Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
20. misi selesai


__ADS_3

Selamat membaca


Di sebuah restoran mewah bergaya Jepang, ketua mafia dan juga salah satu rekan bisnisnya sedang membicarakan sesuatu yang serius, tiba-tiba handphone ketua mafia berbunyi, dan di layar menunjukan jika itu panggilan dari salah satu anggotanya yang sedang menjaga markas.


Hallo... Ada apa...???“ tanya kepala mafia yang di ketahui bernama denrik


Tuan...., markas di serang...., tawanan sudah berhasil di bawah dan....... " suara bawah tuan denrik seperti gugup saat ingin memberitahukan hal yang terakhir.


Dan apa.....??? Cepat katakan....???" suara denrik seperti merasakan sesuatu yang sangat fatal telah terjadi.


Dan.... Markas telah hancur rata dengan tanah tuan.... " suara di seberang telepon terdengar sangat ketakutan.


APA......???" tuan denrik seperti dihantam oleh berjuta palu tepat di kepalanya.


Dasar kalian semua bodoh..., kenapa itu bisa terjadi...??? Bukannya kalian sudah memblokir semua area yang mungkin bisa di lewati...???" tuan denrik seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya.

__ADS_1


Itu benar tuan, tapi mereka melewati jalur yang tidak pernah kita duga...." jawab anak buah tuan denrik.


Jalur apalagi yang bisa mereka lewati jika semuanya sudah kita blok....???" suara tuan denrik seperti sudah tidak bisa dia kendalikan lagi, bahkan saat ini dia sudah menjadi pusat perhatian, untung saja restoran yang mereka pesan adalah restoran yang memiliki privasi sehingga tuan denrik tak kelihatan dan hanya menimbulkan kehebohan dengan suaranya yang meledak-ledakan.


Mereka melewati jalur tebing yang ada di belakang markas tuan" jawab anggota tuan denrik lagi.


Mendengar itu, tuan denrik langsung mematikan handphonennya, mengambil minuman dan meminumnya dengan sangat rakus, emosinya kini tidak terkendali.


Sudah aku katakan tuan denrik....., dia bukanlah prajurit biasa... " suara lelaki paru baya yang sedari tadi hanya melihat ekspresi tuan denrik yang sepertinya sangat emosional.


Aku akan kembali dan mengurus anak buah ku, kita akan membicarakan masalah ini lain waktu" tuan denrik meninggalkan restoran Jepang itu untuk kembali mengecek keadaan markasnya.


Sedangkan di dalam ruangan, pria paruh baya itu masih duduk dan menikmati minumannya, tak lama, seseorang pemuda juga masuk ke ruangan tersebut, dan ternyata, pemuda itu berseblahan dengan ruangan yang baru di masukinya.


Bagaimana...., ada perkembangan...???" tanya lelaki paruh baya itu

__ADS_1


Belum tuan...." jawab pemuda itu


Cari tau secepat mungkin, kita harus bergerak cepat, senjata itu satu-satunya cara untuk memuluskan rencana kita" perintah pria paruh baya itu lagi.


Baik tuan.... " jawab pemuda itu dan langsung meninggalkan ruanganan tersebut.


Dasar Mario..., dia selangkah berada di depan ku..." gumam pria paruh baya itu lagi.


.......


Di sisi lain, kelompok reza sudah berada di markas pusat, mereka langsung di sambut oleh pak mario dan para petinggi serta anggota yang lainnya.


Bagus.... Bagus...., kau memang tak pernah mengecewakan kami" suara pak mario terdengar sangat bangga dengan prestasi anggotanya.


Itu semua berkat bimbingan dari anda...." jawab reza tersenyum dan memberikan hormat secara resmi sekaligus melapor rentang keberhasilan misi mereka.

__ADS_1


Semua anggota telah bubar, anggota yang sempat di sekap sudah di bawa di ruang perawatan.


__ADS_2