
Selamat membaca
Setelah perbincangan yang cukup singkat dengan pak mario, kini reza dan pak anton sedang menuju kantor pusat untuk meeting dan membahas laporan penjualan selama 2 tahun terakhir ini.
Mereka sampai dan langsung menanyakan ruangan meeting kepada resepsionis, maklum saja, mereka sangat jarang datang ke kantor pusat, apalagi reza, ia sama sekali baru pertama kalinya menginjakkan kakinya di kantor pusat selama ia bekerja di kantor cabang.
Selamat sore.... " sapa pak anton kepada resepsionis
Selamat sore pak.. Ada yang bisa saya bantu...???.
Ia... Kami dari kantor cabang, dan hari ini akan mengikuti meeting dengan CEO, apa nona bisa memberitahukan kami dimana ruangan meetingnya...???" pak anton menjelaskan maksud kedatangan mereka
__ADS_1
Oh ia pak, bisa bapak memberikan tanda pengenal bapak terlebih dahulu, ini adalah prosedur yang harus kami lakukan" pegawai resepsionis melakukan tugasnya, ia harus mengecek semua identitas pengunjung sebelum masuk kedalaman kantor.
Tidak masalah " jawab pak anton dan memberikan id cardnya bersama dengan milik reza juga, setelah semua data di cek, resepsionis mengantarkan mereka berdua keruangan meeting dan di ruangan tersebut sudah ada karyawan dari perusahaan cabang di daerah lainnya yang juga ikut dalam meeting kali ini.
Selamat sore..... " pak anton memberi salam sambil menundukkan kepalanya sedikit tanda menghormati karyawan yang lainnya juga, itupun dilakukan oleh reza juga.
Selamat sore..." jawab yang lainnya juga, sambil menundukkan kepala membalas hormat kepada pak anton dan reza.
Kita bisa mulai meeting kali ini" satu kalimat keluar dari bibir sexy billar dan meeting pun di mulai.
Mereka membahas semua produk yang laku dan yang tertinggal di daerah cabang kantor masing-masing, setelah itu di lanjutkan dengan membahas laporan satu persatu dari setiap cabang perusahaan.
__ADS_1
Terlihat billar sangat serius memperhatikan semua laporan yang di berikan, tetapi di salah satu laporan keuangan milik perusahaan cabang di kota A, bibir billar terlihat menyunggingkan senyuman, ia kemudian menatap Sang pelaku pembuat laporan keuangan tersebut.
Apa kau yang membuat laporan ini...???" billar menatap sang kepala menejer dengan tatapan datarnya.
I.... I.. Iya pak..... Saya yang membuatnya..." jawab sang kepala menejer dengan sedikit tergagap.
Setelah ini, silahkan ikut ke ruangan kerja ku, kita perlu berbincang cukup panjang" kata-kata billar cukup membuat badan kepala menejer tersebut gemetar ketakutan, keringat dingin sudah mulai bercucuran dari dalam tubuhnya, ia seperti sudah tau, apa yang akan di bicarakan sang tangan kanan CEO cantik nan kejam itu.
Reza hanya memperhatikan mereka dan tidak memperdulikan apa yang akan terjadi dengan si korup kepala menejer, yang terpenting bagi dirinya, bukan kepala menejer tempat dirinya yang korup, yaitu pak anton, jika itu terjadi, maka itu akan merepotkan untuk dirinya sendiri juga.
Di tengah-tengah lamun reza, tiba-tiba pintu terbuka, sosok wanita yang sangat anggun dan juga cantik muncul dari balik pintu, langkahnya yang pasti dan juga tegas, melambangkan jika ia adalah sosok yang kuat dan juga mandiri.
__ADS_1
Tak perlu tunggu ke ruangan mu, eksekusi saja dia di sini " suara merdu terdengar di telinga reza, dan itu adalah clarra sang CEO yang terkenal dengan kecantikan dan juga kekejamannya.