Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
38. Pelampiasan emosi


__ADS_3

Selamat membaca


Setelah berbicara dengan si pesuruh jenderal geral langsung masuk kedalam ruangannya, ia hendak memeriksa semua isi yang ada di dalam handphone milik rayan, tapi yang di lihatnya hanya foto-foto rayan yang tak penting.


Sial...., nga ada apa-apa di dalam handphonenya, padahal dia pernah mengancam ku dengan video ketua dan diriku, tapi di handphonenya tak ada, apa dia membohongi ku waktu itu" jenderal geral sedikit curiga jika rayan membohonginya.


Tapi itu tak mungkin, aku yakin dia punya sesuatu, dia tak akan seberani itu jika tak punya sesuatu sebagai pegangannya" gumam jenderal geral lagi


Sedangkan si pesuruh yang mengambil handphone rayan, ia juga lumayan pintar, ia tak mau bernasip sama seperti yang di alami rayan, jadi dia yang menyalin video jenderal geral yang sedang bersama dengan orang yang di sebut ya ketua itu.


Gue nga sebodoh yang loe kira, gue nga akan membuat nyawa gue dalam bahaya" gumam si pesuruh sambil menonton video yang jenderal geral inginkan.

__ADS_1


Jika jenderal geral tak menepati janjinya, gue akan pakai barang bukti ini sebagai perisai gue" si pesuruh langsung meninggalkan tempat ia berdiri, karena lokasinya saat ini masih berada di sekitar rumah jenderal geral.


.....


Reza saat ini sudah tak mampu lagi menahan dirinya lagi, apalagi dia mendengar jika Diana akan melakukan misi yang berbahaya seorang diri, itu tak akan pernah reza biarkan.


Reza melepaskan infus yang masih melekat di tangannya dengan paksa, setitik darah jatuh di lantai akibat reza mencabut ya dengan paksa, setelah itu ia mengganti bajunya dan pergi meninggalkan rumah sakit.


Ia menghubungi Diana tapi tak ada jawaban dari Diana, karena saat ini Diana sedang melampiaskan amarahnya dengan menembak, hatinya sudah sangat kacau saat melihat reza dan clarra tadi pagi, dan kini masalah penghianat di negaranya sedang merencanakan sesuatu yang belum bisa ia prediksi, sungguh hari yang berat untuk Diana hari ini.


Sial... Sial..sial...,kenapa mereka selalu saja membuat masalah di negara ku, dasar sampah-sampah yang menjijikan" Diana menembak sambil mengomel sendiri.

__ADS_1


Tak cukup sampai di situ, ia juga bermain tinju, samsak yang ada di depannya sudah bercampur dengan darah dari tangan key, karena key tak memakai sarung tinju dan hanya membungkus tangannya dengan kain saja, sehingga luka yang ia dapatkan tadi pagi kembali bertambah parah.


Apa loe ingin tangan lo cacat...???" teriak reza yang sudah ada di belakang Diana.


Diana berbalik dan melihat reza dengan alis yang sudah mengkerut, ia merasa bingung, kenapa pasien rumah sakit bisa berada di markas.


Gue tanya ama loe...??? Loe nga nyadar kalo tangan loe udah berdarah kaya gitu...???" tanya reza dan langsung menghampiri Diana, ia mengambil tangan Diana tapi langsung di hempaskan oleh Diana.


Bukan urusan loe, dan mending loe urus urusan loe sendiri, loe aja kabur dari rumah sakit, jadi nga usah sok nasihatin gue" Diana langsung pergi meninggalkan reza, tapi tangannya langsung di tahan oleh reza.


Ana... " panggil reza sambil memegang tangan ana.

__ADS_1


Ada apa...???" Diana berbalik dan bertanya dengan wajah datarnya itu


Jangan seperti ini, loe nyakitin diri loe sendiri, dan itu juga menyakiti diri gue" gumam reza sambil memperhatikan tangan Diana yang penuh dengan darah.


__ADS_2