Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
12. aku kembali


__ADS_3

Selamat membaca


Setelah mendengar penuturan diana yang cukup panjang, akhirnya reza memutuskan untuk kembali, ia yakin stevie juga menginginkan hal yang sama.


Tunggu.... " suara reza menghentikan langkah kaki Diana yang hendak keluar dari apartemennya.


Mendengar suara reza yang menghentikannya membuat langkah Diana berhenti, ia membalikkan badannya dan menatap lelaki tampan di depannya.


Gue akan kembali" nada bicara reza tak lagi formal kepada Diana seperti saat pertama Diana mendatanginya.


Mendengar penuturan reza dan juga gaya bicaranya terhadap dirinya membuat gadis cantik itu tersenyum indah.


Pilihan yang bijak" jawab Diana


Gue bakan nyelesaiin kerja gue hingga besok, lusanya gue bakalan kembali ke markas pusat untuk melapor" reza berniat untuk mengundurkan diri esok hari dan berpamitan kepada sahabatnya niko.

__ADS_1


Ok....., gue tunggu kerja sama kita di arena tembak yang sesungguhnya" kata-kata Diana mengingatkan reza kepada stevie yang dulu pernah di ucapkan padanya.


Senang mengetahui itu" jawab reza.


Diana meninggalkan apartemen reza dan kembali ke markas menggunakan helikoper, misinya untuk membawa reza kembali telah berhasil, ia pergi dengan senyum kemenangan, ayahnya pak mario pasti akan senang, ia paling menyayangi reza yang selalu berhasil dalam setiap pertempuran.


Reza kini telah berbaring di kasur Empuknya sambil memegang foto stevie.


Sayang....., gue akan kembali ke kesatuan, anak-anak membutuhkan gue, akan gue pastiin mereka semua aman dan akan gue pastiin juga mereka yang bersalah akan mendapatkan hukuman yang setimpal.


Reza sudah berada di depan ruang kerja pak anton, di tangannya terdapat surat pengunduran dirinya, semua laporan kerja juga sudah ia selesaikan, ia tak ingin meninggalkan beban pada orang lain lagi, cukup dulu di saat ia meninggalkan anggotanya hanya karena keegoisan dan kesedihan sendiri, padahal ia juga tahu, jika anggota yang lain mengalami kesedihan yang sama seperti dirinya, tapi mereka tetap kuat demi negaranya.


Tok tok tok " suara pintu yang reza ketuk, terdengar suara pak anton memberinya izin untuk masuk.


Selamat siang pak" sapa reza saat berada di dalam ruangan kerjanya pak anton

__ADS_1


Ya ada apa za....???" tanya pak anton, tidak pada dirasanya reza datang menemuinya, biasanya dia sendiri yang akan menghampiri reza.


Reza tak langsung menjawab pertanyaan pak anton, ia lebih dulu menyodorkan amplop bertuliskan pengunduran diri.


Melihat surat pendiri yang reza sodorkan di atas meja membuat kening pak anton mengercit, ia menatap reza seolah ingin meminta penjelasan.


Saya ingin memundurkan diri pak..., ada sesuatu yang harus saya lakukan di luar sana, dan itu membutuhkan waktu ekstrak pak" reza memberikan jawaban, melihat wajah pak anton seakan mempunyai seribu pertanyaan Untuknya.


Hmmmmm.... " suara nafas pak anton yang di hembuskannya terdengar sangat berat di telinga reza.


Ok.... Jika itu sudah keputusan kamu, bapak hanya akan menerimanya saja, walaupun berat karena kamu adalah karyawan terbaik bapak" pak anton pasrah dengan keputusan reza.


Bapak tenang saja, semua kerjaan sudah untuk bulan ini sudah saya selesaikan, tinggal menunggu pengganti saya saja untuk melakukan tugas lanjutan" reza sedikit menenangkan pak anton yang merupakan bos terbaik selama ia bekerja di perusahaan itu.


Kalau begitu saya permisi pak.....

__ADS_1


__ADS_2