Perawan Tua Mengejar Bahagia

Perawan Tua Mengejar Bahagia
Rumah Masa Depan


__ADS_3

Tari pun Masuk ke dalam rumah tersebut.


Begitu Takjub pandangannya melihat rumah mewah yang sudah berisi perabotan lengkap.


•••


"Abang sering nginap disini? Christie sering kesini? Tanya Tari penasaran.


Tommy hanya menggeleng.


"Kamu wanita pertama yang aku bawa kesini." Bisik Tommy menggoda di telinga Tari.


"Ih abang apaan sih? Geli tau." Kata Tari sambil memegang telinganya.


"Yang geli tuh kalo di giniin." Jawab Tommy sambil menggelitik tubuh Tari.


Tari pun berlari memutari rumah tersebut untuk menghindari Tommy.


Sampai akhirnya Tari terpojok di dinding.


Posisi berdiri Tommy dan Tari saling berhadapan.


Keduanya seketika terdiam.


•••


Tangan Tommy mengusap lembut bibir Tari.


"Boleh?" Tanya Tommy dengan mata sayu seakan nafsunya sudah di puncak.


Tari menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" Tanya Tommy penasaran.


"Aku belum pernah ciuman Bang..." Jawab Tari polos.


Tommy hanya tersenyum.


"Aku akan melakukannya perlahan dan aku akan mengajarimu." Kata Tommy sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Tari.


Spontan tangan Tari menutup bibir Tommy.


"Kenapa Sayang?


Kamu gak mau melakukannya denganku...


Aku kan bakal jadi suamimu...


Hal ini lumrah dilakukan orang pacaran... Sementara kita gak sempat pacaran...


Besok kita sudah bertunangan..." Kata Tommy kesal.


"Berarti kamu sering ciuman sama Christie?" Tanya Tari penasaran.


•••


Tommy menarik nafas panjang.


"Gak bisa dibilang ciuman juga...


Dia selalu mengajakku ciuman...


Biasanya dia cuma mengecup bibirku saja dan aku tidak merespon...

__ADS_1


Jadi cuma sebatas kecupan." Jelas Tommy dengan wajah tanpa ekspresi.


"Kenapa abang gak respon terus ciuman sama dia? Kan abang cinta banget sama dia?" Tanya Tari yang bermaksud mengorek tentang hubungan Tommy dan Christie.


"Karena aku belum yakin dia bakal jadi istriku...


Dan ternyata benar kamu yang akan jadi istriku...


Makanya aku membawamu ke rumah ini sebagai wanita pertama...


Aku juga belum pernah ciuman...


Aku juga ingin mencobanya denganmu..." Jawab Tommy dengan nada yang sedikit tinggi.


"Kalau abang belum pernah, kenapa tadi bilang ingin mengajariku?" Tanya Tari heran.


•••


"Kalau kami laki-laki sedang berkumpul biasanya membahas atau menonton film dewasa. Abang belajar dari situ." Jawab Tommy.


"Ih kalian laki-laki, dasar mesum." Kata Tari sambil berjalan meninggalkan Tommy.


"Kamarnya di mana bang?" Tanya Tari yang menghindari Tommy.


"Di pojok sana." Jawab Tommy ketus.


•••


"Bang, sini..." Panggil Tari dari dalam kamar.


"Kenapa?" Jawab Tommy singkat dan tetap berbaring di sofa ruang tamu.


"Sini bang... Ayo sini!" Tari memanggil Tommy dengan suara yang makin kencang.


•••


"Ada apa sih?" Tanya Tommy jutek


"Kok muka abang kusut gitu? Masih marah ya?" Goda Tari sambil mencubit pinggang Tommy.


"Ngapain marah? Itu hak kamu. Kita kan belum ada ikatan. Besok selesai acara tunangan, aku minta hakku!" Jawab Tommy tegas.


"Loh gak jadi minta sekarang aja?" Tanya Tari menggoda.


"Gak! Udah gak mood!" Jawab Tommy sambil buang muka.


•••


Tari menghampiri Tommy.


Ia berjinjit lalu memegang kedua pipi Tommy dan mengecup bibir Tommy.


Tommy diam mematung.


Tidak percaya apa yang baru saja terjadi.


"Yaudah kalo gak mood. Padahal aku baru mau belajar. Aku istirahat disini bentar ya..." Kata Tari sambil merebahkan tubuhnya di kasur.


Mendengar ucapan Tari, Tommy langsung menindih Tubuh Tari dan mulai mencium Tari.


"Tutup matamu, Sayang." Kata Tommy.


Tari memejamkan matanya.

__ADS_1


•••


Dilihatnya nafas Tari yang mulai tersengal.


"Bernafaslah Tari, kau bisa mati jika begitu." Kata Tommy sambil melepaskan ciumannya.


"Ya Tuhan, apa aku akan menikahi anak SD? hahaha" Kata Tommy sambil tertawa.


"Yaudah kita istirahat sebentar..."Ajak Tommy sambil memeluk tubuh Tari.


•••


Perlahan Tari tertidur dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


Tommy memandang wajah Tari lalu merapikan anak rambut Tari.


"Betapa polosnya kamu, sayangku...


Kamu memang wanita terbaik...


Kamu menjaga diri dan kehormatanmu bahkan dari aku yang akan jadi suamimu...


Aku tau kamu takut saat ciuman pertama kita tadi...


Aku baru sadar kamu mencintaimu, sampai rela mengorbankan rasa takutmu itu...


Aku janji akan menjagamu sayangku..." Gumam Tommy dalam hati sambil mengecup kening Tari.


Tari dan Tommy tertidur pulas.


Hingga pukul 6 Tari terbangun.


Ditatapnya wajah Tommy sambil tersenyum lalu Ia membangunkan Tommy.


Setelah itu mereka bersiap dan Tommy mengantar Tari pulang.


•••


Setibanya di rumah Tari.


Tommy Turun dari mobil dan mengantar Tari masuk ke dalam rumahnya sekalian berpamitan pada calon mertuanya.


Ternyata orang tua Tari sedang tidak ada di rumah.


Sebelum pulang Tommy memeluk tubuh Tari dan Tari membalas pelukan Tommy.


Tari mendongakkan kepalanya ke wajah Tommy.


Akhirnya mereka berciuman lagi di ruang tamu.


•••


Tak berapa lama,Tommy pamit pulang sambil melambaikan tangannya dari dalam mobil.


Tari masih tersenyum memandang mobil Tommy yang sudah tidak terlihat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat Membaca😃


Mohon Dukungannya✌️


Betha🙋

__ADS_1


__ADS_2