Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
41. Menjalankan misi bersama


__ADS_3

Selamat membaca


Setelah Guncoro menelepon jenderal Geral, ia memutuskan untuk segera pergi ke tempat yang di rasanya aman, selagi menunggu jenderal Geral mengurus segala sesuatu untuk membantu dirinya keluar dari negara X.


Sedangkan jenderal Geral yang di ancam oleh Guncoro merasa marah, apa lagi dia telah menipunya.


"kau terlalu lancang Guncoro....!!!, akan aku pastikan hudup jauh dari negara X...!!!." jenderal Geral meremas handphonenya sendiri karena menahan amarah.


Pasukan khusus CIA yang di Tugaskan untuk mencari dan mengamankan Guncoro baru saja tiba di rumah Guncoro, tetapi mereka sudah terlambat karena jenderal Geral sudah lebih dulu bergerak dari anggota CIA, entah dia mendapat bocoran dari mana.


Kazui dan Bob hanya bisa menendang barang yang ada di samping mereka karena kesal akan kegagalan mereka.


"Arggggggg.... Brakkkk...." aksi Bob yang menendang meja di kediaman Guncoro.

__ADS_1


"sial... Sial... Sial..., gue yakin dia pasti sudah di beri kabar, nga mungkin dia bisa melarikan diri dengan cepat kalo nga ada yang kasih dia informasi...!!!." kazui hanya mampu menendang-nendang kursi saja sebagai pelampiasan emosinya.


"loe harus segera laporin keadaan di sini ke kapten, sekarang gue dan tim yang lain akan menggeledah daerah sekitar sini, gue yakin dia belum jauh dari daerah ini" bang Bob langsung memerintahkan semua anggota untuk berpencar dan mencari jejak Guncoro.


"Hallo za...???, gue udah di rumah Guncoro, tapi dia sudah meninggalkan rumah." Kazui yang melaporkan keadaan di lokasi penyergapan.


"cepat atau lambat dia pasti ke tangkap, amankan saja semua lokasi pelabuhan dan bandara." perintah Reza, sedangkan dirinya dan Diana masih mengawasi lokasi sekitar kediaman jenderal Geral.


"apa kita harus kesana...???." tanya Diana.


.....


Sesuai jadwal, Reza dan Diana akan pergi ke kediaman jenderal Geral, karena jam sudah menunjukkan pukul 2 subuh, Reza dan Diana sudah siap dengan peralatan kamera dan juga penyadap yang cocok untuk misi kali ini.

__ADS_1


Mereka berdua memakai pakaian serba hitam, tak lupa juga topi dan masker untuk menutupi wajah mereka.


"apa loe udah siap...???." tanya Reza pada Diana


"udah..., semuanya udah selesai, ayo kita berangkat." jawab Diana dan langsung mengajak Reza untuk segera berangkat.


Mereka berdua menggunakan motor untuk menjalankan misi kali ini, sesampainya di sekitar lokasi perumahan jenderal Geral, Reza dan Diana memilih lokasi yang sedikit sunyi untuk menyimpan motor mereka, sehabis itu mereka mulai menjalankan misinya.


Reza lebih dulu memanjat pagar bagian belakang rumah jenderal Geral, setelah merasa aman, ia juga memanggil Diana untuk mengikutinya, sesampainya di halaman belakang, Reza dan Diana berpencar untuk mengerjakan tugas mereka, mereka berpencar agar lebih menghemat waktu.


"kita pisah di sini, sekitar 30 menit, kita juga sudah harus ada di sini, ingat....!!! Selesai nga selesai, loe harus sudah ada di sini." Reza memperingati Diana, gadis kecilnya yang sedikit keras kepala itu.


"ok...., siap kapten...!!!." jawab Diana sambil memberi hormat.

__ADS_1


Diana langsung meninggalkan lokasi mereka saat ini, tapi Reza menahan tangan Diana dan memeluknya dengan erat.


"ingat ya..., harus selalu waspada, jangan lengah.., gue nga mau loe kenapa-napa." bisik Reza di telinga Diana, ia sangat takut jika sesuatu akan membahayakan Diana, kenangan lima tahun yang lalu saja masih membekas di hatinya.


__ADS_2