
"Kamu semakin cantik Tari...
Andai Aku bisa memilikimu..." Kata Angga Lirih sambil menitikan air mata.
•••
Angga masih terpaku di tempatnya memandang ke arah Tari.
Tari yang sedang asyik bercengkrama dengan Tommy melihat Angga yang sedang menatapnya.
Angga seketika panik lalu menyeka air matanya sambil berlari menghindar dari pandangan Tari.
Angga segera masuk ke dalam mobilnya dan bergegas meninggalkan restoran tersebut menuju ke rumahnya.
Setibanya dirumah, Ia langsung menuju ke ruang olahraga.
Angga memang selalu melampiaskan emosinya dengan berolahraga.
•••
Setelah hampir 1 jam berolahraga.
Angga segera mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa keringat sehabis berolahraga.
Saat rintik air yang keluar dari shower membasahi tubuhnya, Angga tiba-tiba memukul dinding dihadapannya berulang kali dengan kencang.
Hal tersebut membuat tangannya mengeluarkan darah segar yang seketika juga tersiram air yang mengalir dari shower.
"Kenapa Aku harus merasakan indahnya jatuh cinta pertama kali dan seketika juga merasakan pahitnya tidak bisa memilikinya?
Kenapa Kamu sangat bahagia hari ini bersamanya???
Kamu seakan-akan melupakan tangisanmu kemarin.
Jangan!
Jangan teruskan bersamanya Tari!
__ADS_1
Nanti Kamu akan menangis lagi!" Kata Angga sambil berteriak.
•••
Sementara itu, Tari dan Tommy sudah menyelesaikan makan malam mereka.
Tommy mengantar Tari pulang.
"Sayang...
Makasih buat hari ini dan maafin Aku ya kasr sama kamu tadi..." Kata Tommy sambil menggenggam tangan Tari dan menatap Tari dengan wajah memelas.
"Iya gapapa Sayang...
Aku maafin kamu, Calon Suamiku..." Balas Tari sambil tersenyum.
Tommy lalu mencium kening Tari. Lalu Tari keluar dari dalam mobil dan menunggu hingga mobil Tommy pergi menghilang dari pandangannya.
•••
Tari baru melangkahkan kakinya memasuki ruang tamu rumahnya.
Ia dikagetkan oleh Pak Bara dan Bu Lusi yang sudah duduk disana.
"Tari duduk sini sebentar...
Ada yang mau Mama dan Papa tanyakan..." Kata Bu Lusi sambil menepuk kurai yang ada di sebelahnya.
Tari segera mengikuti perintah Bu Lusi dan duduk di sebelah Bu Lusi.
"Tanya apa Ma, Pa?" Jawab Tari dengan wajah sedikit cemas.
"Kamu yakin mau teruskan rencana pernikahan dengan Tommy?" Tanya Pak Bara dengan wajah serius.
"Yakin Pa. Memang kenapa?" Jawab Tari yang mengernyitkan dahinya karena heran.
Bu Lusi dan Pak Bara saling bertatapan.
__ADS_1
"Ehm...Yasudah gapapa...
Kamu masuk sana istirahat aja..." Kata Bu Lusi sambil menepuk pundak Tari.
Tari meninggalkan kedua orang tuanya dan menuju ke kamarnya tanpa rasa curiga.
Ia terlalu berbahagia hari ini. Ia tiba-tiba tersipu malu sendiri membayangkan kegiatan yang Ia dan Tommy lakukan hari ini.
Segera Ia membersihkan diri lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan seketika terlelap. Mungkin terlalu lelah setelah berulang kali melakukan kegiatan yang menguras tenaga bersama Tommy.
•••
"Gimana nih Pa?" Tanya Bu Lusi panik sambil menggigit jarinya.
Pak Bara menghela nafas panjang.
Nafas yang menunjukkan rasa frustasinya.
"Ya mau gimana lagi Ma. Kita tetap lanjutkan pernikahan ini sesuai keinginan Tari." Jawab Pak Bara sambil menunduk dan melipat kedua tangannya.
Sejak kejadian malam kemarin, Pak Bara dan Bu Lusi mulai menyimpan keraguan terhadap Tommy.
Mereka tampaknya tidak sepenuhnya yakin bahwa Tommy adalah calon pendamping yang mampu melindungi dan juga membahagiakan putri tunggal mereka.
"Apa kita terlalu gegabah tentang pernikahan ini?
Seharusnya Tari masih bisa mendapat calon suami yang lebih baik.
Seperti Angga misalnya..." Kata Bu Lusi sambil menangis didalam pelukan suaminya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat Membaca😃
Mohon Dukungannya✌️
Betha🙋
__ADS_1