
selamat membaca
tuan Ronal saat ini sudah tidak bisa apa-apa lagi, ia hanya bisa pasrah dan menyerahkan dirinya sendiri tanpa melakukan perlawanan lagi.
"akhirnya impian ku kandas sudah, sia-sia hidup ku menantikan pengembangan senjata kimia, dan pada akhirnya aku tak bisa menikmatinya." gumam tuan Ronal, ia tertunduk lesu.
"tuan Ronal....., kau di tangkap atas tuduhan pembunuhan tuan Rian sebagai pencipta asli dari senjata kimia, dan tuduhan penyelundupan dan otak dari penyerangan dan pembunuhan atas rekan kami nona Stevie, kau berhak diam karena setiap kata yang kau keluarkan akan menjadi bukti untuk melawan mu di pengadilan nanti, kau boleh meminta pengacara, jika kau tak mampu, maka negara akan memberikan mu pengacara yang bekerja untuk negara." Reza memborgol tangan tuan Ronal dan memberikan nya kepada rekannya untuk di bawa ke markas untuk di interogasi.
"bereskan semua kekacauan ini, hubungi kantor polisi terdekat agar membantu membersihkan mayat-mayat para sampah masyarakat ini, dan untuk yang terluka biarkan para medis mengurus mereka agar bisa sembuh dan membusuk di penjara." Reza kembali memberikan arahan.
__ADS_1
"untuk para anggota....!!!, apa ada di antara kalian yang terluka....???" tanya Reza, ia berharap semua anggota nya baik-baik saja.
"lapor kapten, ada sekitar 15 orang yang mengalami luka ringan dan 6 orang mengalami luka tembak yang lumayan parah." hasil laporan salah satu anggota CIA.
"segera urus mereka semua, dan untuk yang mengalami luka parah segera hubungi kantor pusat untuk mengirimkan helikopter segera" perintah Reza dengan cepat.
"gue udah menghubungi markas, sekitar 5 menit lagi mereka sampai, pertolongan pertama juga udah di berikan pada ke 6 anggota kita, loe tenang aja, mereka akan baik-baik aja". suara Kazui terdengar di earphone Reza.
semua anggota yang terluka sudah di bawa ke rumah sakit dengan menggunakan helikopter, sedangkan para anggota mafia yang terluka di bawa oleh ambulance, dan untuk anggota mafia yang telah mati yang berjumlah sekitar 7 orang juga di bawah ke rumah sakit yang sama.
__ADS_1
anggota yang bertugas juga sudah kembali ke markas, Reza dan Diana memberikan tugas interogasi kepada Kazui dan bang Bob, sedangkan mereka hanya mengamati dari layar kamera pengawas saja, mereka berdua tidak merasa khawatir lagi, itu semua karena mereka para penjahat itu tak akan bisa lolos lagi dari hukum, semua bukti tak bisa mereka hindari walaupun dengan 1000 pengacara yang akan membela mereka.
saat ini Reza dan Diana ada di ruangan jendral Mario, mereka saat sedang melaporkan jika tugas mereka telah selesai dan akan di sidang dalam waktu 1 Minggu ke depan.
"selamat pagi jendral" sapa mereka berdua bersamaan.
"kami akan memberikan laporan tugas terakhir untuk misi senjata kimia jendral." kata Reza dengan sopan dan tegas.
"kau tak perlu terlalu formal seperti itu za...., mendingan kalian duduk dulu." jawab jendral Mario.
__ADS_1
"terimakasih jendral." jawab Reza dan ikut duduk di sofa bersama dengan Diana.
"kau tak usah melaporkan masalah misi, aku tau kalau kalian sudah berhasil, aku hanya ingin tau tentang hubungan kalian berdua saja " kini jenderal Mario sudah berubah menjadi sosok seorang ayah yang kepo terhadap hubungan cinta anaknya.