
Selamat membaca
Setelah reza menyelesaikan sarapannya, ia langsung bergegas untuk duduk di samping kazui untuk melihat apa yang di lihat oleh sahabatnya itu.
Loe Lihat sendiri, kerjanya sangat halus dan cepat, jika loe nga merhatiin dengan baik, itu sangat sulit untuk di lihat" kazui menyerahkan laptobnya dan memperlihatkan gambaran cctv saat stevie terbunuh 5 tahun lalu.
Reza mengambil laptob kazui dan mulai melihat cctv tersebut dengan serius, tapi reza hanya memperhatikan gerakan ketua mafia saja, dan tidak memperhatikan seseorang yang berada di belakangnya, reza merasa heran, karena senjata yang di pegang oleh ketua mafia itu tak mengeluarkan peluru, tapi peluru berasal dari belakang ketua mafia.
Senjata yang di gunakannya tak memiliki peluru.... " gumam reza
Ya...., dan peluru yang membuat stevie tiada, itu berasal dari anggota CIA di belakangnya, walaupun tubuh dan wajahnya
__ADS_1
tertutup oleh kamera, tapi coba loe lihat di bagian tangannya...???" reza kembali mengambil laptobnya dan memutar serta memperbesar gambar si anggota penghianat saat ia mengarahkan senjatanya.
Badannya boleh nga kelihatan, tapi di tangannya terdapat luka sayatan, itu sudah cukup untuk kita mencari si penghiat itu" kazui seperti ingin mencabik-cabik habis si penghiat itu.
Loe bener, dia pasti nga akan menyangka kalo kita mendapatkan bukti kejahatannya" balas reza, wajahnya sudah mulai mengeras menahan amarah saat ini.
Ini nga sederhana za, pasti ada orang besar di kesatuan yang memerintahkannya" sambung kazui, ia berfikir sangat logis, tidak mungkin seorang penghianat ada di kelompok mereka, jika bukan campur tangan dari orang dalam.
Itu sudah pasti, kita akan mendapatkan mereka semua, mereka harus membayar malal untuk kejadian 5 tahun lalu" sambung reza, ia tak akan melepaskan mereka semua, orang-orang besar yang berbeda di atas yang ikut terlibat, akan ia beri pelajaran yang tak akan mereka kira.
Hai.... Apa gue ngeganggu kalian...???" tanya clarra, karena melihat dari raut wajah kedua pria di depannya, sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius.
__ADS_1
Nga... Nga ngeganggu ko, kebetulan gue juga udah selesai, kalian ngobrol aja, gue balik dulu" jawab kazui dengan cepat, ia langsung mengambil laptobnya dan meninggalkan reza dan clarra di ruangan tersebut.
Gimana keadaan loe...???" tanya clarra yang sudah duduk di sofa samping reza duduk, ia meletakkan buah-buahan yang ia beli di atas meja.
Udah baikan...., bagaimana dengan kondisi nona sendiri...???" tanya reza, takutnya itu akan mengganggu kondisi mentalnya.
Gue nga papa, itu udah biasa gue alami, tapi bisa nga loe jangan bicara formal ama gue...??? Gue ngerasa loe seperti menjaga jarak ama gue" clarra menjawab sekaligus sedikit mengeluarkan isi di dalam pikirannya.
Maaf nona clarra, takutnya itu tidak sopan kepada anda, tapi karena nona clarra sendiri yang meminta, maka saya akan mengikutinya" jawab reza, ekspresinya kini menunjukkan ekspresi yang tidak bisa di baca.
Lo bisa bisa manggil gue dengan sebutan lara aja... " balas clarra.
__ADS_1
Ok..., lara...." sambung reza.
Gue udah dengar dari anggota yang lain, itu tentang gadis bernama stevie, apa gue segitu miripnya ama dia...???.