Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
25. misi penyelamatan clarra


__ADS_3

Selamat membaca


Reza sudah selesai membagi anggotanya menjadi beberapa kelompok, seperti biasa, kazui akan bertindak lebih dulu untuk mengamati lokasi kejadian.


Sedangkan clarra masih berada di dalam ruang kerjanya, sedangkan anggota mafia sudah tau keberadaannya, mereka mencoba mendobrak ruang kerja tersebut, tapi itu tidak mudah, karena pintu kerja clarra di desain untuk menahan goncangan dari luar.


Clarra yang terpojok di dalam ruang kerjanya hanya bisa pasrah saja, ia ingin melompat dari jendela, tapi itu tidak mungkin, karena ruang kerjanya berada di lantai 3 mansionnya, yang ada dia malah mati bunuh diri.


Tapi saat ia melihat ke arah jendela, clarra melihat sebuah dron mengarah ke arahnya dan ada lebel CIA dari dron tersebut, itu membuat clarra sedikit tenang, ia langsung membuka jendelanya lebar-lebar agar dron tersebut dapat melihatnya dengan jelas.


Tapi berbeda dengan kazui dan anggota yang lainnya, mereka saling melempar pandangan satu sama lain, setelah itu mereka serempak mengalihkan pandangannya ke arah reza yang sedari tadi diam.


Ana.... Sepertinya kau tidak terlihat terkejut, apa kau sudah mengetahuinya....???" tanya bang Bob kepada ana dengan berbisik, tapi Diana hanya diam dan hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


Ayo kita mulai....." reza memberi perintah dan semua anggota langsung bergerak.


Kelompok pertama langsung menyerang yang di pimpin oleh reza sendiri di bantu Diana, sedangkan kelompok kedua bertugas menyelamatkan clarra setelah jalan di bersihkan oleh reza dan anggota yang lainnya.


Di depan ada 5 orang za... " suara kazui dari earphone, seperti biasanya.


Reza dan nadia maju dengan mengendap-endap, mereka menyimpan senjatanya dan hanya menggunakan tangan kosong saja.


Reza langsung membekap mulut musuh dan memutar kepanya sampai terdengar suara retakan


Sisanya akan di serahkan pada yang lain untuk mengurusnya, mereka menarik tubuh anggota mafia untuk di sembunyikan.


Lantai satu sudah aman, tinggal lantai 2 dan 3, sepertinya saling tembak tak bisa di hindari za" suara kazui yang melihat ada puluhan anggota mafia yang ada dalam mansion clarra.

__ADS_1


Bagaimana kondisinya.... " tanya reza yang mengkhawatirkan keadaan clarra.


Dia aman..., mereka masih belum bisa masuk. Kedalaman ruang kerjanya, sepertinya pintu itu di buat khusus untuk keamanannya." jawab kazui yang masih mengamati lewat cctv dan juga dron miliknya.


Mendengar itu membuat rasa khawatir reza sedikit berkurang dan memulai penyerangan dengan serangan full.


Mari kita bereskan mereka semua" reza langsung maju di dampingi Diana di sampingnya, walaupun Diana merasakan sedikit sesak di dadanya, tapi ia tak akan membiarkan reza kesulitan atau mengalami cidera, karena itu adalah janji pada dirinya sendiri saat pertama kali bertemu.


Waktu itu ia bisa menebak jika reza sedikit stres dan juga sedikit marah, saat ia pulang ke kediamannya, ia mencari tahu semua tentang reza dengan bertanya kepada ayahnya.


Jadi Diana sangat tahu perjuangan reza yang berjuangan sendiri untuk membuktikan dirinya pada yang lain, jika dirinya mampu walaupun di umur yang masih sangat muda.


Ayo..., kita perlihatkan pada mereka, apa arti dari ketakutan yang sesungguhnya.... " jawab Diana, mereka saling menatap dan mengangguk, senjata sudah siap di tangan mereka masing-masing.

__ADS_1


Reza maju menembak terlebih dahulu, disusul Diana yang melindungi reza di bagian belakang, anggota yang lain tak tinggal diam, mereka juga menunjukkan aksi mereka satu per satu.


__ADS_2