
Selamat membaca
Diana dan reza masih berada di dalam mobil jib yang di kemudikan sendiri oleh reza, tak ada kata-kata yang keluar dari bibir mereka, reza sedikit mencuri pandang ke arah Diana yang duduk diam, entah apa yang ada di dalam kepala kecilnya itu.
Ana..., loe baik-baik saja kan...???" tanya reza yang nampak sedikit khawatir di raut wajahnya.
Gue baik-baik saja, cuma teringat sesuatu yang menyenangkan" jawaban Diana membuat kening reza mengkerut.
Mengingat sesuatu yang menyenangkan, tapi ekspresinya seperti mengingat sesuatu yang mengenaskan saja" dalam hati reza.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di titik pertemuan dengan anggota tim yang lain, kazui langsung datang menghampiri reza, begitupun dengan anggota yang lain, mereka tak tampak seperti anak buah dan atasan, tapi lebih persis seperti saudara.
Reza.... " suara kazui yang sudah ada di samping mobil jib
Hai saudara ku..." sapa reza, mereka berpelukan melepas rindu selama 5 tahun lamanya.
__ADS_1
Apa kabar kalian semua" kini reza menyapa anggotanya yang lain
Kami kehilangan pemimpin kami" jawab mereka serentak
Maafin gue, karena keegoisan gue kalian semua mendapat imbasnya" reza merasa sedih saat ini.
Yang terpenting loe sudah ada di sini za..., dia pasti tersenyum lagi sekarang, buktiin pada stevie lo mampu jadi yang terbaik, sesuai dengan keinginannya" kazui mencoba menenangkan sahabatnya itu, ia tau berat rasanya melihat kekasih sendiri mati di depan mata, apalagi mati demi untuk melindungi nyawa kita sendiri.
Kita akan membuat tenda di sini dulu, kita akan bergerak saat subuh nanti" reza memberikan perintah dan langsung dilaksanakan oleh semua anggota.
Kazui, reza dan Diana sedang duduk memperhatikan jalur tebing yang akan mereka lewati nanti, kazui mengirim dron untuk melihat lokasi tersebut agar mereka bisa memilih jalur tebing yang terbilang mudah untuk mereka panjat.
Tidak..., itu terlihat mudah, tapi batu itu lebih berbahaya saat di panjat" jawab reza
Itu betul...., batu dengan model seperti ini, lebih mudah patah saat di jadikan pegangan dan pijakan, sangat berbahaya" sambung Diana
__ADS_1
Kita ambil jalur yang ini saja" reza menunjuk jalur tebing yang terlihat sangat curam dan juga sedikit susah untuk dipanjat.
Itu juga terlihat berbahaya za" bantah kazui
Aku akan naik deluan membawa tali untuk menjadi alat bantu untuk kalian" jawab reza dan mendapat anggukan oleh kazui.
Aku akan ikut dengan mu" sambung Diana dan mendapat tatapan dari reza.
Reza merasa pernah melihat Diana, tapi entahlah, dia tidak bisa mengingatnya dengan jelas, maklum saja, Diana kan waktu itu masih seorang gadis kecil berumur 10 tahun, dan sekarang ia sudah berumur 20 tahun.
Apa kau yakin....???" tanya kazui, dirinya saja sepertinya akan sulit tampa bantuan nanti, tapi wakil kapten mereka seperti tak kenal takut, sama seperti reza sang ketua.
Ya....." jawab Diana dan keluar dari dalam tenda itu, ia mencari makan karena sudah waktunya makan siang.
.......
__ADS_1
Di lain sisi, clarra masih memikirkan reza, tapi ia mendapat laporan jika reza sudah memundurkan diri dari kantor, dan yang lebih anehnya lagi, ia tak bisa mendapatkan informasi tentang keberadaannya.
Sungguh membuat frustasi saja....