Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
08. serangan terhadap clarra


__ADS_3

Selamat membaca


Setelah pembahasan masalah laporan penjualan tersebut selesai, reza dan pak anton akhirnya keluar juga dari ruangan yang penuh dengan tekanan itu,.


Hufffftt.... " pak anton membuang nafasnya kasar


Akhirnya kelar juga, asal kamu tau za, bapak tadi hampir nga bisa nafas gara-gara kamu" sambung pak anton lagi setelah mwnjefa kata-katanya


Untung saja nona clarra tak mempermasalahkannya, jika tidak.... Huh.... Kamu mungkin...... " pak anton menunjuk lehernya sendiri dan menggarisnya seperti sedang di sayat, reza hanya terkekeh saja melihat tingkah bosnya itu, ia adalah agen CIA terbaik, tapi kini ia seperti sedang di peringatkan jika nyawanya dalam bahaya.


Maafkan aku pak, aku tidak akan mengulangi ya lagi" reza memberi hormat kepada pria paruh baya yang menjadi bosnya sekarang.

__ADS_1


Saat mereka sedang di depan gedung, ternyata clarra juga keluar bersama dengan billar tangan kanannya, keluar dari liff dan berjalan menuju ke arah mobilnya, reza masih memperhatikannya, tapi tiba-tiba reza menangkap sikap seorang lelaki yang nampak sangat mencurigakan, ia melihat lelaki itu sedang berjalan mendekat ke arah clarra dengan pistol di tangannya.


Reza langsung membuang tas yang di pegangnya dan berlari ke arah clarra sambil berteriak memanggil nama stevie lagi.


Vie... Stevie... Awas.... Di belakang loe.... " suara reza yang memperingati clarra sambi berlari ke arahnya, saat ia berbalik ke belakang, terlihat sosok lelaki menggunakan masker dan topi hitam mengarahkan pistol ke arahnya sambil teriak


Matilah kau....." teriak sang pembunuh bayaran


Loe nga papakan vie...??? Mana...??? Apa ada yang sakit...???" terlihat reza sangat mengkhawatirkan clarra, tapi sesungguhnya yang di khawatirkan itu bukan clarranya, melainkan stevie yang mempunyai wujud yang sama dengan clarra.


Melihat jika di tubuh clarra tak mendapati luka, reza langsung bangkit dan berlari Menghajar pelaku penembakan tadi yang saat ini sedang berhadapan dengan billar, reza langsung memberikannya tendangan tepat di dada, sipenenbak yang mendapat tendangan langsung jatuh tersungkur memuntahkan seteguk darah, tak merasa cukup sampai di situ, reza kembali membangunkannya dan memberikannya hantaman keras di perut dan kepala sipenenbak, ia juga mematahkan tangan yang ia pakai untuk menebak clarra tadi.

__ADS_1


Saat ini reza terlihat sangat buas, ia seperti kehilangan kendali atas dirinya, maklum saja, ia kembali teringat dimana stevie menghadang peluru untuk dirinya, dan mengakibatkan wanita yang dicintainya pergi untuk selamanya-lamanya.


Tangan ini yang kalian pakai untuk membunuh orang lain, maka tangan ini sebaiknya di hancurkan saja, orang-orang sampah seperti kalian tak pantas memiliki tubuh yang lengkap" kata-kata reza membuat semua orang yang mendengarnya merinding ketakutan di buat nya, termasud pak anton, padahal selama reza bekerja, ia tak pernah melihat reza marah sekali pun, tapi hari ini ia melihat sisi gelap dari si pria sabar yang selalu doyan dengan kerja lemburnya.


Aku nga akan buat dia marah... " gumam pak anton.


Hei kamu...." clarra mencoba menyadarkan reza saat ini.


Hei sadarlah...., ia akan mati jika kamu tak berenti memukulnya.... " clarra sudah ada di depan reza saat ini, tapi reza masih belum melepaskan si pelaku penembakan sehingga membuat clarra menamparnya untuk menyadarkannya.


Plakkkkk

__ADS_1


__ADS_2