Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
35. Misi darurat 3


__ADS_3

Selamat membaca


Diana masih menahan pendarahan rayan saat ini, tapi sepertinya itu akan sulit, nafas rayan saja sudah terlihat sangat berat.


Rayan... Loe harus bertahan..." Diana mencoba menjaga kesadaran rayan


Ana..., gue minta maaf sama kalian, tolong jaga keluarga gue..., mereka dalam bahaya sekarang..." rayan memohon agar keluarganya dapat selamat, karena tempat ia mengabdikan dirinya sudah pasti akan membuat keluarganya celaka.


Loe tenang aja, gue udah nyuruh anggota yang lain untuk menjemput keluarga loe tadi, sebelum gue ke sini, semuanya udah gue beresin, yang terpenting sekarang adalah loe harus kuat, kita pasti bisa nyelamatin nyawa loe ok... " jawab Diana yang masih menutup rapat bekas tembakan rayan yang terus mengeluarkan darah segar.


Ana...., gue nga akan selamat, mendekatlah...." Diana langsung mendekatkan telinganya ke arah rayan, kemudian rayan membisikkan sesuatu kepada Diana sebelum rayan menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


Diana terdiam sesaat, matanya menajam bagaikan ujung tombak, tangannya mencengkram hebat sehingga membuat tangan Diana terluka oleh kukunya sendiri.


Kazui yang baru datang langsung menghampiri Diana, melihat Diana yang dikuasai oleh emosinya sendiri, membuat kazui langsung memeluk gadis cantik itu, ia membawanya dalam dekapannya


Ana..., loe harus tenang..., kita pasti bisa menangkap para penghianat itu" kazui mencoba menenangkan Diana, ia tahu kalau Diana mempunyai emosi yang cukup labil


Kazui...., mereka bermain sangat licik, gue akan pastikan mereka semua akan membayarnya berkali-kali lipat" ucap Diana dalam dekapan kazui.


Ayo... Kita obati dulu luka mu, biar anggota medis yang mengurus jenazah rayan" kazui membawa Diana ke dalam mobil untuk membersihkan luka di tangannya akibat dirinya sendiri.


Bagaimana dengan tim 1..???" Diana balik bertanya, dan tidak menghiraukan lukanya yang sedang di obati.

__ADS_1


Bang Bob dan yang lainnya berhasil memindahkan tuan vendrik dengan selamat, kali ini, tak ada yang akan mengetahui lokasi tuan vendrik" jawab kazui dengan sedikit ketus


Keluarga rayan ada dimana.??? Rayan menitipkan mereka pada gue, kita harus melindungi mereka, jika rayan merasa khawatir akan keluarganya, itu berarti keluarganya juga mengetahui sesuatu" balas Diana lagi


Mereka sudah berada di markas" balas kazui yang sudah selesai menbalut luka di tangan Diana.


Ayo..., kita kembali ke markas, kita harus menggali informasi dari keluarga rayan, gue juga harus melaporkan sesuatu kepada jenderal" Diana langsung berdiri dan mengajak kazui untuk kembali kemarkas.


Diana hendak menaiki motornya kembali, tapi di tahan oleh kazui, ia masih khawatir dengan luka di tangan Diana, walaupun Diana menganggap luka di tangannya hanyalah luka kecil yang biasa, tapi tidak dengan kazui, jadi dia akan mengambil alih kemudi untuk membawa motor gede itu.


Ana..., tangan loe baru aja gue perban, jadi biar gue yang bawa motornya, loe duduk diam aja untuk saat ini, ok... " kazui langsung mengambil kunci motor yang ada di tangan Diana dan langsung menjalankan motornya dengan Diana yang duduk di belakangnya.

__ADS_1


.....


Di rumah sakit, reza di buat gelisah karena mendengar kasus yang di kerjakan anggotanya, ia merasa khawatir dengan keadaan clarra, itu pasti membuat dirinya trauma kembali, belum lagi kasus ini menjadi sangat serius dengan adanya penghianat di antara para petinggi pastinya.


__ADS_2