Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
23. penyekapan


__ADS_3

Selamat membaca


Kini malam telah tiba, para anggota yang di pimpin reza sudah bersiap untuk merayakan kedatangan kapten mereka, Diana juga sudah siap dengan dres mininya, mereka semua berkumpul dan menggunakan sekitar 5 mobil, 6 karena Diana membawa mobilnya sendiri.


Mereka sudah sampai di restoran tempat yang mereka pesan sebelumnya, nuansanya asyik, tidak terlalu mewah, restoran yang sederhana tapi tetap cocok untuk berkumpul mengadakan party atau reunian.


Diana...., loe cantik sekali malam ini" bang Bob mencoba menggoda Diana yang di anggap adik perempuannya itu.


Maksud abang..., selama ini ana nga cantik gitu...???" balas Diana yang memasang wajah cemberutnya.


Nga... Nga..., bukan gitu maksudnya abang..." abang Bob langsung cepat-cepat menenangkan singa betina, takutnya ia akan kena cakar, padahal acara belum di mulai.


Maksud abang, selama inikan abang dan teman-teman yang lain, janrang ngeliat ana berpakaian seperti ini, biasanya cuma pakai pakaian latihan doang, tapi tetap cantik ko... " sambung abang Bob lagi, ia melirik anggota yang lain untuk meminta bantuan.

__ADS_1


Itu betul ana...., kita semua senang ngeliat ana mau pake baju cewe, biasanya juga ogah kan..." sambung anggota yang lainya, mereka mengerti dengan arti tatapan bang Bob tadi.


Apa yang kalian ributkan....." tanya kazui yang baru datang bersama dengan reza.


Nga ada.... " jawab Diana dan langsung berdiri menuju toilet.


Ana kenapa...???" tanya kazui yang penasaran, sedangkan reza langsung duduk tak mau mengambil pusing dengan urusan mereka.


Biasa...., masalah wanita yang sensitif" jawab bang Bob dan langsung mendapat anggukan dari kazui.


Di lain sisi, seorang pria paruh baya sudah merasa muak karena tidak dapat menemukan ronal vedrik, jadi jalan satu-satunya adalah dengan menggunakan keluarganya, dan itu berarti mereka akan menggunakan clarra sebagai umpan agar ayahnya mau keluar dari persembunyiannya.


Lakukan rencana kedua, aku tak bisaenunggu lagi" suara pria paruh baya yang memerintah tangan kanannya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, sang tangan kanan keluar dan menghubungi denrik sang ketua mafia untuk melakukan tugasnya.


Hallo..." suara denrik di seberang telepon.


Aku akan mengirim data seseorang, kalian harus menangkapnya hidup-hidup dan lakukan malam ini juga...." sang tangan kanan memberikan perintah, setelah itu ia menutup teleponnya dan mengirim sesuatu ke ketua mafia yang tak lain adalah data-data milik clarra.


Beberapa jam kemudian, ketua mafia sudah siap dengan pasukannya, ia membawa sekitar 50 orang hanya untuk memboikot rumah clarra.


Sedangkan yang di incar malah lagi sibuk duduk di meja kerjanya, ia tak akan pernah menyangka, jika sebentar lagi rumahnya akan di ambil alih oleh para mafia.


Bos.... Kita sudah ada di posisi.... " lapor salah satu anggota.


Baik...., lanjutkan..., lakukan dengan teliti..., jangan sampai pergerakan kita di ketahui oleh orang lain" perintah denrik yang masih duduk di dalam mobil van hitamnya.

__ADS_1


Dalam beberapa menit, anggota mafia sudah berhasil melumpuhkan semua pengawal dan mengikat mereka semua.


Sedangkan clarra yang masih sibuk di meja kerjanya, padahal jam sudah menunjukan pukul 2 subuh, ia merasa ada yang aneh dengan suasana malam ini, ia langsung mengecek cctv keamanan rumahnya, dan benar saja, sekolompok orang berpakaian hitam sedang mondar-mandiri di dalam rumahnya, ia langsung mengunci ruang kerjanya dan menghubungi billar agar meminta bantuan.


__ADS_2