
Selamat membaca
Dalam beberapa saat anggota CIA yang di pimpin reza berhasil melumpuhkan anggota mafia, tapi reza merasa ada sesuatu yang janggal, mereka menerima informasi jika ketua mereka ikut dalam penyanderaan clarra, tapi nyatanya ketua mereka tak ada.
Anggota yang mereka siapkan untuk melakukan penyanderaan juga anggota-anggota yang terbilang sangat mudah untuk mereka atasi, tapi reza tak memikirkan itu lebih lanjut lagi dan pergi menemui clarra yang masih ada di ruang kerjanya.
Tok tok tok.... " suara pintu kerja clarra yang di ketul reza
Kau boleh keluar, sekarang sudah aman.." sambung reza
Tak lama pintu ruang kerja clarra terbuka, clarra keluar dengan wajah yang sedikit pucat, ini pertama kalinya kediamannya di serang, dan itu ada puluhan pembunuh, biasanya hanya 1 yang mereka kirim, tapi sekarang malah puluhan.
Nona clarra..., apa anda baik-baik saja... " tanya reza untuk memastikan keadaan gadis di depannya
__ADS_1
Ya... Gue... Gue baik-baik aja ko.." jawab clarra, tapi ia belum sadar jika orang yang menanyainya adalah reza
Baguslah jika begitu..., sebaiknya anda di periksa oleh tim medis dulu, untuk memastikan lebih lanjut" balas reza dan
Syuuuuuut bukkkk... " suara peluru sniper yang menembus dada reza, itu langsung membuat reza jatuh kelantai
Diana yang ada di depan reza langsung lari menghampiri reza dengan derai air matanya, sedangkan anggota yang lain langsung mencari keberadaan si penembakan, ternyata mereka mengubah target mereka dari menculik clarra berubah menjadi pembunuhan reza.
Pliss... Lo harus bertahan za...., jangan tinggalin gue lagi...." Diana memeluk reza dengan sangat erat.
Apa yang kalian tunggu, cepat hubungi markas dan bawa kapten ke rumah sakit.." teriak Diana dengan derai air matanya
Reza yang melihat Diana menagis seperti merasakan sesak di dadanya, padahal ia tak terlalu dekat dengan Diana, tapi ada apa dengan kata-kata Diana, itu seperti mereka telah berpisah cukup lama dan baru bertemu lagi.
__ADS_1
Sedangkan clarra yang mendengar teriakan Diana yang menyebut nama reza langsung membalikkan mukanya dan betapa terkejutnya dia, ternyata reza yang ia cari-cari sudah ada di depan matanya, tapi dalam kondisi kritis.
Reza...." kini clarra yang mendorong Diana dan mengganti Diana untuk memangku kepala reza, sedangkan Diana hanya bisa pasrah, mungkin itu yang terbaik untuk reza, begitulah dalam pikiran Diana
Reza yang sempat menatap mata Diana sebelum ia betul-betul kehilangan kesadarannya, helikoper tiba di saat yang pas, mereka langsung membawa reza menuju rumah sakit dan clarra di bawah keempat yang aman untuk sementara.
Sesampainya di rumah sakit, reza langsung di bawah kerang operasi untuk melakukan pembedahan terhadap peluru yang bersarang di dada reza.
Sudah lebih dari 5 jam operasi di lakukan, tapi masih belum ada tanda-tanda operasi selesai, bahkan terlihat para perawat bolak balik mengambil beberapa darah dan perlengkapan yang lainnya, melihat itu Diana dan yang lainnya semakin di buat khawatir, setelah hampir 8 jam menjalani operasi, akhirnya dokter yang bertanggung jawab keluar juga.
Bagaimana keadaannya dok...???" tanya diana dan di angguki oleh yang lainnya
Operasinya berjalan dengan lancar, untung saja tubuh tuan reza berisi dan mempunyai otot-otot yang kuat di bagian dadanya, jika tidak, peluru tersebut pasti akan menbus jantungnya" jawab sang dokter dan mendapat helaan nafas lega dari nadia dan anggota yang lainnya.
__ADS_1