Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
46.mengintrogasi 2


__ADS_3

selamat membaca


sesaat Reza meninggalkan Kazui dan bang Bob di jalanan tadi, ia masih tertawa sendiri melihat ekspresi kedua bawahnya itu yang terlihat sangat lucu, bagaimana tidak ..???, wajah keduanya seperti orang bego yang membuka mulutnya dengan sangat lebar, belum lagi mata mereka yang melotot tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


"dasar......, mereka ada-ada saja" gumam Reza sendiri, ia saat ini sedang berjalan ke ruang kontrol cctv untuk melihat rekaman pengawas dari rumah jendral Geral.


sedangkan Kazui dan bang Bob yang baru sadar, mereka hanya mampu saling tatap menatap berdua.


"apa loe pernah dengar kalau kapten dan ana pernah dekat...???" tanya bang Bob ke Kazui.


"gue nga pernah dengar, makanya gue bingung banget...!!!, tapi dari tingkah keduanya, sepertinya mereka udah lama kenalannya." jawab Kazui, ia meletakkan jari telunjuknya di dagunya, seperti sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"pantas saja ana nga mau gue jodohin, apa gara-gara kapten yah...???" bang Bob juga ikut berpikir sendiri.


"ya sudahlah...., mending kita ke tempat ana saja, kita lihat cara apa yang akan ia pakai lagi..., berharap ia tak menyiksa mereka dengan cara mencabut kuku mereka satu persatu, itu kan cara yang paling ana sukai..." usul Kazui dan berlalu menuju lokasi interogasi.


sedangkan Diana saat ini sedang duduk menghadap salah satu pembunuh bayaran yang di kirim untuk menghilangkan nyawa Guncoro. Diana masih duduk dengan tenang dan menatap kearah pembunuh tersebut, sedangkan si pembunuh hanya diam dan cuek saja, ia tak menganggap jika Diana adalah orang yang berbahaya, apalagi ia melihat jika Diana hanya seorang wanita.


"mari kita mulai dari nama mu dulu, jadi ....siapa nama mu...???" tanya diana dan bersiap mengetik di laptop, tapi yang di tanya hanya terkekeh tampa menjawab pertanyaan Diana.


"hanya gadis kecil seperti loe tak akan bisa membuat gue bicara..." jawab si penjahat dengan senyum meremehkan.


"benarkah...???, sepertinya kata-kata udah nga cocok lagi, apalagi harus berbicara formal sama anjin* pesuruh kaya loe." jawab Diana dan tersenyum misterius kepada si penjahat.

__ADS_1


"sial..., kenapa dia tersenyum seperti seorang psikopat, membuat ku merinding saja." dalam hati si penjahat yang melihat senyum mengerikan dari Diana.


"woh...., manusia Bodoh yang ada di dalam sedang mengusik singa betina saja, sepertinya ia ingin merasakan cakar dan gigi dari sang singa betina kami." gumam Kazui yang sudah sedari tadi melihat proses interogasi bersama dengan bang Bob.


Diana saat ini sedang meregangkan otot-otot nya, mulai dari jari-jari tangan, pinggang dan juga lehernya, sehabis itu ia bangun dan mengecek kamera pengawas interogasi dan mematikannya, sedangkan si penjahat yang melihat tingkah Diana hanya mengerutkan keningnya, ia merasa seperti bahaya akan segera mendatanginya.


"a....a..apa ya...yang mau loe lakuin...???" tanya si penjahat dengan sedikit tergagap.


"tidak melakukan apa-apa, hanya ingin membantu loe meregangkan otot-otot loe saja, sepertinya badan loe kurang lentur." jawab Diana sambil menendang kursi yang di pakai si penjahat sampai ia terjungkal jatuh ke belakang.


"oh...****...., dasar perempuan sinting....!!!, apa yang loe lakuin....???, ini kekerasan tau...!!!" teriak si penjahat sambil berjalan mundur sampai ke dinding ruang interogasi.

__ADS_1


__ADS_2