Perawan Tua Mengejar Bahagia

Perawan Tua Mengejar Bahagia
Jangan Menghindar


__ADS_3

"Tommy angkatan kita kuliah dulu?" Tanya Gracia mendetail.


Tari dan Julie mengangguk bersamaan.


"Oh no!


Lu baru sembuh 3 tahun lalu Tar. Jangan lagi. Gue mohon jangan cari penyakit lagi!" Rengek Monic sambil menatap Tari yang hanya tertunduk."


"Dengerin dulu ceritaku girls."Kata Tari.


"Tadi pagi abis aku nabrak mobilnya, dia ngajak sarapan bareng di warung soto deket situ..." Jelas Tari yang belum selesai dengan ceritanya.


"Terus kamu makan bareng?" Potong Gracia yang sudah sangat antusias.


"Iya. Kita cerita banyak, dan tau gak dia sampe hafal aku gak suka toge dan hobi minum teh tawar anget. Terharu sumpah." Lanjut Tari dengan ekspresi setengah nangis.


"Aku juga tanya alasan dia menghilang dan ternyata karena dia malu gak lolos ujian kejaksaan waktu tes barengan aku.


Dan sekarang dia gak jadi jaksa tapi jadi..." Jelas Tari yang tiba-tiba menghentikan ucapannya karena pelayan mengantarkan camilan pesanan mereka.


"Jangan bilang jadi suaminya orang. Hahaha" Kata Julie yang sedari tadi diam dan kini nyeletuk sambil tertawa.


"Dia jadi Hakim." Jawab Tari santai.


"Keren banget. Terus dia berubah gak penampilannya?" Tanya Gracia.


"Iya, tambah kekar dan tampan mirip oppa korea."Jawab Tari berbunga-bunga.


"Hei... Fokus Tar! Berarti dia dinas di kota ini juga? Udah berapa lama?" Tanya Julie.


"Iya disini. Udah 3 tahun katanya."Kata Tari.


"Berarti selama dia menghilang, dia dikota ini. kok kamu gak pernah ketemu dia pas sidang sih Tar?" Tanya Julie heran.


"Iya juga sih jul. Dijalan ataupun dimana kok gak pernah papasan gitu. Dia kayak hilang ditelan bumi." Jawab Tari sambil menggaruk kepalanya.


"Terus rencana kamu selanjutnya gimana?" Tanya Gracia menatap Tari penuh arti.


"Gak gimana-gimana. Aku cuma mau selesaikan masalah ganti rugi mobil dia, walaupun dia nolak. Lagian dia..." Jawab Tari ragu-ragu melanjutkan ucapannya.


•••


"Dia kenapa? Udah nikah?" Sambung Julie.


"Belum sih, dia masih pacaran sama christie. Tapi katanya ortunya gak setuju sama gaya hidup Christie yang glamor." Jawab Tari lesu.


"Yaelah, dia pacaran apa kredit rumah sih. Betah amat selama itu." Cetus Monic mengeryitkan keningnya.


"Dan tadi siang dia WA begini." Kata Tari sambil menyodorkan hp nya.


"Menurutku kamu harus hati-hati. Jangan terbawa perasaan. Bisa jadi dia anggap kamu cuma sebagai adik atau teman biasa."Tegas Julie.


"Takutnya nanti ada masalah kalo pacarnya dia tahu kamu sering chat atau dekat sama dia." Lanjut Gracia.


"Terus aku harus gimana? Menghindar dari dia mungkin yang terbaik."Kata Tari dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan!" Tegas Julie.


"Dari pengamatanku, ketika kamu menghindar mungkin kamu bisa lupain dia. Tapi pas ketemu dia kamu goyah lagi sama perasaanmu." Sambung Julie.


"Aku belum paham maksudmu Jul." Kata Tari sambil menaikan alisnya.

__ADS_1


"Yang kamu harus lakukan sekarang adalah berpikir kamu dan dia adalah Teman.


Jadi kamu boleh balas chatnya tapi sewajarnya dan ingat jangan kamu yang chat duluan.


Begitupun kalo dia telpon, angkat aja.


Kalo arah pembicaraannya mulai ngawur yang diakhiri sesegera mungkin." Lanjut Julie dengan semangat membara.


"Kalau dia ajak makan siang, makan aja tapi jangan keseringan dan usahakan di tempat rame. Anggap dia temanmu, lama-lama perasaanmu akan berubah Tar.


Itu bakal jadi titik balik perasaanmu ke dia. Minimal 1 bulan ini coba.


Nanti kita liat perkembangannya gimana baru cari solusi lain." Kata Julie mengakhiri sesi konsultasinya.


Terdengar tepuk tangan dari Gracia dan Monic.


"Lu salah masuk kuliah jurusan hukum. Mustinya ambil jurusan psikologi. Keren banget lu." Timpal monic.


"Okey, mulai besok aku akan coba saranmu Jul." Kata Tari yakin sambil mengepal tangannya di dada.


•••


Mungkin mereka benar...


Aku harus mencoba cara ini...


Agar aku bisa menganggap dia teman biasa...


Karena dari awal aku yakin...


Hatimu miliknya...


Jiwamu miliknya...


Aku hanya seorang pencuri yang selalu gagal...


Gagal mencuri sesuatu yang paling berharga dari dirimu...


Hatimu...


•••


Tari dan Julie duduk membelakangi pintu masuk cafe itu.


Pandangan tajam Monic melihat ke arah parkir samping cafe itu.


Tampak Mobil Mercy Putih berhenti lalu seketika keluarlah sepasang pria dan wanita yang melenggang masuk melalui pintu samping cafe.


Setelah pasangan itu duduk, Monic mengenali wajah pasangan tersebut. Tommy dan Christie tampak mesra di meja tersebut.


"Gue ke toilet bentar ya, Gracia temenin gue." Kata Monic sambil menenteng tasnya.


Tanpa menaruh curiga Tari dan Julie masih asik berbincang.


•••


Dalam perjalanan ke toilet, Monic dan Gracia melewati pasangan tersebut.


"Kayaknya kenal pasangan itu deh, Mon." Kata Gracia sambil menarik tangan Monic.


Meja Kasir ada di ruangan samping itu juga.

__ADS_1


"Mbak saya bayar pesanan di meja 17." Kata Monic sambil menyodorkan kartu kreditnya.


"Ih ngapain dibayar, tadi kan katanya Tari mau traktir ultah." Kata Gracia.


"Bawel lu, ntar gue jelasin di toilet." Monic menarik tangan Gracia ke toilet setelah menyelesaikan pembayarannya.


*Di Toilet


"Denger ya, pasangan tadi emang Tommy dan Christie.


Gue udah liat dari pas mereka masuk.


Dan gue bayar ini biar Tari gak liat mereka.


Lu harus bersikap biasa. okey?" Jelas Monic pada Gracia.


Gracia mengangguk.


Monic dan Gracia berjalan kembali ke meja mereka.


•••


"Girls gue ditelpon emak gue nitip martabak depan pengkolan rumah lu Tar. Balik yuk." Ajak Monic.


"Oke... Bentar Aku bayar ke kasir dulu." Kata Tari sambil mengambil tasnya.


"Udah di bayar Monic." Kata Gracia sambil menarik tangan Tari mencegahnya melihat ke arah Tommy.


"Kan aku bilang mau traktir." Jawab Tari kesal.


"Besok kan bisa, ayo emak gue ngidam martabak nih." Paksa Monic.


Mereka berjalan ke parkiran depan dan masuk ke dalam mobil masing-masing.


Mereka berpisah karena arah rumah mereka berlawanan.


Kecuali Monic mengikuti mobil Tari karena alasan martabak.


•••


Dalam perjalanan, Julie merasa ada yang aneh dengan sikap Monic dan Gracia langsung menghubungi Monic.


"Mon lu dah sampe?" Tanya Julie.


"Belum, nih kena lampu merah. Sorry td urgent gue gak sempat jelasin.


Di samping cafe ada Tommy sama christie lagi berduaan.


Gue takut Tari liat, makanya gue inisiatif pura-pura ke toilet sambil bayar billnya. Untung Tari gak liat.


Gue alasan mo beli martabak padahal gue mau pastiin dia selamat sampe rumahnya. Gue gak kebayang kalo dia liat pasangan itu. Bisa nangis semaleman dia." Jelas Monic panjang lebar kepada Julie.


"Good Job Mon. Kita musti back up Tari saat ini. Jangan sampe dia kecewa lagi. Okey aku jalan dulu, kamu hati-hati juga. bye."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat Membaca 😀


Mohon Dukungannya✌️


Betha 🙋

__ADS_1


__ADS_2