Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
14. kembali ke CIA


__ADS_3

Selamat membaca


Reza kini sudah berada di markas pusat CIA untuk melapor kepada jenderal Mario, dan itu di sambut baik oleh para petinggi di kesatuan CIA.


Bagus... Bagus... Bagus... " pak Mario kini merasa senang, akhirnya prajurit terbaiknya kembali juga setelah minggat selama 5 tahun lamanya.


Aku senang kau memutuskan kembali lagi za" pak Mario kini sudah berada di depan reza, ia memeluk reza tanda syukur atas kembalinya reza.


Ia pak.., saya akan menyelesaikan semua tugas yang pernah saya tinggalkan dulu" jawab reza, ia sedikit malu sekarang, ia pergi meninggal teman setimnya dengan meninggalkan masalah yang belum selesai.


Tidak apa-apa za..., kami mengerti perasaan mu, kau sudah kembali sekarang, stevie pasti akan tersenyum melihat mu memakai seragam itu lagi" pak Mario menuntun reza untuk duduk di sofa yang ada diruangannya.

__ADS_1


Oh ya za....,kau akan berpatner dengan agen Diana mulai sekarang, sebaiknya kau mendiskusikan rencana kalian untuk misi yang akan kalian berdua jalankan" pak Mario langsung menghubungi Diana untuk ke ruangannya, ia ingin melihat rencana apa yang akan mereka ambil dalam misi penyelamatan rekan mereka.


Tak berselang lama Diana muncul dengan pakaian yang tengtop yang selidik basah, tubuhnya saja masih di banjiri keringat saat ini.


Apa kau kehujanan sayang....???" tanya pak mario sedikit bercanda kepada anak gadis ya itu.


Aku baru selesai latihan ayah, bukan kehujanan, dan kau langsung menghubungi ku" balas Diana, tak ada rasa hormat sedikitpun, itu di lakukannya hanya jika mereka berada di ruangan ayahnya dan tidak ada orang lain, tapi tidak termaksud dengan reza, dia adalah pengecualian terhadap ayah dan anak itu.


Apa kau tidak malu karena bau keringat...???" tanya ayahnya lagi


Ok...., bisa kita bekerja sekarang...???" tanya Diana yang sudah siap dengan peta yang ada di meja dan juga peta 3D di leptob miliknya.

__ADS_1


Reza tak menjawab, dia hanya mengangguk saja sebagai tanda jika ia siap memulai kembali kebiasaan lamanya yang di tinggalkan selama 5 tahun terakhir ini.


Lokasi mereka berada di tengah hutan, jalur aman untuk menempuh ke markas mereka hanya ada 1 jalur, yaitu jalur disini" Diana menunjuk lokasi yang terbilang curam, karena hutan tempat markas mafia ada di hutan tebing, Diana melanjutkannya lagi.


Kami sudah menempatkan beberapa dron di sekitar lokasi untuk melihat keadaan hutan untuk mencari jika ada lokasi yang bisa kita lewati, dan hasilnya nihil, jalan utama sudah mereka blok, mereka juga menempatkan anggota mereka lengkap dengan senjata dalam jumlah yang cukup banyak" penjelasan Diana membuat kening reza mengkerut.


Jadi bagaimana menurut mu za...???" tanya Diana yang sudah menjelaskan pokok permasalahannya.


Kita akan lewat tebing ini" jawab reza dan mendapat tatapan dari Diana


Mereka tidak akan menyangka jika kita akan berani untuk melalui jalur jurang yang terjual ini, dengan begitu kita mendapatkan keuntungan dari ketidaksiapan mereka" sambung reza lagi

__ADS_1


Aku mengerti...., kita akan mempersiapkan salam penyambutan yang hangat untuk mereka" jawab Diana.


Pak mario hanya mangut-mangut saja di buatnya, pasalnya kedua orang di depannya seperti tidak menganggap dirinya ada di ruangan itu, mereka seperti terlarut dalam dunia mereka sendiri.


__ADS_2