
selamat membaca
ke dua kubu berbeda tujuan itu saling menghadang satu sama lainnya, bang Bob menatap tajam ke arah ketua kelompok yang berbaju hitam di depannya.
"apa tujuan loe-loe semua sebenarnya memasuki hutan ini..???." tanya bang Bob dengan tegas.
"ini tak ada hubungannya dengan loe..., jadi sebaiknya loe minggir ..., jangan halangi jalan gue..., dasar anj*ng CIA....!!!."
"nyali kalian besar juga..., tapi kami tak akan membiarkan loe-loe semua lewat, karena kami yang loe sebut anj*ng, akan menggigit leher loe semua sampai putus." jawab bang Bob dan langsung menyerang anggota pembunuh bayaran tersebut.
keduanya saling menyerang, suara tembakan juga tak berhenti berbunyi, burung-burung yang ada di sekitar mereka langsung terbang berhamburan karena kebisingan dari suara tembakan.
di saat anggota CIA sedang menghadapi musuh, tim ke dua juga sudah menjalankan tugasnya.
"kita harus bergegas..., suara tembakan sudah terdengar, itu berarti bang Bob sudah memulai penyerangan." kata kai, salah satu anggota CIA.
__ADS_1
"jika kita bisa mendengar suara tembakan, itu berarti si Guncoro ini juga." jawab yang lainnya.
"berhenti berdiskusi, Guncoro sedang berlari ke arah selatan, cepat amankan target." perintah Kazui dari earphone.
"baik...!!!." jawab mereka serentak dan langsung bergegas untuk mencari target mereka."
Guncoro sedang melarikan diri ke arah Selatan yang berlawanan arah dari suara tembakan, tapi ia tidak menyadari jika masih ada kelompok yang akan menangkapnya, apalagi Kazui selalu mengikuti nya dengan dron, jadi dia tak akan mampu untuk bersembunyi terlalu lama.
karena kegesitan dari anggota elit CIA, para pembunuh yang di kirim untuk membunuh Guncoro akhirnya bisa di lumpuhkan, dan mereka juga ikut di tangkap dan akan di interogasi bersama dengan Guncoro, karena tim ke 2 juga berhasil menangkap Guncoro dengan mudah dan tampa perlawanan.
semua sudah ada di markas, Kazui langsung melaporkan hasil dari misinya ke kapten dan juga jendral mereka.
"hmmmm...halo..." jawab Reza dengan suara khas bangun tidurnya itu.
"apa tidur mu nyenyak kapten...???." tanya Kazui sekedar menggoda.
__ADS_1
"ada apa...???, jangan banyak basa-basi lagi..???." perintah Reza dengan suara dingin nya itu.
" ok...ok.., kami berhasil menangkap target, dan ada bonus pula.." jawab Kazui
"bonus ....??? bonus apa..???." tanya Reza penasaran.
"anggota pembunuh bayaran yang di kirim untuk melenyapkan target kita.., mereka semua ada di markas, bang Bob berhasil melumpuhkan mereka semua bersama anggota yang lain." jawab Kazui dengan bangga.
"bagus...., kami akan ke markas segera." jawab Reza dan langsung mematikan handphone nya.
Reza menoleh ke sampingnya, Diana masih tertidur dengan lelapnya, tangannya saja masih melingkar indah di pinggang Reza.
"sayang....,sayang...ayo bangun..., kita harus ke markas..." Reza membelai lembut pipi Diana, mencoba membangunkan wanitanya itu.
"hmmmm...,ini sudah jam berapa...???." tanya Diana masih setengah sadar.
__ADS_1
"ini sudah jam setengah enam pagi.., ayo bangun..., Kazui sudah selesai menjalankan misinya, target sudah ada di markas sekarang..!!!." jawab Reza dan kembali membelai pipi Diana dan mengecup singkat bibirnya sebelum ia bangun dari kasur empuknya itu untuk mandi dan bersiap-siap menjalankan tugas.
"sepertinya kita akan sedikit bermain di markas..." gumam Diana dan juga ikut bagun dan bersiap.