
Setelah keluar dari rumah Tommy, Tari mencari taksi dan menuju ke sebuah danau tempat Ia dan Tommy makan berdua sebelumnya.
Setibanya disana, Tari duduk di pinggir danau yang ada disana.
Suasana terik matahari siang ini seakan tidak mampu mengalahkan rasa sakit yang ada dihatinya.
Ia terus tenggelam dalam tangisannya.
Semakin lama tangisnya semakin keras terdengar.
Tommy yang dulu mencoba sekuat tenaga mendekatinya.
Membuat hatinya luluh kembali setelah Ia berusaha dan mampu melupakan Tommy.
Dan yang paling tidak disangka adalah sikap Tommy yang seketika berubah menjadi kasar terhadapnya.
Tari sudah memimpikan masa depan indah bersama Tommy setelah menikah.
Seketika harapan itu sirna semenjak kepergian Christie.
Tari baru menyadari Tommy begitu mencintai dan kehilangan Christie.
Rasanya Ia tidak sanggup jika dirinya jadi menikah dengan Tommy.
Ia tidak sanggup membayangkan bagaimana kasar dan dinginnya sikap Tommy saat mereka menikah nanti.
Ia benar-benar tidak ingin masuk ke dalam neraka yang ditakutinya itu.
Tari memang sedang sangat terpukul, sehingga Ia tidak memperhatikan keadaan yang ada disekelilingnya.
Tiba-Tiba ada sesuatu yang bergerak dari semak-semak dan membuat Tari terkejut.
Seorang Pria tampak baru bangun dan menguap.
"Mbak... Jangan nangis keras-keras disini. Ganggu tidur siang saya aja." Kata Pria itu sambil meregangkan kedua tangannya ke atas.
Betapa terkejut Tari. Ia menatap Pria tersebut.
Ya Pria itu adalah Pria yang tadi menabraknya di supermarket.
"Ka...Kamu kan..." Kata Tari dengan terbata-bata sambil menunjuk Pria di hadapannya.
"Oh...Mbak yang tadi. Maaf saya pikir tadi..." Jawab Pria itu juga terbata-bata sambil menunjuk ke arah Tari.
Mereka berdua lalu sama-sama saling melempar senyum.
Pria itu langsung mendekat menghampiri Tari.
__ADS_1
"Mbak lagi banyak masalah ya? Dari tadi kayaknya nangis terus...
Awas nanti kantong air matanya kering loh. Nanti gak bisa nangis lagi." Kata Pria itu sambil tersenyum.
Tari langsung tersenyum mendengar kata-kata Pria itu.
"Mana mungkin lah. Kata siapa?" Jawab Tari sambil menyeka air matanya.
"Kata Spongebob."Jawab Pria itu datar.
Tari tertawa terbahak-bahak.
Ia menganggap Pria tersebut sangat lucu dan mampu menghiburnya.
Seketika Ia merasa melupakan masalahnya dengan Tommy tadi.
Pria itu mengeluarkan sesuatu dari tas nya.
Ia memberikan satu plastik berisi balon yang tadi Ia beli disupermarket.
"Mbak ambil ini." Katanya pada Tari sambil menyodorkan sebuah balon.
"Ini buat apa?" Kata Tari sambil mengambil balon yang diberikan oleh Pria tersebut.
"Biasanya Aku kalo ada masalah, Aku tiup balon ini. Aku anggap setiap udara yang Aku hembuskan dalam balon ini adalah masalahku." Jawab Pria itu sambil mempraktekkan meniup balonnya.
Tari mengikuti instruksi Pria tersebut lalu meniup balonnya.
"Ayo kita ikat dan kita lepaskan terus biarkan dia terbang jauh. Anggap aja masalah kita juga sudah terbang bersama balon ini. Jadi nanti perasaan kita akan sedikit lega." Jawab Pria itu.
Tari dan Pria itu sama-sama melepaskan balon ke arah danau.
Balon keduanya terbang jauh terbawa angin yang cukup kencang.
Tari tersenyum memandang ke arah perginya balon tersebut.
Ia merasa sedikit lega setelah melakukannya.
"Terima kasih ya...
Aku merasa sedikit lega.
Oh ya, dari tadi kita belum sempat kenalan.
Namaku Tari...
Namamu siapa?" Kata Tari sambil tersenyum dan mengenalkan namanya.
__ADS_1
"Namaku Angga. Salam kenal ya." Jawab Pria itu sambil tersenyum juga.
Lalu Pria itu mengangkat telpon dari Hp nya yang berbunyi.
"Mbak Tari...
Maaf saya ada urusan dan harus pergi dulu.
Apapun masalahmu, saya harap bisa cepat selesai.
Karena sebenarnya kamu sosok yang sangat ceria.
Jadi terus tersenyum ya. Bye..." Kata Pria itu sambil berlari meninggalkan Tari.
Tari tersenyum dan kembali menatap pria tersebut sampai Pria itu menghilang dari pandangannya.
Hatinya terasa hangat oleh kata-kata dari Angga.
Tari kembali menatap ke arah danau.
Sambil menyaksikan Sang Mentari yang mulai tenggelam perlahan.
Ia merasakan ada semangat baru yang mengalir dalam tubuhnya.
Lalu Ia mengambil Hp dari dalam tasnya.
Dan Ia mengetik pesan kepada Tommy.
"*Bang... Sudah baikan?
Aku sudah berpikir dengan matang...
Aku rasa kita harus segera batalkan rencana pernikahan ini...
Nanti Aku akan bicara dengan keluargaku dan besok Aku akan menemui keluargamu...
Terima Kasih untuk waktu yang kita lalui dalam seminggu ini...
Aku akan menyimpan semua kenangan kita...🙂🙏*"
Tommy yang sedang melamun diatas ranjang langsung beranjak mengambil Hp nya dan membuka pesan yang baru diterimanya.
Seketika Matanya terbelalak saat membaca pesan dari Tari
•••
Selamat Membaca😃
__ADS_1
Mohon Dukungannya✌️
Betha🙋