
selamat membaca
Reza dan Diana sudah sampai di restoran, mereka memesan ruangan pribadi, itu untuk memastikan agar apa yang mereka bicarakan tak dapat di dengan dan dilihat oleh orang lain, takutnya akan mengundang pihak-pihak yang sedang waspada saat ini.
"sayang...., sekalian saja kita makan siang, gue takut gadis manis ku ini kelaparan..." usul Reza sedikit bercanda.
"apa nga sebaiknya kita nunggu Clara dulu...???." tanya Diana .
"masih ada 20 menit sebelum dia sampai, kita masih harus ngurusin sesuatu lagi, takutnya akan memakan banyak waktu." jawab Reza dan langsung di anggukkan oleh Diana.
setelah memesan makanan, tak lupa juga mereka memesankan makanan untuk Clara, dan di saat mereka sedang makan, pintu ruangan terbuka, dan ternyata itu adalah Clara.
__ADS_1
"hai......, apa gue lama...???." tanya Clara memastikan.
"nga...ko.., sorry kita makan duluan, soalnya kita lagi ngehemat waktu, kita udah pesenin makanan buat loe, semoga loe suka yah...???" jawab Reza.
"nga....papa..., makasih udah di pesenin, gue suka ko...!!!" jawab Clara dan langsung duduk di bangku restoran.
"oh ya...., gue langsung ke intinya aja deh..." sambung Clara lagi.
"tadi pagi, gue ngeliat ayah menelpon seseorang, tapi karena gaya ayah gue sedikit mencurigakan, jadi gue ikutin dan nguping pembicaraan ayah gue, di situ ayah gue sedang berbicara dengan jendral yang bernama jendral Geral, entah bagaimana, gue seperti curiga ayah gue sedang mengerjakan sesuatu yang berbahaya, gue sempat denger ayah gue ingin menyingkirkan seseorang, tapi sepertinya rencana mereka gagal." Clara menjeda kata-katanya dan melanjutkan nya lagi.
sedangkan Reza dan Diana hanya saling bertatapan, sepertinya mereka sudah tau harus melakukan apa langkah selanjutnya, karena target sepertinya tidak menyadari jika rencana mereka sudah gagal.
__ADS_1
"terimakasih karena loe udah mau ngebantu kita, jujur saja, jendral Geral saat ini sedang dalam masa penyelidikan, gue nga bisa pastiin, tapi sepertinya tuan Ronal mempunyai hubungan dengan kasus yang kita sedang selidiki." jawab Reza.
"dan maaf sekali lagi, gue dan Ana akan pergi sekarang, karena kita berdua akan langsung mengurus masalah ini, gue saranin loe nga usah kembali ke tempat persembunyian, mending loe cari lokasi yang loe rasa aman, atau loe mau ikut kita ke markas saja...??? itu jauh lebih baik." Reza mengingatkan, sekaligus memberikan saran.
"gue ada satu tempat yang gue rasa aman, gue nga bisa ngikutin kalian ke markas, gue takut menghambat kerja kalian." jawab Clara.
"ok...., kami jalan dulu." Reza dan Diana langsung keluar dan kembali ke markas, langkah pertama yang akan mereka lakukan adalah memeriksa hasil dari video yang di sembunyikan oleh Guncoro, setelah memastikan itu, mereka akan menggerakkan anggota bang Bob untuk meringkus jendral Geral sesegera mungkin.
sesampainya di markas dan memutar video, ternyata orang di video itu adalah jendral Geral dan tuan Ronal, dan seseorang yang di panggil ketua itu sendiri adalah tuan Ronal.
.isi video.
__ADS_1
"ketua....!!!, bagaimana dengan perencanaan penjualan senjata ini...???" tanya jendral Geral.
"sebentar lagi akan selesai, setelah senjata itu selesai dia buat, kita bisa memalsukan jika senjata itu adalah buatan ku sendiri, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, harus kita musnahkan." jawab tuan Ronal.