Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
18. panjat tebing


__ADS_3

Selamat membaca


Memikirkan reza membuat kepala clarra sedikit pusing, clarra membutuhkan orang hebat untuk bisa melindunginya saat ini, dan ia melihat itu semua ada pada diri reza, clarra yakin jika reza bukanlah orang sembarangan, di lihat dari cara dia melumpuhkan pelaku penembakan terakhir kali, clarra yakin jika reza sudah sangat mahir dan terbiasa dengan situasi seperti itu.


Tok tok tok.... " suara pintu di ketuk


Masuk......" perintah clarra dari dalam ruangan


Apa ada kabar dari ayah ku bi...???" tanya clarra lagi, sudah beberapa hari ini ia tak menerima kabar dari ayahnya, ia hanya mengirim pesan singkat beberapa hari yang lalu, dan sampai sekarang ayahnya tak bisa di hubungi.


Belum nona..., tapi tuan juga tidak bekerja di tempat penelitian beberapa hari terakhir, kata mereka, tuan mengambil cuti" jawab billar sesuai dengan informasi yang di dapatkannya.


Ada apa dengan ayah, ayah tak pernah mengambil cuti, hari ulang tahun ku saja, ia lebih memilih bekerja, tapi sekarang dia mengambil cuti....??? Clarra mencoba mencari alasan mengapa ayahnya menggunakan kata cuti untuk menghilang.

__ADS_1


Pasti ada yang tidak beres dengan ayah ku" gumam clarra sambil menopang dagunya menggunakan kedua tangannya.


Cari tahu senjata apa yang terakhir kali ayah ku kerjakan" perintah clarra dan langsung di angguki oleh billar.


Saya permisi nona... " billar keluar dari ruangan clarra untuk melakukan tugas baru yang di dapatkannya.


.......


Malam belum berlalu sepenuhnya, tapi kelompok reza sudah bangun dan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menuju lokasi tempat mereka akan memanjat tebing.


Apa kalian semua sudah siap...???" tanya reza yang sudah berdiri di depan anggotanya


Kami sudah siap kapten" jawab mereka semua.

__ADS_1


Bagus..., ayo kita jemput saudara kita dan hancurkan mereka" kata-kata reza membakar semangat anggotanya.


Mereka berjalan hanya di temani cahaya rembulan saja, sekarang masih pukul 04 dini hari, mereka akan sampai pada jam 05 pagi hari, dan itu tepat waktu, mereka sudah ada di lokasi, reza dan Diana sudah siap untuk memanjat tebing terlebih dahulu.


Ayo kita mulai" suara reza menyemangati dirinya sendiri


Mereka berdua mulai memanjat, terlihat reza sangat lihai melakukannya, tapi yang tak kalah mengagumkan adalah Diana, mereka berdua memanjat tebing tampa bantuan alat pelindung, jika mereka tidak berhati-hati, nyawa mereka akan langsung lenyap jika terjatuh dari atas.


Reza dan Diana berhasil sampai di puncak, tali untuk membantu anggota yang lain sudah terpasang, tinggal menunggu semua anggota naik dan mulai misi penyusupan.


Terlihat sang surya muncul dengan warna kemasanya yang melambangkan ke agungan, reza dan Diana berdiri sejajar, menutup mata menikmati sinar hangat yang di berikan oleh sang surya.


Hembusan angin meniupkan aroma pepohonan yang menenangkan jiwa, mereka sangat perlu menenangkan diri sebelum melakukan misi yang sangat berbahaya.

__ADS_1


Kazui dan anggota yang lain sudah berhasil naik dengan mudah berkat tali bantuan yang reza dan Diana pasang untuk mereka, setelah sampai, kazui mengirim dro9lagi untuk melakukan pengintaian, misi kali ini adalah melakukannya dengan mulus.


Semua aman dan terkendali, lokasi mereka ada di bagian barat markas, tidak terlalu banyak anggota yang tersisa, sepertinya mereka mengirim semua anggota untuk memblokir jalan" laporan kazui selesai.


__ADS_2