahwa temannya itu kesurupan. Namun mereka tak gentar, beberapa dari mereka menahan Maya sekuat tenaga. Sementara beberapa anak lainnya berlari mencari bantuan.
Bagaimana tidak? Mereka kini sedang berada di tengah-tengah sawah. Hanya mereka satu regu yang semuanya adalah perempuan, tidak ada orang lain di sana. Namun Allah mahaBaik. Allah kirimkan kakak senior laki-laki yang sedang berpatroli. Mereka datang berdua dengan mengendarai sepeda motor. Alhamdulillah.
"Kak, kak, tolong kak!! Ada anggota regu kami yang kesurupan!!" Teriak salah satu anggota menghentikan motor.
Akhirnya mereka semua bergegas menuju Maya. Sampai sana, Maya sudah benar-benar dirasuki oleh 'dia'. Matanya masih melotot dengan kepala yang dia gerak-gerakkan ke kanan dan kiri.
"Ayo bantu, ayo bantu!!"
Secepat mungkin Maya dipindahkan ke atas motor walau dengan susah payah. Tubuh Maya lumayan gemuk, mungkin sekitar 65kg. Hal itu jelas menambah susah teman-teman saat menaikkan Maya ke atas motor.
Maya kini sudah berada di atas motor. Dia diapit oleh dua kakak seniornya. Di atas motor pun dia masih berontak.
"Kalian jalan terus ya! Jangan putus berdoa. Baca surat-surat pendek yang kalian bisa. Kakak bawa Maya dulu sampai pemukiman warga," ucap kakak senior pada anggota regu yang terlihat panik.
Mereka memang panik. Dalam diri mereka masing-masing jelas ada rasa takut yang besar. Mereka akan melanjutkan perjalanan di tengah sawah di malam buta, dengan kondisi mereka yang terbayang-bayang wajah Maya.
***
Maya kini sudah berada di pemukiman warga, tepatnya di mushola warga. Beberapa warga setempat sudah berkerumun di sana. Salah satu kakak senior juga sudah menghubungi pak Samsul, salah satu guru SMA ku yang termasuk orang 'bisa' dalam hal-hal gaib.
Tak lama pak Samsul datang. Di temani oleh seorang Ustadz setempat, mereka masuk menemui Maya.
Di dalam sana ....
__ADS_1