
Setibanya di Kantor Polisi, Tommy langsung dimasukkan kedalam sel tahanan sambil menunggu laporan yang diterima pihak kepolisian rampung di proses.
Pak Bagas dan Pak Bara terlihat tetap berada di Kantor Polisi untuk mendampingi Tommy. Pengacara yang sudah di hubungi Pak Bagas pun juga terlihat sibuk berbincang dengan pihak kepolisian.
Senjata pembunuhan berupa Pisau lipat juga sudah dikirimkan ke laboratorium forensik untuk di teliti lebih lanjut.
Dari hasil yang didapatkan, hanya terdapat sidik jari Tommy yang tertinggal di pegangan pisau tersebut.
Lokasi tempat terjadinya peristiwa penusukan tersebut berada jauh dari jangkauan CCTV bahkan tidak terpantau sama sekali dalam kamera pengawas di hotel tersebut.
Tidak adanya saksi dan meninggalnya korban menjadikan posisi Tommy saat ini benar-benar sulit.
Semua alibi yang dikemukakan Tommy menjadi terpatahkan dengan bukti yang ada.
•••
Tommy terlihat termenung dengan tatapan kosong didalam sel tahanan.
Ia masih mengenakan tuxedo yang dipersiapkannya beberapa bulan lalu untuk hari spesialnya bersama Tari.
Terlihat cairan bening menetes dari kedua pelupuk matanya.
Ia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan terjebak di situasi seperti ini.
Dan bertepatan dengan hari bahagia yang sudah Ia dan Tari impikan.
Tommy merasa sangat frustasi. Berkali-kali Ia menghempaskan kepalanya dengan kencang pada tembik dalam sel tahanan itu.
__ADS_1
Pak Bagas yang awalnya terlihat tegar pun tidak mampu lagi membendung air matanya.
Bukan lagi rasa malu akibat tertundanya acara pernikahan Tommy dan Tari yang saat ini jadi prioritas dalam pikirannya. Tapi bagaimana cara agar putra kesayangannya itu bisa dinyatakan tidak bersalah dan segera dibebaskan dari semua tuduhan pembunuhan ini.
Pak Bagas paham betul dengan sifat dan karakter putranya tersebut. Ia yakin bahwa Tommy tidak bersalah. Ia tidak percaya bahwa putranya akan mampu untuk menghabisi nyawa seseorang dengan begitu keji. Terlebih saat ini Tommy bekerja sebagai hakim.
•••
Pak Bara yang menyaksikan Pak Bagas tertunduk lemah mulai mencoba menenangkannya.
"Tenanglah...
Kita semua tau Tommy tidak mungkin berbuat hal gila begini...
Masalah ini pasti akan cepat selesai..." Kata Pak Bara sambil menepuk pundak Pak Bagas.
Saya harap pernikahan Anak Kita tetap berjalan nanti saat masalah ini selesai..." Jawab Pak Bagas dengan wajah memelas.
Pak Bara hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Pak Bagas.
Pak Bara merasa ragu untuk menjawab Pak Bagas.
•••
Memang dirinya dan Pak Bagas sudah bersahabat baik sejak lama, begitupun istri mereka.
Tapi hingga saat ini belum ada kejelasan terkait nasib Tommy.
__ADS_1
Ia juga tentunya memikirkan nasib putrinya yang semakin lama akan bertambah tua.
Terlebih ada calon lain yang menurutnya lebih baik untuk menjadi pendamping putrinya.
Bahkan saat ini putrinya sedang bersama dengan calon pilihannya tersebut.
Semenjak peristiwa perkelahian Angga dan Tommy serta Tari yang terlihat begitu bersedih dengan sikap Tommy, sedikit banyak mempengaruhi Pak Bara dan Bu Lusi.
Timbul keraguan apakah Tommy betul-betul calon pendamping yang sesuai bagi putri mereka.
Entah peristiwa ini merupakan rencana Tuhan untuk Tari agar memperkuat ikatan sebelum menikah dengan Tommy atau jalan bagi Tari agar menemukan pendamping yang lebih baik daripada Tommy.
Pak Bara hanya bisa pasrah dan terus mendoakan yang terbaik bagi semua pihak. Terutama untuk putri kesayangannya Tari agar bisa bahagia dimasa yang akan datang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hayo...
Tim siapa nih kalian???
Tommy Tari atau Angga Tari???
•••
Selamat Membaca😃
Mohon Dukungannya✌️
__ADS_1
Betha🙋