
Selamat membaca
Diana hanya diam melihat tingkah reza, ia merasa heran dengan pria di depannya ini.
Kenapa juga loe harus merasa sedih dengan keadaan gue...??? Lagian hidup gue nga ada hubungannya dengan loe bukan..???" tanya diana dan kembali menarik tangannya, ia tak akan mau membuat hatinya berharap lagi, karena akan sakit jika itu tak sesuai dengan yang ia harapkan.
Ada... Gue ada hubungannya dengan loe" jawab reza
Loe adalah gadis kecil gue yang manis, loe bilang akan jadiin gue sebagai suami loe bukan...??? Jadi karena gue sebagai calon suami loe, gue sangat berhak atas diri loe ana" sambung reza yang sudah memegang kedua bahu Diana saat dirinya berbicara, ia menatap kedua mata Diana yang berwarna biru seperti lautan luas, dan itu mampu membuat dirinya terhanyut saat ia melihatnya.
Apa maksud loe za...??? Gue nga paham sama sekali, bukannya loe sama si clarra...???" Diana semakin bingung saat ini.
Gue nga akan bersama clarra, karena gadis yang mau jadiin gue suaminya udah ada di depan mata gue, dan gue juga mencintainya" jawab reza sambil mengelus pipi diana
Ana..., gue suka ama loe.., loe masih bersediakan jadiin gue calon suami loe...???" reza menyatakan cintanya, memang ini terlihat sangat tidak romantis, tapi mereka tak mempunyai waktu untuk sesuatu yang berbau romantis.
Ha ha ha..." Diana terkekeh mendengar pertanyaan reza, ia tak pernah menyangka jika penantiannya selama 10 tahun ini akhirnya bisa terbalaakan juga.
__ADS_1
Diana hanya menganggukan kepalanya saat menjawab pertanyaan reza, tak terasa air matanya juga keluar dari mata biru indahnya, reza menghapus air mata Diana dan memeluknya dengan erat.
Maaf karena sempat tak menepati janji gue ama lo ana, tapi kini gue akan pastiin, gue akan ada untuk loe selamanya" bisik reza di telinga Diana.
Ayo... Kita obati dulu luka di tangan mu itu" reza membawa Diana ke ruang perawatan yang ada di markas, ia membersihkan dan memperbannya sendiri.
Sedangkan kazui menghubungi Diana, ia akan memberitahukan jika tugasnya sudah selesai ia kerjakan.
Hallo ana..., loe ada dimana...??? Gue keruang latihan tapi loe nga ada...???" kazui membanjiri Diana dengan berbagai pertanyaan.
Apa kau tak bisa bertanya satu persatu kazui..??? Kau membuat kepala ana menjadi pusing saja dengan pertanyaan mu itu" jawab reza, karena dia yang mengangkat handphone Diana.
Tadi kau memberikan ana beberapa pertanyaan, dan kini kau kembali membanjiri ku dengan pertanyaan kazui" reza sedikit protes dengan kebiasaan sahabatnya itu.
Maaf... Maafkan aku..., dan jawablah satu persatu saja" balas kazui
Kami ada di ruang perawatan, Diana melukai tangannya, jadi sebaiknya loe kesini aja, dari pada loe penasaran" jawab reza
__ADS_1
Ok... Tunggu gue di sana" jawab kazui dan langsung mematikan handphonenya, ia juga langsung berjalan untuk menemui reza dan Diana di ruang perawatan.
Sepertinya kazui akan membuat keributan di sini sayang" reza menggenggam tangan Diana dengan lembut, tapi yang membuat Diana salah tingkah adalah panggilan reza kepada dirinya.
Loe tadi manggil gue dengan sebutan apa...???" tanya diana sedikit ingin meyakinkan pendengarannya.
Sayang..., gue manggil loe dengan panggilan sayang ana..." jawab reza dengan tersenyum manis ke arah Diana.
Diana semakin bersemu saat mendengar jawaban reza, ia menutup mukanya karena reza menatapnya dengan sangat intes.
Reza... Ana....." teriak kazui yang baru saja muncul dan mengacaukan momen indah reza dan ana.
Hei... Apa yang kalian lakukan...???" tanya kazui yang memperhatikan keduanya dengan mata yang semakin menyipit.
Apa mata loe buta...??? Loe nga lihat tangan ana luka...???" kini reza menatap kazui dengan tatapan permusuhan.
Ada apa dengan tatapan menjengkelkan itu za...???" tanya kazui bingung
__ADS_1
Nga... Nga.. Ada.. " jawab reza seadanya.