Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
49.sedikit kebenaran


__ADS_3

selamat membaca


saat ini Reza dan Diana sudah ada di ruang interogasi, begitupun dengan Guncoro yang sedang duduk diam di depan mereka.


"jadi....!!!, apa loe tak mau berbicara sekarang...???" tanya Reza


"apa yang kalian harapkan dari gue...???, gue nga tau apa-apa...!!!" jawab Guncoro, saat ini ia seperti tidak menghargai Diana dan Reza.


"apa loe tau kalau saat ini nyawa loe selamat karena kami yang nyelamatin loe...???" tanya Diana, ia menatap jijik pada orang di depannya saat ini.


"apa maksud kalian...???, dan siapa juga yang mau ngebunuh gue selain kalian yang ingin menangkap gue" jawab Guncoro, ia tak percaya dengan apa yang di katakan Diana tadi.

__ADS_1


dia terkekeh pelan mendengar jawaban Guncoro, ia langsung memutarkan video pengakuan para pembunuh bayaran yang di kirim langsung oleh jendral Geral untuk memusnahkan Guncoro.


setelah melihat video pengakuan tersebut, Guncoro mulai merasakan yang namanya ketakutan, ternyata hampir saja nyawa nya melayang, jika ia tidak di tangkap, mungkin saja ia sudah tak bernyawa saat ini.


"apa video ini asli...???, kalian tidak sedang membodohi ku kan...???" tanya Guncoro, ia ingin memastikan saja, ia seperti tidak percaya jika ia di khianati oleh jendral Geral.


"kenapa ....???, apa loe nga percaya jika jendral Geral mau mengkhianati loe...???, loe nga udah sedih....!!!, bukannya loe sama saja dengan dia...???, kalian saling mengkhianati satu sama lainnya." Reza tersenyum mengejek kearah Guncoro yang sedang memasang wajah seperti ingin membunuh saat ini.


"baiklah...!!!" jawab Guncoro dan langsung memberikan lokasi tempat penyimpanan bukti video, ternyata bukti itu tak ada pada dirinya, melainkan ada di rumahnya.


"loe lumayan cerdik juga, gue nga nyangka kalo loe nga membawa bukti itu di badan loe." kata Diana, ia cukup kagum dengan pemikiran Guncoro.

__ADS_1


"gue tau bukti ini sangat penting dan berbahaya, jadi gue harus antisipasi demi keselamatan nyawa gue." jawab Guncoro.


"ok...., kami akan memeriksanya, jika loe ngebohongin gue, ucapkan selamat datang di dunia penyiksaan." Reza menekan semua kata-katanya.


di saat Reza dan anggota CIA sedang sibuk dengan misi mereka masing-masing, tuan Ronal vedrik dan Clara masih setia tinggal di tempat persembunyiannya mereka, tuan Ronal sendiri saat ini sedang menghubungi seseorang melalui handphone khusus, dan itu terlihat oleh Clara saat melihat ayahnya berjalan keluar, itu terlihat sangat mencurigakan oleh Clara.


"apa yang di lakukan ayah....???, kenapa ia terlihat seperti menghindari penjaga...???" gumam Clara saat tidak sengaja melihat tingkah ayahnya.


"sebaiknya gue ikutin aja, takutnya ayah kenapa-napa, atau mungkin ayah sedang di ancam oleh seseorang...???" pemikiran Clara langsung membuat dirinya ketakutan sendiri.


"ini bahaya, gue harus bisa ngebantu ayah, nga ada seorang pun yang boleh ngebuat ayah gue ketakutan karena di ancam, gue akan buat orang itu ngegantung dirinya sendiri saat berhadapan dengan gue." gumam Clara yang penuh dengan percaya diri.

__ADS_1


saat tuan Ronal sudah merasa aman, ia langsung menghubungi seseorang, dan ternyata orang itu adalah jendral Geral sendiri, Clara yang mendengar pembicaraan mereka langsung shock, ia sama sekali tidak menyangka, apa yang di dengannya sungguh sangat membuat dirinya diam membisu.


__ADS_2