Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
47.interogasi 3


__ADS_3

selamat membaca


Diana kali ini ingin memberikan pelajaran yang berharga untuk anjin*-anjin* pesuruh seperti para pembunuh bayaran,tapi Diana hanya akan bermain sedikit dan tidak akan membahayakan nyawa mereka, paling tidak hidung patah dan beberapa rusuk saja, itupun sudah terlalu ringan untuk tingkat kejahatan yang mereka lakukan.


"bukkkk bukkkk bukkk ...." suara tinju yang di layangkan Diana ke perut si tersangka.


"apakah otot-otot perut mu sudah enakan....???" tanya Diana, ia menatap datar tapi ada senyuman di bibir nya.


"sudah...., sudah enakan..., gue nga butuh bantuan loe untuk ngerenggangin otot-otot gue." jawab si tersangka sambil memeluk perutnya.


"sepertinya masih ada yang belum lentur." kata Diana dan langsung meninju muka si penjahat hingga hidungnya mengeluarkan darah yang sangat banyak.


"arghhhhh...., dasar perempuan siluman....., loe ngepatahin hidung gue...." teriak si tersangka sambil memegang hidungnya yang sudah bengkok karena patah, ia berteriak sangat histeris saat ini.


"bisa diam nggak....???" Diana langsung menarik rambut si tersangka dan menghadap kemukanya.

__ADS_1


"apa sudah bisa menjawab pertanyaan ku....???" tanya Diana dengan wajah yang menunjukkan ekspresi yang menyeramkan, ia seperti tak merasakan belas kasian sedikitpun kepada si tersangka yang banyak mengeluarkan darah akibat hidung nya yang patah, belum lagi rasa nyeri dari rusuknya, sepertinya Diana juga mematahkan Beberapa tulang rusuk nya.


"bisa....gue bisa jawab semua nya...." jawab si tersangka dengan cepat.


Diana dan si tersangka kembali duduk di tempat masing-masing, tak lupa juga Diana kembali menghidupkan kamera pengawas yang ada di ruangan tersebut.


"nama....???" tanya Diana Tampa basa-basi lagi.


"Joy...." jawab si tersangka dengan cepat pula.


"siapa orang yang .ngeperintahin loe untuk melenyapkan Guncoro...???. lanjut Diana.


"apa ada alasan tersendiri...???, kenapa jendral Geral harus membunuh Guncoro...???" lanjut Diana.


"entahlah...,tapi sepertinya Guncoro mempunyai sesuatu yang dapat membuat jendral Geral sampai ketakutan seperti itu." jawab Joy .

__ADS_1


"baiklah...., loe bisa kembali ke tempat kurungan untuk anjin*-anjin* pesuruh kaya loe." Diana langsung berdiri dan keluar dari ruangan interogasi, tak lupa juga ia menyuruh Kazui untuk mengantar Joy kembali ke selnya.


"Kazui...., bawa tahanan kita kembali, jangan lupa hubungi ruang medis untuk mengobati luka-luka nya." perintah Diana dan langsung di lakukan oleh Kazui.


"siap laksanakan...." jawab Kazui santai.


sedangkan di ruang pengawas kamera cctv, Reza masih setia memperhatikan rekaman pengawas di rumah jendral Geral, terlihat jendral Geral menghubungi seseorang melalui handphone khusus.


"hmmmm...., tidak salah dia menjadi jenderal, pemikiran nya lumayan juga, sepertinya ia sudah tau kalo nomor handphone nya sudah di sadap, jadi menggunakan handphone khusus sekali pakai, sungguh cerdik." gumam Reza.


"tapi yang dia tidak ketahui, kalau rumahnya sudah penuh dengan penyadap dan juga kamera tersembunyi, jadi dia dengan berani menelpon seseorang yang penting di dalam rumah nya." jawab Diana yang baru saja masuk.


"loe emang selalu benar sayang, ayo kita dengan apa yang si penghianat ini bicarakan...!!!" jawab Reza, ia langsung memasangkan earphone di telinga Diana dan juga untuk dirinya sendiri.


diruang kerja jendral Geral

__ADS_1


"halo...., tuan...., sepertinya rencana kita akan gagal...!!!" kata jendral Geral, terlihat wajah jendral sangat khawatir saat ini.


"anggota yang aku kirim sudah di tangkap semuanya..., aku yakin cepat atau lambat, kita juga akan segera di tangkap...." sambung jendral Geral lagi.


__ADS_2