Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
45.mengintrogasi


__ADS_3

selamat membaca


Reza dan Diana sudah bersiap-siap untuk berangkat ke markas pusat, mereka kembali mengendarai motor gede milik Diana.


sesampainya mereka di markas, mereka langsung di sambut oleh Kazui dan juga bang Bob, mereka berdua kembali menjelaskan situasi yang sedang terjadi.


"selamat pagi kapten dan wakil kapten...." sapa Kazui dan juga bang Bob.


"pagi..., apa kalian sudah beristirahat...???." jawab Reza sekaligus ingin memastikan jika anggotanya itu dalam keadaan fit.


"kami sudah beristirahat kapten." jawab bang Bob.


"jangan terlalu formal pada ku bang Bob...!!!" kata Reza sambil menepuk punggung bang.


"maafkan saya kapten, tapi itu terdengar canggung..!!!" jawab bang Bob, ia takutnya seperti tidak menghargai kapten mereka.


"santai saja bang..., terserah Abang manggilnya gimana.." sambung Diana.

__ADS_1


"bagaimana perkembangannya...???" tanya Reza sambil berjalan menuju ruangan interogasi.


"Guncoro masih belum mau mengatakan apa-apa." jawab Kazui, ia sedikit frustasi di buatnya.


"bagaimana dengan kelompok anjin* pesuruh..???, apa mereka juga masih diam...???" tanya Diana.


"mereka juga...!!!, tak ada yang mau berbicara...!!!" jawab bang Bob dengan muka lesu nya.


"hehehe...., sepertinya kalian tidak tau cara yang mudah untuk mengintrogasi seseorang." kata Diana sambil tersenyum, tapi di mata ke tiga pria tampan di depannya itu, senyum yang di perlihatkan Diana bukanlah senyum yang manis, tapi lebih seperti senyum seorang psikopat yang akan bermain-main dengan mangsanya.


"hei ...za..., kenapa gue seperti merinding ngeliat senyum ana yah ...???" bisik Kazui di telinga Reza.


"memang cuma kalian saja...???, gue juga sama...!!!" jawab Reza yang sedang di himpit oleh Kazui dan bang Bob.


"hei.....!!!, apa yang kalian lakukan...???" tanya Diana yang baru sadar dengan tingkah ketiga pria di depannya.


"tidak....tidak...ada..., kami tak melakukan apapun..!!!, ia kan ...???" jawab Reza dengan cepat, dan juga mendapat anggukan kepala dari bang Bob dan Kazui.

__ADS_1


"berhenti bermain dan lanjutkan kerjaan kalian...!!!, gue mau ke tempat para anjin* pesuruh itu dulu, gue lagi ingin bermain saat ini." perintah Diana dan langsung di anggukan oleh ke tiga pria di depannya.


setelah Diana pergi meninggalkan mereka, barulah ke tiganya bisa bernafas dengan baik, mereka bertiga saling melirik sambil menertawakan diri mereka sendiri.


"ha ha ha ha..." tawa ke tiganya


"hei ...za..., sebenarnya siapa yang kapten di sini...???, kenapa malah ana yang lebih seperti kapten ...???" tanya Kazui sambil tertawa garing.


"itu benar kapten..., ana memang sedikit mengerikan tadi...!!!" sambung bang Bob yang juga masih tertawa.


"gadis gue memang luar biasa...!!!." jawab Reza dan mendapatkan tatapan penuh dengan pertanyaan di mata kedua anggotanya itu.


"ada apa...???, kenapa kalian berdua menatapku seperti itu...???." tanya Reza, keningnya saja sudah mengkerut saking bingungnya dengan kedua ekspresi anggotanya.


"loe bilang tadi gadis loe..??? apa loe dan Diana memiliki hubungan...???." tanya Kazui dengan serius.


"aku pikir cuma telinga ku saja yang salah dengar...!!!, ternyata Kazui juga mendengarnya, jadi kapten dan ana memang mempunyai hubungan...???." sambung bang Bob.

__ADS_1


"hmmm...., ana memang gadis gue, dia calon istri gue , puas kalian ...???, tenang saja, telinga loe-loe berdua nga budek ko..!!!." jawab Reza penuh keyakinan, setelah itu ia meninggalkan Kazui dan bang Bob yang masih bengong dengan mulut yang terbuka lebar.


__ADS_2