Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
22. latihan 2


__ADS_3

Selamat membaca


Sorak-sorak suara di lapangan terdengar dari dua kubu, ada yang memanggil nama reza dan juga ada yang menyorakkan nama Diana, mereka bahkan tak tanggung-tanggung untuk bertaruh, siapa yang kalah akan membayar biaya makan-makan untuk acara sambutan kapten dan keberhasilan misi mereka yang akan di lakukan makan nanti.


Aku yakin yang menang pasti kapten kita.... " suara dari kubu reza...


Kau jangan senang dulu..., apa kau belum pernah merasakan pukulan dari wakil kapten...???" suara dari kubu Diana dan masih banyak lagi pembelaan dari masing-masing kubu.


Reza dan Diana kini sedang berdiri di tengah-tengah anggota yang mengerumuni mereka, suasana sedikit tegang dengan hanya melihat kedua orang hebat di depan mereka.


Mulai..... " suara kazui yang menyerukan jika pertandingan sudah di mulai

__ADS_1


Reza dan ana keduanya maju dan saling melempar pukulan dan tendangan, masing-masing dari serangan mereka berdua bisa mereka tangkis, kini suasana semakin memanas, karena reza dan juga ana meningkatkan kecepatan serangan mereka, para anggota hanya di buat melongo oleh keduanya.


Ana.... Gue nga nyangka bisa berlatih bersama dengan gadis manis tapi berbahaya seperti loe.... " suara reza berbisik di telinga Diana yang dia kunci pergerakannya


Diana yang mendengar panggilan manis, membuat dirinya mengingat saat pertama kali bertemu dengan reza, wajahnya yang tadi bersemangat saat pertama latihan kini berubah suram.


Ia menyiku dada reza yang mengunci ya dari belakang, sehingga dapat melepaskan diri, ia berputar dan menghadap kearah reza yang sedang meringkuk menahan sakit di dadanya, ia langsung memanjat tubuh reza dan membantingnya.


Gue paling benci dengan kata manis, jadi loe harus ingat itu" suara ana yang juga berbisik di telinga reza


Reza memperhatikan wajah Diana, terlihat sangat familiar untuknya, apalagi mata indah Diana yang sangat jernih, seperti mata seseorang yang pernah reza kenal, tapi siapa...???.

__ADS_1


Suasana di arena latihan kini berubah lagi, dari yang suasa tegang berubah menjadi momen yang ah.... Bisa di bilang romantis.... Bisa juga di bilang.... Canggung.... Entahlah....,author sendiri bingung...


Apa loe mau terus-terusan ada di atas gue... " suara Diana menyadarkan lamunan reza.


Ah.... Ehem... Ehem..." reza langsung bangun dari atas tubuh Diana, ia berdehem sebentar untuk menghilangkan kecanggungannya, sedangkan ana langsung kembali ke kamarnya untuk mandi, dan reza sendiri mendapat tatapan aneh dari para anggotanya....


Kenapa kalian ngeliat gue kaya gitu...???" reza bertanya tampa menggunakan kata-kata formal lagi, sedangkan yang di tanya hanya senyum-senyum melihat ketua mer3salah tingkah.


Apa kalian semua mau aku hukum...???" reza kembali ke mode formalnya dan membuat anak buahnya kocar-kacir tak jelas melarikan diri karna takut mendapat hukuman mengerikan dari sang kapten Tirani itu.


Hmmmmm..., loe ngebuat mereka takut semua za...." kazui mwnghembuskan nafas pasrah

__ADS_1


Biarkan saja...., ayo... Kita juga harus bersiap..., bukannya malam ini kita ada acara bukan...???" jawab reza dan berlenggang pergi meninggalkan kazui yang masih memandang punggungnya dengan tatapan rindunya.


Sudah lama gue nga lihat loe seperti ini, loe seperti hidup kembali za.., gue seneng ngeliatnya" gumam kazui dan langsung menyusul reza untuk bersiap...


__ADS_2