Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
52.penyergapan


__ADS_3

selamat membaca


mendengar jawaban dari tuan Ronal, jendral Geral hanya mangut-mangut saja, ternya mereka sudah sangat lama merencanakan ini semua. setelah memastikan isi video, Reza langsung menghubungi Abang Bob untuk mengkonfirmasi dimana keberadaan jendral Geral, mereka harus langsung menangkap nya.


"halo bang Bob ...!!!" suara Reza terdengar berat.


"ya kapten....!!!" jawab bang Bob.


"kita sudah memiliki bukti yang kuat, sekarang kalian bisa menangkap tersangka nya." perintah Reza.

__ADS_1


"siap laksanakan kapten." jawab bang Bob.


setelah bang Bob mendapatkan perintah penangkapan, ia langsung mengerahkan anak buahnya untuk bergerak cepat melumpuhkan penjaga di rumah jendral Geral, setelah mengamankan semua penjaga, mereka langsung menangkap jendral Geral Tampa halangan sama sekali, sebagian anak buah bang Bob memeriksa rumah jendral Geral, siapa tau ada sesuatu yang bisa dijadikan barang bukti, dan benar saja, sesuatu yang di jaga ketat oleh para penjaga itu adalah senjata kimia yang menjadi pokok permasalahan.


semuanya di bawah ke markas oleh bang Bob, pasukan juga sudah di tarik semua. karena Reza akan memimpin mereka kembali untuk menangkap sang dalang dari kejadian itu semua, yang tak lain adalah tuan Ronal sendiri, ia sengaja membuat cerita jika dirinya lah yang sedang dalam bahaya, padahal dia adalah sang pelaku utamanya.


di lain sisi, tuan Ronal mendapatkan kabar jika jendral Geral sudah di tangkap dan pasukan sudah menuju ke tempat dia berada, tak tinggal diam, tuan Ronal juga sudah menyiapkan pasukan nya, siapa lagi kalau bukan tuan Denrik, sang ketua mafia, anggota CIA saja yang sedang menjaga tuan Ronal sudah mereka bunuh. untung saja salah satu dari mereka berhasil menghubungi markas dan memberitahukan kondisi mereka di sana saat ini, dari itulah Reza menyiapkan pasukan yang besar untuk memusnahkan para pembunuh berdarah dingin itu.


"aku berharap kita semua bisa bekerjasama dengan baik untuk misi kali ini, tapi satu yang harus kalian ingat, kita harus saling melindungi, dengan begitu, kita bisa mengalahkan mereka, para sampah masyarakat." Reza tersenyum dan memperhatikan satu persatu anggota nya.

__ADS_1


"apa kalian siap semua nya....???" teriak Reza .


" siap kapten.....!!!" jawab mereka serentak dan berteriak sembari mengumpulkan keberanian.


"ayo kita jalan....!!!" satu kalimat dari Reza, membuat para anggota semua nya bubar dan menaiki kendaraan yang sudah di siapkan untuk menuju lokasi yang akan menjadi tempat perjuangan terakhir mereka dalam misi ini.


"Kazui...." panggil Reza, dan yang di panggil hanya menoleh dan menunggu perintah apa yang akan di berikan padanya.


"lakukan tugas mu seperti biasanya, kau tak perlu perintah dari ku" sambung Reza dan langsung naik di mobil yang sama dengan Kazui, begitupun dengan Diana.

__ADS_1


sedangkan di tempat tuan Ronal, para anggota mafia juga sudah siap dengan senjata mereka, tak hanya itu, mereka bahkan sudah siap di lokasi masing-masing untuk menghadapi anggota CIA.


"kali ini nyawa Reza harus aku ambil, agar adikku bisa tenang di sana" gumam tuan Denrik sang ketua mafia.


__ADS_2