Penyesalan Fahreza

Penyesalan Fahreza
07. dia mirip sekali....


__ADS_3

Selamat membaca


Reza masih terus memandangi wajah clarra dengan seksama, rasa rindu yang mengguncah di dalam hati selama ini, terlepas sudah, wanita yang di rindukannya ada di depan matanya sendiri.


Stevie.... " reza yang memanggil clarra dengan sebutan nama yang berbeda membuat clarra mengerutkan kenunggnya.


Hei... Hei... Hei...., loe.... Sadarlah...., loe manggil gue dengan sebutan apa tadi...???" clarra mengjentik-jentikkan harinya di depan mata reza yang masih terus memandanginya tampa berkedip, tapi yang membuatnya emosi adalah nama yang reza pakai untuk memanggilnya.

__ADS_1


Vie... Ini aku... Reza..." jawab reza yang masih belum sadar jika wanita yang di depannya bukanlah stevie kekasihnya melainkan clarra, sifat dan kepribadiannya saja jauh berbeda, apalagi stevie memang benar-benar sudah tiada.


Jangan manggil gue dengan sebutan nama orang lain, gue paling nga suka, dan loe harus ingat, nama gue adalah clarra, CEO di clarra compeny, loe jangan sok akrab dan kenal sama gue" reza yang mendengar penuturan clarra langsung tersadar, gadis di depannya bukanlah gadisnya dulu yang selalu bersikap manis dan manja di depannya, walaupun stevie hebat dalam pertarungan, tapi ia mempunyai hati dan sifat yang lembut serta penyayang, dia gadis yang paling sempurna di mata reza.


Oh..... Maafkan atas kelancangan saya, saya hanya salah mengira jika nona adalah orang yang saya kenal" kini kata-kata reza kembali menjadi formal ia memberi hormat dan kembali ke tempat duduk ya semula.


Za....., kamu bikin jantung bapak mau copot saja, bisa-bisanya kamu ngira nona clarra sebagai orang yang kamu kenal....???. Bisik pak anton di telinga reza, itu benar saja, saat reza berdiri dan memanggil clarra dengan nama orang lain tadi, pak anton sudah dah dog dug di buatnya, takutnya mereka akan mengalami masalah besar gara-gara reza, untungnya nona clarra masih membiarkan reza dan tidak mengambil tindakan atas sikap lanang ya tadi.

__ADS_1


Ada apa dengan lelaki ini...??? Apa gue segitu miripnya dengan si stevie itu....???" dalam benak clarra, ia merasa terganggu sekarang, selama ini tak pernah ada yang memanggilnya dengan sebutan nama orang lain.


Nona...." billar menyadarkan clarra dari lamunannya.


Oh ya bil...., aku akan kembali ke ruangan ku, kau selesaikan saja tugas hari ini" clarra memberikan tugas dan kembali ke ruangannya.


Ok...., kita lanjutkan pembahasan ya, dan untuk kamu... " billar menunjuk reza yang masih terus diam.

__ADS_1


Hati-hati saat memanggil nama orang lain, jangan karena kecerobohanmu membuat orang lain merasa kesal" billar yang memperingati reza, dan reza hanya mengangguk saja tampa niat untuk menjawab, membuat pak anton di sampingnya gemes sendiri,


Ya tuhan...., kenapa aku haris mempunyai karyawan seperti dirimu za...??? Tapi hanya dirimu juga yang berkompoten di kantor" dalam hati pak anton, kini ia mengambil alih, memberi hormat dan meminta maaf atas sikap lanang yang reza lakukan tadi.


__ADS_2