
Selamat membaca
Diana adalah gadis kecil yang cantik nan manis, ia sudah sering berlatih sejak berumur 5 tahun, ayahnya jenderal Mario tak pernah mempublikasikan puteri nya di dunia luar, itu karena profesinya sebagai anak dari seorang jenderal besar sangat beresiko tinggi mengundang bahaya.
Seiring berjalannya waktu, Diana sudah tumbuh menjadi gadis kecil berumur 10 tahun, waktu itu Diana menyelinap ke bagasi mobil ayahnya hanya karena penasaran dengan markas pusat ayahnya bekerja.
Sesampainya di markas pusat, Diana berjalan-jalan sendiri mengamati sekitar, dan kebetulan dia melihat reza yang sedang berlatih menembak, dimata diana reza terlihat sangat tampan, dan tampa diana sadari, ia juga sudah di tatap oleh reza.
Hei kamu, gadis kecil seperti loe ngapain di sini...???" tanya reza yang juga masih berumur 15 tahun waktu itu, ia baru seminggu berada di kesatuan dan masih selalu di remehkan oleh seniornya.
Diana yang di tanya hanya mengedip-ngedipkan matanya, ia sangat terpesona dengan wajah tampan reza saat itu.
Hei gadis manis..., kenapa tidak menjawab...???" tanya reza lagi, membuat diana kecil tersadar.
Kaka tampan juga ngapain di sini" bukannya menjawab, Diana malah balik bertanya, membuat reza menghela nafasnya berat.
__ADS_1
Loe.... , bukannya ngejawab, tapi malah balik bertanya, loe nga lihat seragam yang gue pake...???" reza kini menunjuk logo yang ada di bajunya.
Woh.... Kaka tampan sudah jadi bagian dari CIA rupanya " ekspresi diana yang heboh sedikit membuat reza terhibur, beberapa hari ini, hari-harinya cukup berat, tak ada yang percaya dengan kemampuannya karena umurnya yang terbilang muda.
Kaka tampan..." diana memanggil reza dengan ekspresi seriusnya yang terlihat menggemaskan di mata reza.
Ya.... Ada apa...???" tanya reza
Kaka tampan, karena kaka tampan sangat kuat dan juga hebat, maka kaka tampan cocok menjadi calon suami ku nanti, jadi tunggu aku menjadi dewasa, aku akan menjadi gadis yang hebat agar bisa berdiri sejajar dengan kaka tampan di medan pertempuran nanti sebagai gadis mu" kata-kata diana kecil membuat reza terbatuk karena kaget.
Apa....???" tanya reza yang sudah sejajar dengan diana kecil, dia mendekat kearah telinga reza dan berbisik
I love u kaka tampan... Dan cup" diana mengecup pipi reza dan kabur meninggalkan reza yang terdiam mematung.
Tunggu gue yah...." suara teriakan diana sambil berlari untuk menemui ayahnya secara diam-diam.
__ADS_1
.........
Ana..... Diana...." suara reza menyadarkan lamunan Diana.
Ah... Ya... Ada apa za...???" tanya Diana yang baru sadar dari lamunannya.
Kita sudah sampai di desa terdekat" jawab reza sambil memperhatikan Diana yang masih sedikit linglung.
Oh... Ia.." Diana dan reza bersiap untuk turun dari helikoper, barang bawaan mereka juga sudah di siapkan di atas jib yang sudah di sediakan, mereka akan bertemu di lokasi yang tak jauh dari tebing dengan tim yang sudah ada di hutan terlebih dahulu.
Diana kembali menghubungi kazui untuk memberitahukan jika mereka sudah menuju lokasi perjanjian.
Kita sudah menuju lokasi sekarang, bagaimana dengan posisi kalian...???" tanya Diana melalui earphone yang sudah terkoneksi dengan yang lain
Kami sudah dekat dengan lokasi, sekitar 20 menit lagi kita sudah sampai" jawab kazui
__ADS_1
Sampai jumpa di lokasi....