Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
09. mencari informasi reza


__ADS_3

Selamat membaca


Setelah mendapat tamparan dari clarra, barulah reza sadar jika dia hampir membunuh si pelaku penembakan, ia langsung berdiri dan menatap semua karyawan yang melihatnya dengan pandangan yang berbeda-beda.


Ada yang melihat dirinya dengan ekspresi takut, ada juga yang melihat dirinya dengan ekspresi takjub.


Gue nga papa jika loe mau ngebunuh ni manusia sampah kaya dia, tapi tunggu setelah gue tau siapa yang ngenyewa dia" suara clarra menyadarkan reza lagi dari lamunannya.


Gue minta maaf karena udah nampar loe, dan gue juga mau ngucapin terima kasih karena udah ngenolongin gue tadi" sambung clarra lagi, tapi dia sedikit terdiam sebelum melanjutkan kata-katanya.


Tapi sepertinya loe salah ngenyebut nama gue, dan itu udah yang kesekian kalinya" kini mata reza bertemu dengan mata indah milik clarra.

__ADS_1


Reza ingat jika dia tadi meneeiakkan nama stevie saat memanggil clarra, nama stevie keluar begitu saja dari mulut reza, jadi saat ini ia tak punya pembelaan kepada clarra, tapi reza juga tak berniat untuk memberikan penjelasan.


Maaf.... " hanya 1 kata itu yang keluar dari mulut reza, setelah itu ia kembali mengambil tas yang sempat di buangnya tadi saat hendak menyelamatkan clarra.


Pak anton...., ayo kita kembali, sebentar lagi pesawat kita akan berangkat" reza memperingati pak anton, karena saat ini pak anton seperti sedang melamun di depan reza, mulutnya saja masih terbuka lebar sebelum reza menegur ya tadi.


Oh... Ia... Kamu betul za..." pak anton yang baru sadar setelah di tegur reza, pak anton hanya menundukkan kepalanya tanda hormat ya kepada CEO perusahaan tempatnya bekerja sebelum mengikuti reza yang sudah lebih dulu masuk kedalaman taxi yang akan mengantarkan mereka ke bandara.


Bi....., urus manusia sampah ini... " perintah clarra


Baik nona, kami akan menanganinya, silahkan nona beristirahat terlebih dahulu" jawab billar sambil memberi hormat.

__ADS_1


Oh ya bi...., sekalian juga loe nyariin gue data-data reza, gue mau data-datanya malam ini juga" perintah clarra lagi, ia sangat penasaran saat ini, kenapa reza sangat ketakutan dan juga marah, sampai-sampai dirinya seperti kehilangan kendali atas dirinya saat memukul si pelaku penembakan.


Kini clarra sudah berada di ruangan kerjanya, ia tak jadi pulang karena insiden tadi, ia hanya berbaring di ruangan tempat ia biasa beristirahat saat kelelahan bekerja.


Siapa stevie itu, apa dia benar-benar mirip dengan ku.... " gumam clarra yang sedang memejamkan matanya dan menaruh lengan ya di atas kepala,


Sekuat apapun gue berfikir, gue nga bisa nemuin jawabannya, kecuali gue ngeliat sendiri wanita yang di panggil stevie ini..." masih dalam posisi yang sama


kenapa reaksi reza harus sampai harus seperti segitunya..???" pikiran clarra masih terus traveling kesana kemari.


Apa jangan-jangan..... Dia punya hubungan sama si stevie... " benar-benar pemikiran yang tepat bukan...??.

__ADS_1


Clarra membuka matanya lagi, ia tak bisa beristirahat, fikirannya terus berputar-putar tentang reza, tapi jujur saja, ia merasa sangat kesal, kenapa dirinya harus di anggap sebagai orang lain, belum lagi kasus penembakan terhadap dirinya, sungguh membuat hari clarra semakin berat saja.


__ADS_2