Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
21. latihan


__ADS_3

Selamat membaca


Saat ini, semua anggota telah beristirahat, malam nanti mereka akan keluar untuk merayakan kedatangan kapten mereka sekaligus merayakan keberhasilan misi.


Saat ini reza berada di arena latihan, ia sedang melatih tembakannya, sudah lama ia tidak menggunakan senjata, dan ketika kembali ia langsung di medan pertempuran, itu sedikit membuatnya terasa kaku, jadi reza berniat melenturkan otot-ototnya lagi.


Dor dor dor.... " suara tembakan reza yang sedang membidik sasaran di depannya, dan itu semua tepat sasaran.


Kemampuan loe, walaupun nga loe gunain selama 5 tahun, tapi masih saja mengagumkan" suara kazui yang datang menghampirinya


He he he..., sepertinya senjata sudah mendaradaging di tubuh gue... " jawab reza sedikit menyombongkan diri di depan sahabat lamanya itu.


Ya.. Ya.. Ya.., loe sama sekali tidak berubah, selalu saja berbeda kepala di depan gue" jawab kazui pasrah.


Mereka berdua keluar ke arena latihan, mereka melihat Diana sedang berlatih beladiri bersama ke 5 anggota yang lainnya.

__ADS_1


Ana....., kali ini... Jika kita yang menang..., kau harus mau kami jodohkan..... " suara salah satu anggota yang akan melawan Diana.


Bang..., Bermimpilah...., kalian tak akan mungkin bisa mengalahkan ku...." jawab Diana santai..


Kita lihat saja..., lagian jodoh mu sudah menunggumu dengan putus asa..., abang kasian dengannya, jadi abang akan membantunya kali ini" jawab bang Bob yang akan me jodohkan Diana de ga salah satu pemuda di kesatuan juga.


Ok...., mulai.... " suara salah satu anggota yang bertugas sebagai juri


Ke lima anggota itu langsung menyerang Diana satu persatu, tapi Diana dengan mudahnya mematahkan serangan mereka, ilmu beladiri Diana tak bisa diragukan, dia menggunakan 3 macam ilmu beladiri, taichi, karate dan juga kungfu, dalam waktu singkat, kelima anggota itu sudah Diana tumbangkan.


Ana...., tak bisakah kau berkencan dengannya sekali saja...???" tanya bang Bob yang sudah bangun dengan susah payah.


Bang..., ana masih belum bisa...., lagian dia kenapa nga datang sendiri ke ana..., malah nyuruh abang..., dianya mah nga jentelman dong bang..." jawab Diana yang sudah duduk bareng sama anggota yang lain.


Diakan pemalu ana..., kamukan tau sendiri...." balas bang Bob lagi

__ADS_1


Tau ah...., ana masih belum kepikiran sampai ke situ" jawab ana lagi


Sedangkan reza dan kazui yang melihat latihan yang di lakukan ana, mereka sangat-sangat mengaguminya, kazui saja yang sudah sering melihat Diana latihan, masih saja di buat terpesona jika melihatnya lagi, apalagi reza yang baru pertama kali, dia sedikit di buat terkagum-kagum oleh ana.


Kapten..... " sapa abang Bob yang melihat reza dan kazui mendekat kearah mereka.


Sepertinya kalian berenang-senang" reza tersenyum melihat antusias anggotanya yang hobi berlatih


Ya...., kami latihan bersama wakil kapten kita yang tangguh ini" jawab abang bob dan langsung mendapat lirikan mematikan dari ana, yang di lirik hanya cengir kuda saja.


Oh... Begitu rupanya..., aku jadi ingin ikut bertanding juga..... " reza sedikit penasaran ingin melawan Diana, dari hasil pengamatannya tadi, Diana masih belum mengeluarkan semua kemampuannya.


Aku tidak sehebat kapten, masih butuh banyak bimbingan" suara Diana terdengar sangat merendah.


Kau terlalu menganggap remeh dirimu sendiri, aku tau kau gadis yang sangat tangguh... " jawab reza.

__ADS_1


__ADS_2