Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
50.titik terang


__ADS_3

selamat membaca


Clara saat ini masih diam membisu di sela-sela semak, ia masih belum sadar sepenuhnya saat ini, tapi ia harus mendengarkan semua yang di katakan ayahnya, dan harus segera memberi tahukan tentang ini ke Reza.


"bagaimana situasi nya...???, apa sudah di ketahui ???" suara tuan Ronal sedikit berbisik menahan suaranya.


"dasar kau tidak becus, pekerjaan seperti ini saja kau tidak bisa" sambung tuan Ronal lagi.


"bagaimana caranya...???, apa kau tak bisa menyingkirkan nya ...???, hanya hama kecil seperti itu saja kau tidak becus mengurus nya...!!!" gumam tuan Ronal, wajah nya saat ini sangat merah, ia seperti sedang menahan amarahnya.

__ADS_1


"aku tak membutuhkan maaf mu, dan berhenti menghubungi ku lagi jendral Geral." jawab tuan Ronal.


setelah mengatakan itu semua, tuan Ronal pergi meninggalkan hutan kecil itu dan kembali ke tempat persembunyian, Tapi sebelum kembali, ia terlebih dahulu menghancurkan handphone sekali pakai yang ia pakai saat menghubungi jendral Geral tadi.


setelah melihat ayahnya sudah kembali, barulah Clara keluar dari semak-semak persembunyian nya, tak lupa juga ia mengambil handphone yang di gunakan ayahnya tadi, walaupun handphone itu sudah hancur, tapi Clara sangat tau, kalau handphone itu masih bisa di jadikan bukti kuat nantinya, dan ia harus sesegera mungkin memberikan barang bukti itu ke Reza.


"ada apa dengan ini semua ..???, apa hubungan ayah dengan jendral Geral...???, dan siapa yang mereka ingin musnahkan...???." gumam Clara, ia masih berdiri diam dengan handphone rusak di tangan nya.


sedangkan Reza dan Diana saat ini sedang berada di rumah Guncoro, mereka berdua sedang mencari bukti video yang di sembunyikan Guncoro di dalam rumahnya sendiri.

__ADS_1


"Guncoro bilang ada di dinding kamar nya, dia lumayan pintar dalam menyembunyikan sesuatu, siapa yang menyangka jika bukti itu ada di dalam tembok...???" gumam Diana, ia sedang memperhatikan kondisi tembok kamar Guncoro, sedangkan Reza sendiri, ia juga sibuk mengetok-ngetok dinding kamar, mencari cela jika terdapat suara yang berbeda.


"dapat....." gumam Reza dan langsung menghancurkan tembok tersebut dengan menggunakan palu yang memang sudah mereka siapkan sebelum berangkat tadi, setelah mengambil bukti tersebut, handphone Reza berbunyi, dan ternyata itu adalah telepon dari Clara, ia memintanya untuk bertemu.


"halo za...???" sapa Clara dari seberang telepon.


"ya ....ada apa ...???, apa loe dalam bahaya...???" tanya Reza langsung, takutnya Clara dan tuan Ronal mendapatkan serangan lagi.


"nga...nga...ko..., gue baik-baik aja, gue hanya mau memberikan sesuatu sama loe, dan gue ada sedikit informasi, sebenarnya bukan informasi juga, tapi gue sebenernya ada pertanyaan, dan ini penting banget." jawab Clara lagi.

__ADS_1


"ok...., kita ketemu di restoran x saja, gue tunggu di sana...!!! gimana....???." Reza langsung menyarankan, sepertinya Clara memang memiliki sesuatu yang sangat penting saat ini.


"ok...., 30 menit lagi gue akan sampai, karena saat ini gue sudah ada di jalan, gue keluar Tampa pengawasan, gue seperti ragu sama salah satu pengawas yang ada di rumah persembunyian." jawab Clara dan langsung mematikan handphone nya.


__ADS_2