
Selamat membaca
Setelah mendengar semua informasi yang di perlukan dari kazui, reza langsung menyuruh sahabatnya itu untuk pulang dan beristirahat, ia juga tahu jika kazui sama seperti Diana yang belum beristirahat sama sekali.
Sehabis ini sebaiknya loe pulang gih..., muka loe udah kusut banget tau... " perintah reza kepada kazui
Gue nga papa..., paling tidur bentar juga wajah tampan gue dah kembali" balas kazui santai
Nga.... Nga ada...., loe pulang dan istirahat dengan nyenyak" balas reza lagi
Lah.... Bagaimana dengan tuh.... " kazui menunjuk Diana yang sedang tidur dengan pulasnya.
Nga papa..., biar dia di sini aja, kasian kalo harus di bangunin..." jawab reza
Ya udah...., gue balik dulu, besok gue dateng lagi" kazui pasrah, tapi ada senyuman menggoda yang di lempar kan kepada reza, membuat reza bingung di buatnya
__ADS_1
Kenapa loe senyum-senyum nga jelas gitu sih...???" tanya reza dengan alis mengkerut
Nga.... Nga ada..., ok... Gue balik dulu, bobo yang nyenyak reza...." balas kazui dengan nada sedikit mengejek kepada reza
Sialan lu...., tunggu gue balik kemarkas, loe akan tau hukuman lo.... " balas reza tapi tak di hiraukan oleh kazui..
.....
Selepas Kepergian kazui, suster masuk untuk mengecek keadaan reza, tapi yang di lihat malah pasiennya sedang duduk santai seperti tidak habis mengalami kejadian antara hidup dan mati, sedangkan yang berbaring di ranjang pasien malahan gadis yang terlihat kelelahan.
Selamat malam tuan reza..." sapa suster dengan ekspresi bingungnya, tapi segera ia hilangkan.
Bagaimana perasaan anda malam ini...??? Apakah ada sesuatu yang kurang nyaman...??? Atau rasa nyeri mungkin...???" tanya suster sambil mengecek infus reza yang di bawa-bawanya.
Baik sus..., selain bekas tembakan saja yang terasa nyeri, semuanya ok...." balas reza.
__ADS_1
Sepertinya tuan reza sembuh dengan cepat, tinggal menunggu luka tembaknya mengering saja" balas suster
Besok pagi dokter akan mengecek keadaan tuan reza, jadi sebaiknya tuan reza beristirahat dengan baik" sambung suster lagi
Ok sus, terima kasih banyak... " balas reza dan di angguki oleh suster sebelum keluar dari ruangan VIP itu.
Selepas suster keluar, reza kembali ke ranjang pasiennya, ia membaringkan dirinya di samping Diana si gadis kecil masanya dulu.
Hai gadis manis ku..., loe tidur sangat nyenyak.... " gumam reza sambil merapikan rambut Diana yang menutupi sebagian mukanya.
Kenapa loe nggak langsung bilang ke gue sih...??? Kenapa harus loe sembunyi dari gue.., dan ada apa dengan wajah datar mu itu...???" reza bermonolog sendiri, sampai-sampai ia tak sadar dan tertidur pulas dengan memeluk Diana.
Jam sudah menunjukan pukul 7 pagi, sudah waktunya dokter dan suster untuk mengecek kondisi reza, tapi alangkah terkejutnya mereka saat masuk, mereka melihat reza dan Diana tidur dengan sangat nyenyak sekali.
Mungkin karena kebiasaan bagun pagi, Diana mulai membuka matanya, tapi saat ia ingin bergerak seperti ada sesuatu yang berat melingkar di pinggang rampingnya, dan saat ia sadar sepenuhnya, ia berbalik dan mendapati reza yang masih tidur dengan nyenyak sambil memeluknya.
__ADS_1
Selamat pagi nona Diana...., apa tidur anda menyenangkan...???" sapa dokter dan itu sukses membuat Diana sangat kaget,
Dok...., eh... Um... Selamat pagi dok..." jawab Diana dengan canggung, belum lagi mukanya yang sudah memerah karena malu, sedangkan suster dan dokter hanya tersenyum-senyum sendiri.